Istri Gendut Yang Kau Buang.

Istri Gendut Yang Kau Buang.
Part 3. Bergilir meminta uang.


__ADS_3

1 tahun kemudian sejak mengunjungi rumah mas Ferry, akhirnya setelah aku dan mas Ferry sah jadi suami istri kami memutuskan tinggal di rumah mamanya.


Selama inipun aku bisa mengatasi masalah maupun mengurus rumah dan bekerja.


"Nata" teriak mama dari ruangan keluarga.


"Iyah ma"sahutku dari arah dapur.


Karna memang aku sedang masak sarapan untuk keluarga.


"Bagi mama uang 2jt dong, uang kemarin habis nih, kan mama mau arisan nanti jam 9 sayang"minta mama sambil mengadakan tangannya, hufff uang lagi.


"Iyah ma nanti aku kasih setelah sarapa yah"aku memberi pengertian pada mertuaku, pasalnya ini pagi buta.


"Ya udah yang penting jangan lupa" jawabnya berlalu kearah kamarnya.


Aku kembali ke dapur setelah aku selesai masak tiba-tiba aku di kagetkan seseorang...


"Kak mau Liana bantu gak?."tanya Liana adik iparku, klo sudah begini ada maunya ini.


"Hmm apa Liana?"tanya ku balik.


"Ish mau aku bantuin gak"kan mulai sewot.


"Kamu gak liat udah selesai semua, ini udah di atas meja semua"jawabku sambil mengambil piring dan sendok yang ku tata.


"Baiklah, tapi aku mau minta sesuatu dong"katanya.


"Apa?"singkatku, aku malas berurusan dengan gadis pemalas ini.


"Minta uang 1 juta ajah buat jajan"jawabnya enteng, ringan sekali mulutnya meminta.


"Aku tak punya uang Liana, lagian mama minta uang tadi juga"jawabku seadanya.

__ADS_1


"Masa gak ada sih kan gaji kakak besar, masa menejer gak punya uang"jawabnya kesal padaku.


'bagaimana aku bisa punya uang untuk diriku 1 keluarga meminta padaku semua, mas Ferry saja angkat tangan pada keluarganya, padahal papa Ferdi kerja, kenapa kepada ku semua di minta biaya rumah aku yang tangguh. Jika bukan karna mas Ferry bilang perusahaan ia berkerja sedang kolaps aku akan mengeluh.'batinku emosi.


"Coba kau tanyakan pada papa siapa tau papa punya uang"sahutku acuh tak acuh.


"Ish sudah lah 300rb saja klo begitu"kekehnya tetap meminta.


"Ya sudah ikut aku ke kamar aku ambilkan segitu aku punya."pasrah deh daripada di bilang pelit.


Dia mengekor di belakang saat depan pintu kamar ia ingin masuk cepat-cepat aku menahannya.


"Tunggu sini kakak ambilkan"ucapku. Liana mengangguk saja.


"Ini uangnya 300rb ya"aku memberikan uang 3 lembar warna merah semua.


"Ok lain kali banyakin ya, jangan pelit." Jawabnya sambil mengibas uang itu ke mukanya, tak ada terimakasih, yang ada tanda tak bersyukur.


Aku masuk kembali ke kamar dan kulihat mas Ferry sedang menyisir rambut depan cermin.


Aku menghela nafas panjang.


'kenapa semua keluarga ini toqxi sekali, semua meminta uang, bergilir meminta uang, dikira aku ATM.'barinku.


"Yank dengar gak sih"suara mas Ferry tinggi sedikit.


"Iya mas aku dengar, aku ambilkan dulu"ujar ku berjalan ke arah lemari bajuku mengambil tasku.


"Nah gitu yank, dari tadi kek, aku kan tak perlu membentak mu yank"sahutnya sumringah.


"Ini mas tadi mas bilang 6jt ajah kan, ini juga aku mau kasih mama 2jt tadi mama minta"jawabku pasrah.


"Nah ini baru istri yang baik, udah cantik, baik, sayang mertua lagi"pujinya, setidaknya ia masih sama.

__ADS_1


"Iyah yank asal kamu senang, aku sayang banget sama kamu, kamu jangan nakal yah."ucapku senang sambil mencium tangannya.


"Tenang ajah yank gak akan aku berpaling, kan ada kamu, apalgi kamu sempurna"pujiannya sangat manis dan memabukkan, bahkan ia. Bersikap manis mencium keningku.


"Yasudah ayok turun sarapan, aku dah masak enak."antusiasku.


"Ayok, aku sudah terlambat juga yank."jawabnya melihat jam tangannya di pergelangan tangan kirinya.


Ternyata semua sudah berkumpul di meja makan dan sedang menikmati masakanku, tapi tak ada papa mertua, kemana ia pergi.


Dari semalam pun tak ada mama mertua santai saja memakan masakakun Tampa peduli pada suaminya.


"Mana uang yang mama minta tadi"tak ada tempat yang tepat mertuaku ini meminta uang. Bahkan disaat sedang makan pun, sifat ini berbeda dengan dulu saat aku belum menikah.


"Ini ma"aku berikan uang 2jt itu kepada mama mertuaku.


"Katanya tidak punya uang"sahut Liana sinis padaku.


"Memang kenapa Liana?"tanya mama mertuaku.


"Ini loh tadi Liana minta uang sama kak nata 1jt uang saku ma, kan Liana mau keluar kerja kelompok sama teman nanti."lancar sekali kata-katanya anak ini.


"Lalu?"tanya mama mertuaku.


"Yah kak nata bilang tak punya uang aku hanya di kasih 300rb."jawaban menatapku sinis.


"Ferry kasih kan uang untuk Liana mama tidak mau tau diakan mau belajar dengan temannya"ucap mama tegas pada mas Ferry.


"Kasih saja Liana uangnya nata, masa sama adik ipar perhitungan"jawab suamiku malah melimpahkan semua padaku.


"Aku sudah tak punya uang mas karna sudah ku gunakan untuk bayar tagihan listrik rumah dan yang lain"jawabku lirih mbuang mukaku.


"Ya sudah Liana ini kakak kasih 800rb tambahannya."mas Ferry memberikan uang itu pada Liana, itu uang yang dia minta tadi di kamar untuk modal, sebegitu sayangnya ia pada adiknya itu.

__ADS_1


"Lain kali sisihkan untuk Liana nata"sambung mas Ferry.


Aku hanya mengangguk saja.


__ADS_2