
Tak aku snagka bertemu lagi dengan lelaki itu yang bernama Jordan Harison, banyak sekali pertanyaannya kadang dingin, datar, dan hemat bicara.
Tapi hatiku berdebar dekatnya, ah malu sekali aku tergagap depannya tadi pagi.
Sepulang dari joging dengan Jordan akupun mandi sehabis mandi Hpku berdering.
Derrrt....dertttt..
"Ya hallo kakek"sapaku duluan.
"Bagaimana kabarmu apa baik saja?"tanya kakek dengan suara khawatir.
"Aku baik kek, dan aku sedang program Diet untuk memperbaiki fisikku"ucapku, terdengar kakek menghela nafas.
"Apa harus kamu diet nata, kakek rasa sudah pas badanmu begitu"protes kakek keberatan.
"Tenang kek aku diet sehat, jadi tak akan ada komplain apapun atau terjadi apapun nantinya"kataku menenangkan kakek agar tak khawatir.
"Hah baiklah kamu memang cucuku, itulah sebabnya kamu keras kepala."sahutnya pasrah dengan keputusan yang aku ambil.
Sambil berbicara dengan kakek aku berjalan menuju balkon kamar dengan memakai batrobet dan handuk kecil di kepala, karna aku sehabis mandi.
"Hehe kakek jangan marah aku ingin tampil cantik agar si bajingan itu menyesal"ucapku terkekeh.
"Yah diet lah, jika pulang nanti aku akan memeluk tulang saja"ucapan kakek sukses membuat aku tertawa terbahak-bahak.
"Haha aku hanya diet langsing kek bukan menguliti kulit dan dagingku agar sisa tulang saja"sangahku sambil tertawa.
"Baiklah terserah kamu saja, asal pulang harus cantik agar kakek bangga"ucapnya memberikan wewenang.
"Kakek tenang saja aku akan cantik 2x lipat dari sebelumnya"jawabku percaya diri.
"Ya sudah kakek matikan kakek ingin makan siang" ucap kakek.
"Yah kek jaga diri, dahhh"ucapku klikk kakek mematikan sambungan telepon.
__ADS_1
Aku tersadar ada yang memperhatikanku, aku mencari sumber arah mata, karna dari kecil aku belajar bela diri dan cara memahami keadaan lingkungan.
Aku melihat rupanya Jordan dari arah balkon rumahnya ia juga memperhatikanku dengan lekat.
"Apa yang terjadi dengannya hari ini, dipesawat ia sangat dingin sekarang ia sangat cerewet, apa yang ia perlihatkan"gumamku sendiri.
Aku perhatikan pakeanku.
'astagah aku masih memakai batrobet jubah mandiku'rutuku pada diriku.
Aku berlari masuk dan berpakaian benar dalam inclosen pakaianku, akhirnya selesai
Saat aku ingin bersantai HP ku berdering lagi.
Derrrrt... derrrt...
Aku melihat sipenelpon rupanya Levis pasti ada kabar terbaru.
"Hallo nona"sapanya dahulu.
"Semua aman nona saya mendapat informasi kemarin siang Laras dan Ferdinand bertemu di kefe biasa mereka janjian nona, mereka sepakat untuk tak saling kenal jika bertemu nanti."ucapnya melapor.
"Hah benar-benar tak punya malu mereka, bisa-bisanya mereka bersekongkol agar tak ketahuan"responku kesal dengan sepasang kekasih beda generasi itu.
"Dan ada satu lagi nona yang akan membuat nona syok"ujar Levis serius.
"Apa itu Levis?" Tanyaku memastikan.
"Dari informasi tambahan Ferry melamar wanita itu dan 2 bulan kedelapan mereka akan melakukan acara pernikahan"ucapnya, secepat itu kamu membuangku mas, hanya karna batu kerikil.
"Bagus, tetap awasi mereka, dan aku punya tugas untukmu"jawabku dan memberikan tugas tambahan lagi untuk Levis.
"Siap, apa itu nona?"tanyanya.
"Videokan acara pernikahan itu, dan semua kelakuan Laras kedepannya pantau terus jangan lupa buktinya nanti, dan kirimkan video acara mereka"ucapku tegas memberi tugas.
__ADS_1
"Baik nona, kalo begitu saya akan melanjutkan tugas saya"ucapnya.
"Yah lanjutkan, bayaranmu akan aku transfer"jawabku.
"Terimakasih nona"ucapnya.
"Ya sama-sama"ucapku menantikan sambungan telepon sepihak.
"Hah sangat lelah mengurusmu mas, kamu akan merasakan sakit lebih dariku rasa"aku berbicara sendiri.
Siang hari aku akan ke gym, terlihat Jordan menungguku dengan mobilnya di depan rumah.
"Maaf aku telat"ucapku tak enak hati padanya.
"Tak apa, ayok naik, aku yang akan melatihmu."ucapnya tersenyum lembut padaku.
'cepat sekali berubahnya lelaki kulkas ini'batinku menelisik wajahnya.
"Kenapa memperhatikanku, apakah pelatih Jordan ini ganteng"ucapnya fokus mengemudi Tampa menoleh padaku dengan percaya diri.
'ini orang narsis juga yah'batinku aku ingin tertawa tapi. Aku tahan agar tak menyinggung perasaannya.
"Tidak ada, apa kamu tak keberatan melatihku setiap Minggu?"tanyaku padanya.
"Tak masalah aku senang membantu mu"jawabnya Tampa berbelit-belit.
Akhirnya kami sampai di gym dana ku mengambil kelas untuk setiap Minggu dalam 1tahun.
Pasti ada yang bertanya kenapa aku tak sedot lemak saja?, Aku hanya tak mau melakukan sedot lemak, dan nanti berakhir kompilasi, aku hanya ingin diet sehat tak mau merusak badanku.
Jordan melatihku mulai dari alat lari, lalu ke alat bagian penipis lengan tangan. Berakhir di bagian alat ramping perut dan pinggang. Semua alat itu ada manfaatnya, untuk alat beban aku belum kesana kata Jordan.
"Nanti saja alat itu agar kebugaran mu kiat, tapi fokus dahulu pada bagian tubuh"ucapnya.
Aku hanya menurut saja karna jujur aku tak tau awal melakukan apapun bagaimana.
__ADS_1
💮💮💮💮💮💮