
Selama dua hari aku menunggu dan sekarang orang suruhanku datang menemui ku.
"Permisi nona ini data-data informasi yang anda mau silahkan dicek nona."ucapnya Levis sopan.
"Bagus Levis, aku akan melihatnya terlebih dahulu, kau jangan pergi aku ingin tau ini semua real dan kamu yang harus menjelaskannya juga."jawabku tegas
"Tentu saja nona, saya sendiri yang turun tangan untuk menggali informasi itu."ucap Levis tersenyum tipis kearahku.
"Oh rupanya Ferdinand bukan papa dan suami penurut melainkan lelaki hidung belang yang penjahat kelamin, tentu sifatnya itu jatuh kepada Ferry Maryadi.
Tunggu apa betul ini Levis?."tanyaku menunjukkan tentang hubungan terlarang Ferdinand dan Larasati.
"Benar nona Larasati adalah sugar babby Ferdinand dan selain itu Larasati memang orang kaya tapi korban broken home, tapi dia juga menjalin hubungan dengan anaknya Ferry juga nona, dan itu didalam data dirinya Larasati terdapat bahwa Larasati tak di anggap ada oleh keluarganya, sehingga ia menjadi wanita malam penjajah ************."penjelasan Levis panjang lebar sangat menarik rupanya.
"Bagus sekali sekali dayung dapat 2 perahu."ucapku tersenyum menyeringai.
'tunggu pembalasanku satu persatu akanku siksa lihat saja, kalian sudah membuat luka ini tunggu kedatangan ku mas.'batinku.
" Tolong jelaskan tentang mama Farida dan Ferry serta ferliana, aku cukup bertanya-tanya soal gadis itu yang selalu keluar dengan alasan belajar kelompok atau apalah tapi selalu dapat barang branded yang tak diketahui mamanya yang bodoh itu." Ucapku pada Levis sudah bosan aku membacanya.
"Tapi nona untuk Ferdinand perusahaannya hanya kecil dan itu berdirinya kokoh sejak dulu karna perusahaan itu milik ayahnya Farida.
Istrinya Farida juga tak jauh beda dia memang cinta mati kepada Ferdinand, tapi ia selalu foya-foya dan ikut arisan berlian tapi ia memiliki hutang sebesar 100jt pada rentenir tak ia membayar."jelasnya Levis.
"Cih, pantas saja nenek peot itu sangat sombong dan angkuh rupanya bergaya dengan hutang ia terlalu dianak Manja dari kecil. Semua barang yang ia pakai melebihi harga normal barang limited edition."ucapku memaki mantan mertuaku itu.
"Ferry sendiri ia mengira Larasati kaya sehingga ia membuang anda nona, ia juga tak tau hubungan papanya dengan kekasihnya itu, Ferry juga terpikat oleh Larasati mungkin nona, dan didalam map itu foto dan video saat mereka melakukan sexs semua ada di situ. Dan juga video Laras dengan Ferdinand."penjelasan Levis ini membuatku tersenyum devil. Ah sungguh 1 keluarga tak ada yang beres, mengapa diriku bisa jatuh kedalam keluarga hancur itu .
"Lalu bagaimana dengan ferliana?" Tanyaku anak gadis itu harus merasakan juga karna ia tak pernah hormat padaku.
"Untuk ferliana, ia sendiri berpacaran nona dan kadang tanpa ia ketahui jika sedang check-in pacarnya Marco menjualnya pada temannya setelah dia memberi ferliana obat tidur. Itulah sebabnya gadis itu keluar meminta izin belajar tetapi menemui pacarnya itu, dan Tampa ia tahu pacarnya itu menipunya. Ia terlalu bangga karna Marco selalu membelikannya barang mahal padahal hasil menjual dirinya."wahhh info yang bagus sekali.
"Berapa bonus yang kamu inginkan Levis, kerjamu sangat bagus, aku ingin memberi mu tugas tambahan selama 1 tahun aku tak ada informasikan keadaan mereka lewat telpon, aku akan pergi ke Texsa untuk memperoleh kecantikan ku." Ucapku "apa kamu sanggup?" Tanyaku melihat kearahnya.
__ADS_1
Ia tersenyum kecil lalu mengangguk.
"Sanggup nona saya akan penuhi itu, untuk bonus terserah nona saja berapa yang nona bayar untuk info itu "jawabnya sopan.
"Baiklah kirim rekening mu aku transfer 1M dan itu dengan kerjaan mu 1 tahun kedepannya."ucapku meminta nomor m-banking.
"Wahh terimakasih banyak nona, sangat menyenangkan bekerja dengan anda"jawabnya tersenyum sumringah sangat senang.
"Yah sesuai kerjamu, silahkan Lanjutkan kerjamu"ucapku memberikan wewenang untuknya pergi.
"Terimakasih nona saya permisi dulu"jawabnya menunduk sopan lalu pergi yang ku jawab anggukan tersenyum kearahnya.
"Kita lihat saja nanti kalian akan membayar penderitaanku, bahkan dirimu mas bekerja di anak cabang perusahaanku"gumamku sendiri.
💮💮💮💮💮💮
1 Minggu berlalu akupun sedang menikmati buah Appel.
Tiba-tiba datang paket surat.
Aku tak menangis karna luka hati di jadikan sapi peras cukup membuatku jadi batu.
Tiba-tiba aku di kagetkan dengan sesuatu.
Pip pip pip.
Oh rupanya mobil mas Ferry mobil mereka Avanza Yamaha warna hitam.
"Bagaimana mantan istriku gajah apa kamu sedih melihat akta surat cerai kita, kamu akan jadi gembel nata"hinanya padaku.
Hahaha aku tertawa dan sukses membuatnya heran dan bungkam.
"Kamu fikir aku selama ini hidup meminta makanan darimu, apa kamu lupa darikulah kalian meminta uang dasar benalu tak tau malu"aku menghina balik bahkan menatap ia dengan tajam dengan pelakor sugar baby itu.
__ADS_1
"Heh gajah jangan sok deh kamu itu udah miskin buruk rupa, pantas dibuang"ucap Laras berkoar-koar kearahku.
Aku berjalan memutari mereka berdua dengan menepik tangan.
"Hmmm siapa kamu bilang miskin bahkan diriku sekarang memiliki banyak uang setelah dibuang lelaki modal Kont*l ini."ucapku tersenyum mengejek.
Mas Ferry mengepalkan tangannya begitu juga dengan Laras, emosi mungkin.
"Kurang ajar kau Nata"geram mas Ferry.
Kulihat tangan Laras mengayun hendak menamparku, aku mencekal tangannya.
"Lancang sekali kamu ****** ingin menamparku, oh tidak bisa, tangan mu ini lebih cocok meng*c*k kont*l lelaki saja, tak pantas mengenai wajahku yang bersih, terlalu kotor"hardikku berbisik ke samping telinganya.
"Lepaskan tanganku gajah awww"jawanya emosi menghinaku.
"Lepaskan Laras nata apa kau gila"teriak mas Ferry.
"Diam kamu jangan berteriak depanku, atau kau juga ingin merasakan gamparanku."bentakku tersulut emosi.
Lalu aku hempaskan tangan Laras Hingga ia hampir saja terjatu karna oleng jika bukan karna mas Ferry gercep menangkapnya.
"Awwww setttttt sakit mas"ucap Laras mengadu.
"Pergilah aku tak Sudi melihat sampah seperti kalian"bentakku menatap tajam.
"Rupanya sudah berani kamu nata, akanku buat kau menyesal"ucap mas Ferry. Tersentak melihatku emosional.
"Silahkan jika Kau bisa mas"tantangku .
"Awas kau nata akan kubuat kamu menyesal"ancam Laras padaku yang kubalas senyum sinis.
"Ayok Laras kita pergi"ucapnya berlalu menaiki mobil tak seberapa harganya itu.
__ADS_1
"Cih, segini saja nyalimu mas, dasar laki-laki lembek, kalian memang pasangan serasi"gumamku.