Istri Gendut Yang Kau Buang.

Istri Gendut Yang Kau Buang.
Part 22. Game's for you.


__ADS_3

Humm ini baru awal masih ada yang lain, kamu salah tentang istri gajahmu ini mas UPS salah mantan istri.


Aku tertawa puas dalam hati.


'ya tuhan maafkan aku yang tertawa diatas penderita mantan suamiku dan keluarganya'batinku bersugesti.


"Nata mas mohon maaf jangan ambil rumah kami, kamu mau apa? mau kembali dengan mas? karna itu kan kamu merubah diri agar cantik, mas akan ceraikan Laras"ucap mas Ferry memohon pecaya diri sekali dia, apa tadi ia akan mebuang Laras demiku, dasar lelaki pecundang.


"Mas apa-apaan sih kamu, aku gak mau cerai titik"protes Laras geram dengan suaminya.


"Diam aku gak Sudi punya istri ****** murahan"bentakan mas Ferry membuat Laras diam seribu bahasa.


"Heh Ferry gak malu apa baru ajah Nika mau cerai, gila kali yah"ucap salah satu ibu-ibu julid yang tinggal di kompleks dekat rumah mama Rida.


"Iya yah jadi laki kok sana sini di embat asal untung"ucap teman satu gengnya.


"Diam kalian itu urusan anak saya apa urusannya sama kalian"bentak mama Rida.


"Heh jeng urus ajah suamimu yang selingkuh sma mantu sendiri"cibiran keras dari tetangganya memuat mama Rida hitam dalam amarah.


"Hahaha"aku tertawa keras mengundang pasang mata melihatku yang berdiri di atas panggung MC.


"Nata mas mohon kembali sama mas, mas lebih memuaskan dibandingkan lelaki disampingmu, pastia dia kalah dengan permainan mas di atas ranjang"tak tau malunya mas Ferry bahas Anjang depan tamu undangan kepadaku yang bukan siapa-siapa lagi, sungguh geli aku mendengar itu, jijik aku melihat tingkahnya.


Aku melirik mas Jordan mengepalkan tangannya siap ingin meninju, segera ku usap bahu calon suamiku.


"Tenang mas jangan gegabah, aku akan balas secara elegan"bisikku padanya, ia mengangguk dan tersenyum tipis.


"Oh ho..tapi aku tak tertarik dengan mu mas, buaya darat sepertimu tak lantas untukku, oh yah jangan jadi pria hidung belang merayu calon istri orang depan istrimu, bukan begitu Laras?"ucapanku membuat mata mas Ferry terkejut, dan aku melirik Laras yang aku mintai pertanyaan.


"I-iya"jawab Laras ragu.


"Kenapa takut Laras dahulu kamu sangat bangga bukan merebutnya dariku, setidaknya aku berterimakasih kepada kamu, karna kamu aku lepas dari lelaki matre sepeti mas Ferry, dan satu lagi karna kalian berdua juga aku bertemu dengan mas Jordan yang kamu sia-siakan Laras"ucoku menohok, entah mereka tertohok atau tidak.


"Saran aku mending kalian bersatu jangan pisah, perbaiki hubungan kalian yang satu matre tukan selingkuh yang satu maniak ****, cocok bukan?"ucapku yang di angguki orang-orang.


"Setuju"ucap tamu undangan serentak.


Aku hanya tersenyum miring melihat mereka menunduk malu Tampa berani mengangkat pandangan mereka.


"Ayok mas kita pulang"ajakku kepada mas jordan.


"Sebentar kita belum bersalaman dengan penganten"ucap mas Jordan tersenyum Devils.


"Oke mari"ajak ku kami berjalan kearah mas Ferry yang duduk meremas kepalanya seperti frustasi, dan Laras terisak menunduk.

__ADS_1


Kami berdiri depan mereka berdua.


"Selamat untuk pernikahan kalian semoga langgeng"ucapku dan memberi amplop isinya tiket bukan madu 2 ke Bali dan uang 10jt tapi bentuk cek.


"Ini terimalah siapa tau kalian butuh setelah resepsi"sambungku.


Mas Ferry dan laras mendongak lalu meliaht amplop yang aku berikan.


"A-apa ini?"tanya mas Ferry gagap, ia seperti takut-takut.


"Kadoku, walau tak besar"ucapku berlalu acuh malas sekali meladeni, sudah di kasi bertele-tele lagi.


"Selama untuk kalian"ucap mas Jordan dan berjabat dengan mas Ferry seketika ia menarik mas Ferry memeluknya.


"Selamat menikmati bro, masih awalnya ini masih ada game's for you yang lain"bisik mas Jordan yang samar-samar kudengar.


Mas Ferry tercengang setelah mas Jordan berbisik, entah apa yang dikatakan lelaki ini hingga membuat mas Ferry seperti orang dibawah sadar.


Kami ingin berlalu pergi tapi sebuah panggilan yang mendayu, bukan dibuat-buat mendayu itu menghentikan langkah kami.


"Mas Jordan"pangil Laras yah rupanya Laras yang memanggil.


Kami menoleh secara bersamaan.


"Bisakah kita berbicara sebentar?"tanya dengan lancang ia ingin berbicara dengan calon suamiku.


"Berdua mas, hanya aku dan kamu"ucap Laras lagi, rupanya ia ingin main-main denganku.


Kami saling pandang meminta persetujuan masing-masing.


"Ok baiklah, tapi hanya sebentar"pungkas mas Jordan.


Laras mengembangkan senyum kemenangan dan tersenyum sinis kearahku.


Yang aku balas rotasi bola mataku saja, seperti malas meladeni.


💮💮💮💮💮


"Katakan cepat aku tak punya banyak waktu" ucap Jordan dingin.


"Sudah tak ada Natallya disini berhenti lah bersikap na'if mas, aku tau kamu masih mencintai ku bahkan ingin mengejarku itulah kami berakting depannya bukan"ucap Laras berjalan dengan lancang ia duduk di atas pangkuan jordan.


"Cih jangan rendahkan harga dirimu yang sudah rendah jadi ****** murahan Laras"hardik Jordan menatap tajam wanita yang beraninya bermain-main dengannya.


"Ayolah mas aku sangat mengoda jika di atas ranjang, pastinya lebih menggairahkan dari Natallya"ucapnya mengelus rahang tegas Jordan.

__ADS_1


"Bahkan aku tak ereksi atau terangsang saat kau duduk dipangkuan ku atau mengelus rahangku, kamu hanya wanita bekas, tak sebanding dengan Natallya yang sangat mengoda"ucap Jordan berdiri menghempaskan tubuh Laras hingga jatuh kebawah lantai yang dingin.


"Awww stttt sialan"umpat Laras dan berdiri dengan geram.


"Kamu pantas me dapatkan itu"desis Jordan sinis.


"Jangan munafik kamu mas, dibayar berapa kamu sama Natallya dengan tubuhnya yang murahan itu"pekik Laras emosi.


"Diam ******, jangan sebut nata murahan dia bahkan tak menyerahkan tubuhnya pada lelaki semabarangan, beda dengan mu yang mau saja di icip dan digilir"ucap Jordan menohok hati Laras tangannya mencengkram dagu Laras keras dengan menekan.


"Sttt sa-kit mas le-le-pas"ucap Laras tertahan karna sakit di rahangnya.


"Kamu hanya kain lap yang sudah kotor dimana-mana digunakan, tak sebanding dengan Laras yang kain sutra yang hanya akan menjadi milikku"desis Jordan tajam menghempaskan Laras hingga Laras jatuh dan terbentur kursi.


"Ingat kamu bukan apa-apa bagiku, kamu wanita paling hina yang aku temui"ucap Jordan tersenyum miring menatap tajam kearah Laras yang meringis kesakitan, tak ada rasa iba yang ada jijik.


Lalu ia berjalan kembali ketempat sang pujaan hati.


"Sttt sialan kamu mas, lihat saja kalian tak akan bahagia, aku akan merusak hubungan kalian"gumam Laras penuh kebencian pada Natallya.


💮💮💮💮💮


"Apa kamu serius dengannya?"tanya Ferry yang tak tahan lagi berdiam diri.


"Ya dia lebih segalanya darimu, bahkan dia tak palsu seperti mu"cibirku ketus aku melirik sinis mengunakan ekor mata.


"Ayolah nata, mas akan berubah asal kamu kembali dengan mas, kamu sudah tak gemuk dan cantik sekarang, mas tak akan mencari yang lain lagi, lelaki itu palingan sedang bercinta dengan Laras mereka kan punya hubungan"mas Ferry berusaha membujuk diriku kembali, tak tau malu, dia bahkan menjelek-jelekkan mas Jordan.


"Ingat mas dia tak sama denganmu, jadi introspeksi diri kamu buka apa-apa darinya, jadi jangan berlagak sok disini, kamu tak lebih laki-laki pencundang yang tak tau diri"ucapku ketus, sudah geram sekali, tapi akau berusaha membalas dengan tenang.


"Cih apa yang kamu banggakan padanya, apa jangan-jangan kamu sudah menjadi jalangnya?, Kau hina juga rupanya, berapa yang harus aku bayar untuk 1 malam"pungkasnya pongah memang manusia tak punya malu tak bisa di ajak bahasa Indonesia baik-baik harus guna bahasa planet lain.


"Haha aku bukan istrimu yang jadi pelacur itu mas, jika pun aku dan mas Jordan sudah bercinta apa salahnya kami akan menikah, dan itu bukan urusan mu, oh yah 1 lagi nikmati saja tubuh istrimu jangan sok kaya raya ingin membayar ku jangankan 1 malam untuk malam-malam lainnya aku tak akan menerima"jawabku angkuh, agar ia sadar diri.


"Jangan sombong kamu nata, wanita seperti dirimu bisa saja ditiduri gratis Tampa membayar sepeserpun."ucap mas Ferry yang tersulut emosi.


"Hey kenapa kau emosi mas, jika memang wanita seperti ku gampang kamu tiduri, maka cobalah pergi ke rumah bordir atau klip malam, apa ada wanita yang mau menjajakan ************ secara geratis, aku rasa hanya istrimu itu"sindirku yang membuatnya membolakan matanya.


Ia ingin menjawab tapi tak bisa karna mas Jordan berjalan mendekati kami.


"Apa yang kalian bahas?"tanya pria itu.


"Tak ada, apa sudah selesai?"jawabku bertanya juga dengan tersenyum manis.


"Hmm sudah, oh yah bro, temui istrimu, aku tadi mendorong ia yang berusaha mengodaku"ucap mas Jordan tersenyum tajam dengan sinis campur dingin hingga asdmosfernya seperti mencekam.

__ADS_1


"A-apa?"tanya mas Ferry gagap, dasar lelaki bencong, baru berhadapan dengan mas Jordan saja sudah ketar ketir ketakutan, apalagi berhadapan dengan preman, bisanya memuaskan wanita saja.


__ADS_2