Istri Gendut Yang Kau Buang.

Istri Gendut Yang Kau Buang.
Part 14.Aksi konyolku.


__ADS_3

"Lihat baik-baik akan aku buktikan jika aku istrinya"ucapku santai.


lalu tanganku memegang rahang kokoh mas Jordan dengan gaya erotis kemudian ku tarik tengkuknya akupun menciumnya cup, saat hendak melepas tiba-tiba mas jordan memegang pinggang ramping ku, yah aku sudah kurus tak lagi gemuk, tapi ciuman itu menuntut Hingga kami saling menautkan bibir kami.


"Bibimu sangat manis sayang, tak hambar seperti bibir wanita murahan"ucap mas Jordan sedikit menyindir fecilya yang lancangnya memegang lengannya tadi.


"Yah karna aku istrimu, tidak bersikap lancang dengan lelaki tak mengenalku"akupun mengompori ikut menyindir lalu menatap fecilya dengan ekor mataku dengan sinis.


Fecilya tercengang dan pergi begitu saja menghentakkan kakinya, ia merasa dipermalukan mungkin, aku buru-buru mendorong mas Jordan lalu kembali duduk dikursiku.


'ya tuhan mau Taru dimana wajah ini, akupun Mali sekali dengan aksi konyol yang kubuat'batinku merasa bodoh lada diriku sendiri.


'eh tapi bibirnya manis mungkin karna sedikit rasa campur rokok hehe, dia merakokok'batinku girang, dalam hati sangat bahagia, apalagi aku merasa ribuan kupu-kupu terbang dalam perut membuatku berwarna sepert pelangi(◕ᴗ◕✿)


Aku merasa canggung dengan sikap lancang ku.


"Ma-maaf mas tadi aku hanya menolong mu"ucapku salah tingkah, pasti mukaku memerah.


"Yakin hanya menolong, aku rasa ada maksud lain, Natallya kamu cemburu"ucapnya dengan tersenyum lebar.


'mengapa ia malah tersenyum bahagia, apa ia sudah tak waras'batinku heran melihatnya.


Akupun memakan menu yang di hidangkan dengan diam dan tak mau menatap mas Jordan aku malu karna mencium ia terlebih dahulu.


"Bagaimana dengan cintaku, apa kamu menerimanya, jika kamu tak mau denganku, aku akan melamar wanita lain"ucapnya santai dan memakan steaknya.


"Apa harus sekarang aku menjawab?"tanyaku padanya.


"Tidak tahun depan"jawabnya dengan suara jahilnya.


"Apa kamu bercanda mas, tahun depan keburu aku dilamar orang"ucapku kesal dan memayungkan bibirku.


"Hahaha kamu sendiri yang aneh Natallya aku bertanya hari ini kenapa kamu menjawab kenapa harus sekarang"jawabnya tertawa terbahak-bahak.


"Aku bertanya begitu, kamu bisa menjawab ya atau tidak sekarang atau nanti"kilahku cemberut.


"Baiklah, sudah jangan cemberut atau aku akan menciummu lagi"ancamnya, seketika aku kembalikan bibirku kepposisi awal.


Mas Jordan tersenyum melihat tingkah ku.


"Bagaimana nata apa kamu mau jadi orang istimewa dalam hidupku?"tanyanya lagi memaksa, memang karakternya memaksakan diri.

__ADS_1


"Ya mas aku mau"jawabku malu-malu hati ini tak berhenti bedebar dan merasa bahagia(θ‿θ).


"Pipimu merah baby"ucapnya dengan menahan tertawa.


"Ish kamu nyebelin mas"kataku pura-pura ngambek dan memayungkan bibirku lagi, padahal sedang malu sekali( ꈍᴗꈍ).


"Jangan begutukan bibirmu baby aku tak tahan melihatnya, aku takut bukan steak yang aku nikmati tapi daging bibir rasa anggurmu"ucapnya frontal dengan nakal laki-laki ini menaik turunkan alisnya.


"Omes deh mas"sahutku kesal.


"Apa rencanamu padanya baby?"tanya mas Jordan, melihatku sekilas dan fokus makan steak.


"Pada siapa?"aku pura-pura bertanya memastikan siapa yang dibahas kekasihku yang baru saja aku resmikan ini.


"Mantan suamimu yang pecicilan itu dan gundiknya"ucapnya datar.


"Hahaha mulutmu mas kelewat mulut emak-emak indo lebih lemes"ucapku malah tertawa ngakak, bagaimana tidak lelaki kulkas ini ternya bermulut lemes bisa menusuk uluhati seseorang.


Aku terheran-heran dengan banyak kejutan sifat seorang Jordan yang susah didekati wanita ini karna sedingin berkulkas freezer.


"Hmm yang jelas sampai ia merasa seperti apa rasanya diperas dan dipandang buruk keluarga toxic itu harus dapat ganjaran."ucapku sambil berfikir matang.


"Aku akan membantumu, aku tak rela jika calon istriku akan ia rebut kembali"tawarnya takut aku akan meninggalkan ia demi mas Ferry, ada rasa khawatirnya di pandangannya.


"Baiklah tapi aku akan tetap ada di sampingmu baby walau kau akan berbuat sesuatu padanya"pungkasnya Tampa mau di bantah.


"Tentu kamu juga akan ikut andil dalam hal ini sayang."ucapku tersenyum manis kearahnya.


"Aku akan terbang keindo lusa untuk berbicara dengan kakekmu,aku akan melamar mu depan kakekmu baby, aku tak mau menunda lagi, dan yah langkah awal membalas mantan suamimu adalah pesta pernikahan kita, baru buat perhitungan padanya"ucapnya mantap ada keseriusan dalam matanya.


Aku berusaha mencari kebohongan pada mata birunya tapi sayang ia tak memiliki kebohongan yang ada ketulusan, yah kenapa baru sekarang lelaki ini berada di sisiku ya tuhan kenapa tak dari dulu.


"Baikalah ayok kita pergi kerumah kakek bersama lusa"jawabku menyetujui.


"Yah kita naik jet pribadiku saja baby, aku tak mau seperti pertama kali bertemu kita berdua bedesakan dengan orang lain"ucapnya sedikit trauma dengan masa dulu.


"Jika bukan karna itu kita tak mungkin bertemu sayang"ucapku tersenyum lembut padanya.


"Hehe Iyah juga yah"ucapnya cengengesan meringis dengan kenyataannya.


"Astagah kamu ngelag sayang"ucapku bercanda dengannya.

__ADS_1


"Aku hanya tak mau kamu berdesakan dengan laki-laki di pesawat apalgi kelas ekonomis"kilahnya membuatku tak mampu menahan tawa, kamipun tertawa bersama dengan topik pembahasan absur yank kami bahas.


"Ayok pulang"ajaknya, "aku ingin tidur dirumahmu"ucapnya lagi yang membuatku menulatkan mata hazelku yang bewarna coklat.


"A-apa kamu serius sayang?"tanyaku gagab, bukan takut tapi gugup karna aku tak sanggup membayangkan bagaimana diriku dan ia dalam 1 rumah nanti.


"Yah aku serius karna aku hanya menumpang tidur tak lebih"ucapnya. "Apa kamu berfikir aku akan melakukan itu baby?"tanyanya lagi dengan nakal laki-laki itu makin mengeratkan pinggang rampingku yang sedang ia rangkuh sambil berjalan.


"Ah anu itu,tidak sama sekali aku tak keberatan"ucapku gugup, bagaimana bisa tak gugup kata-katanya seperti obat bius.


"Kau tak keberatan aku melakukan itu baby?"tanyanya lagi dengan nakalnya.


"A-apa aku tak bilang begitu"tukasku buru-buru.


"Hahaha kau sangat lucu baby"ucapnya lalu kamipun pergi meninggalkan restoran itu.


Sesampainya kami dirumahku, aku merasa seperti patung entah mau melakukan apa aku bingung.


"Apa kamu ingin makan aku akan masakan sesuatu"tawarku padanya, saat ini ia sedang duduk di sofa ruang tamu.


"Apa kau lupa baby kita pulang dari restoran dan habis makan",ucapnya memandangku intens.


"Ah Iyah maaf aku lupa"jawabku kiku merasa bodoh sepert orang terkena alzheimer.


"Ayok antar aku kekamarmu kita tidur ini sudah malam"ucapnya mencari-cari posisi kamarku, mengedarkan pandangannya dengan wajah Tampa dosa, kata-katanya membuat sebar jantungku berdetak lebih kencang.


"Sayang ayok kita tidur"ucapnya lagi mengagetkan aku yang sedang berfikir.


"Ah Iyah"jawabku lemot.


Kami pun sampai dalam kamar, aku menghindar dan buru-buru pergi membersihkan diri lalu memakai piyama tidurku dalma ruangan closens.


"Sayang apa aku harus tidur dengan kemeja?"tanya padaku dengan tatapan polosnya.


"Maaf mas aku lupa jika aku membawa pria dalam rumahku"ucapku Tekekeh geli melihat perubahan raut wajahnya dari muka biasa hingga merajuk.


"Jadi kau lupa ada aku, apa aku mahluk kasat mata baby?"tanyanya merajuk.


"Haha baiklah, tunggu aku ambilkan"ucapku, "ini mas ini stok piyamanya kakekku,aku tak punya baju lain"ucapku jujur karna memang tak ada lelaki lain disini.


"Yah tak apa terimakasih calon istriku"ucapnya merampas ciuman pipiku llalu berlari kedalam kamar mandi.

__ADS_1


Setelanya aku berbaring di atas ranjang menunggu tapi aku malah ketiduran sendiri.


__ADS_2