Istri Gendut Yang Kau Buang.

Istri Gendut Yang Kau Buang.
Part 4. Dihianatimu, apa salahku mas?.


__ADS_3

Setelah insiden di meja makan tadi pagi siang ini aku akan pergi kekantor mas Ferry membawa makan siangnya, hari ini mendung mungkin nanti akan turun hujan.


"Pasti mas Ferry senang aku datang ke kantor bawakan makan siang"gumamku senang.


"Mama sama Liana kok belum pulang yah, biar sajalah toh tak ada orang di rumah"akhirnya aku memutuskan pergi ke kantor tempat mas Ferry bekerja, karna ta ada orang di rumah aku pun pergi Tampa pamit, mau pamit sama siapa! Sama tembok!.


Driver online ku pesan sudah ada depan rumah, aku naik kedalam kursi penumpang.


"Ke alamat sesuai titik pak yah!"kataku pada supir.


"Iyah mbak"jawabnya


Selama perjalanan aku selalu tersenyum membayangkan jika mas Ferry senang melihat ku ke kantornya, pasti ia akan kaget aku kasih supraes.


Selama 30 menit akhirnya sampai juga.


"Ini uangnya pak kembaliannya buat bapak saja"ku berikan uang warna merah 1 lembar ongkosnya 60rb masih ada sisanya sengaja ku jelaskan agar kang supir ta memberi uang kembalian.


"Terimakasih banyak mbak"sahutnya sumringah.


Saat aku berjalan banyak pasang mata yang melihat ku dengan tatapan yang berbeda aku tak tau apa yang mereka fikirkan.


"Pasti mas Ferry ada di ruangaanya"gumamku berjalan ke ara ruangannya.


Saat ingin ku pegang handel pintu, tapi pintu terbuka sedikit, samar-samar kudengar orang berbicara di dalam.


"Ayolah sayang nanti malam kita check-in"rayu sang lelaki, suaranya itu aku tau siapa itu.


'tak mungkin mas Ferry'batinku.


"Bagaimana dengan istri gajahmu itu mas"sahut lawan jenisnya.


'suara itu aku kenal suara itu, itu kan suara Laras teman kuliahku dulu, ada hubungan apa mereka'batinku lagi.


"Ah kau tenang saja sayang dia tak akan tau aku akan cari alasannya, dia hanya hewan perasaan ku dan keluargaku, kalo tidak mana mau keluargaku menerima gajah"jawab mas Ferry.


Duarrrr

__ADS_1


Bagai kesambar petir di siang hari aku mendengar langsung kenyataan ini dari mulut mas Ferry, sesak sekali hati ini.


'bedebah kau mas, jadi ini alasannya sudah satu tahun kita menikah, Dihianatimu, apa salahku mas?'batinku tak terasa buliran bening jatuh, akupun pergi meninggalkan ruangan mas Ferry.


Banyak sekali yang melihatku heran karna aku lari dengan menangis, hujan lebat turun membasahi badan ini di tengah taman.


'kamu penghianat mas, jadi ini alasannya keluarga mu perlakukan aku kayaknya pembantu, jika bukan karna uangku kau tak akan menerima ku yang berbadan gemuk ini. Aku akan bertanya tentang ini padanya nanti.'batinku


💮💮💮💮💮💮


Disisi lain Ferry yang hendak keluar setelah bertemu dengan selingkuhannya Laras kekasihnya di masa kuliah ia keluar dari ruangannya.


"Permisi pak Ferry tadi ada istri bapak kesini ia membawa makanan tapi pas Pulang ia menangis sambil berlari"lapor sekertarisnya.


"Apa nata kesini?"tanya Ferry kepada sekertarisnya. Ia kaget dan panik tapi tak dia tunjukkan.


"Iyah pak, mungkin sudah pulang karna hujan lebat tadi."jawabnya lagi, ia takut jika di pecat pasalnya Ferry ini temperamen.


"Arggggh sial, kenapa tak kamu hentikan" emosi Ferry.


"Maaf pak saya kira tak masalah karna ia istri bapak!"jawabnya menunduk ia takut kepada Ferry saat ini.


"Ba-baik pak permisi"takut sang sekretaris


Ferry hanya mengangkat tangan melambai untuk jawaban mengusir.


"Bagaimana ini pasti perempuan itu akan membangkang, aku sudah bahagia dia menurut selama ini untuk ku jadikan ATM berjalan ku"gumannya.


Lalu ia kembali kerumahnya.


💮💮💮💮💮💮


"Baru pulang rupanya kamu mas?"sahut natallya duduk bersila depan TV. Pandangannya lurus tak melihat Ferry yang berjalan hendak naik ke tangga.


"Sayang rupanya kamu di situ, aku ingin menemui mu di kamar"kata-kata Ferry lembut, tapi yang di fikiran natallya itu hanya kedok.


"Yah aku disini menunggu mu"jawabnya berdiri berjalan menghadap Ferry yang hendak berjalan duduk di dekatnya.

__ADS_1


"Kamu kenapa sayang tumben sekali kamu disini?" Pertanyaan itu ia ucapkan setelah dia merongrong ku.


"Cih, kau memang pandai dengan keluarga mu ini"jawaban natallya sukses membua Ferry kaget dan naik pitam. Ia mengepalkan tangannya.


"Sayang apa maksud mu?"tanya Ferry.


"Jangan menipuku lagi mas, aku tau kebusukan mu dengan keluarga mu ini" Ferry diam tak di sangka istri penurutnya berkata kasar.


"Kau kira aku tak tau mas bahkan kamu berselingkuh dariku."aku sudah tak sanggup sehingga akupun menangis.


"Rupanya permainan petak umpetku sudah diketahui, aku tak perlu lagi bersembunyi kamu hanya yatim-piatu nata tak ada yang membelamu, kamu hanya perlu menjadi sapi perasan ku haha"kata-katanya menusuk hati bagaikan belati, dia tak berfikir betapa sakit hati ini.


"Dihianatimu, apa salahku mas?"pertanyaan ini lolos di tangisku ini.


"Sadar diri kamu nata lihat badanmu besar sebesar gajah berbanding sekali dengan Laras"jawabnya enteng tersenyum mengejek padaku.


"Benar itu kalo bukan karna uangmu dan jadi pembantu gratis mana mungkin aku Sudi menerima mu jadi menantuku natallya"sahut mama mertuaku berjalan dari arah pintu masuk utama, ada Liana di sampingnya tersenyum sinis kearahku.


Papa mertua saja berdiri di diam di dekat kamarnya.


"Begini balasan kalian terhadapku"teriakku mengemas di rumah ini.


"Jangan berteriak di rumah ku"hardik papa mertua berjalan kearah ruangan TV.


"Berani sekali kau"hardik mas Ferry menjambakku.


"Ssttt sakit bajingan, jangan sentuh aku"teriakku.


"Sudah lepaskan ia Ferry"ucap papa mertua.


"Iyah lepaskan dia Ferry, dan ceraikan ia, sudah tak ada gunanya, toh uangnya sudah habis."sahut mama mertuaku.


"Iyah betul itu kak"ikut Liana.


"Kalian sekeluarga memang iblis"emosiku sudah meninggi, rasa sakit hati kian merusak.


"Jangan mengujiku nata, NATALLIA MULAI DETIK INI AKU FERRY MARYADI MENYALAK MU"ucapan mas Ferry lantang.

__ADS_1


Deg duarrrr


__ADS_2