Istri Imutku

Istri Imutku
Ch 14 - Persiapan


__ADS_3

"Ehem, kalian ini bisik - bisikan apa sih? Kok kelihatannya serius banget" sindir Serena yang merasa dirinya di acuhkan oleh sang Suami dan Putra Keduanya.


Devin terkejut melihat sang Mama yang sudah ada di belakang dirinya. Untung saja Devin bisa menguasai emosinya, kalau tidak nanti sang Mama bisa curiga dengan bicaranya yang terbata - bata.


"Emm, mau main kucing - kucingan nih sama Mama? Iya kan?" ucap Serena dengan ekspresi seperti perempuan yang sedang ngambek.


Devin langsung menjawab pertanyaan sang Mama. Tapi bukan berarti menjawab apa yang di bicarakan dengan sang Papa tadi ya. Biarkan ini akan menjadi kejutan untuk sang Mama dan sang Kakak.


"Nggak kok Ma. Nggak gitu" jawab Devin sembari mengelus lembut tangan sang Mama.


Muhammad Devin Melviano, di kenal di kampusnya sebagai sang raja romantis yang bisa meluluhkan hati wanita hanya dengan satu cara. Duh, kebayang kan gimana hati para wanita akan luluh karena perlakuan romantis dari Devin.


"Nggak gitu apanya Devin" ucap Serena dengan galaknya.


"Haduh, buset nih Mama. Biasanya wanita akan luluh dengan perlakuan romantisku. Tapi kenapa Mama jadi galak begini? Kan aku jadi takut" gerutu Devin di dalam hatinya.


"Nggak papa Ma. Kami bukan bisik - bisikan yang serius kok Ma. Iya kan Pa?" ucap Devin sembari melirik sang Papa yang berada di sebelahnya.


"Iya, benar kata Devin Ma" ucap Dylan dengan singkat.


Devan bisa melihat kalau sebenarnya sang Papa ini sedang menahan gugupnya. Begitu juga dengan sang Adik yang juga sedang menahan gugupnya. Hal ini tentu menimbulkan banyak tanda tanya di pikiran Devan.


"Papa sama Devin kenapa ya? Kok mereka terlihat sama - sama menahan kegugupannya? Sebenarnya apa yang Papa dan Devin tutupi dari kami semua? Sebenarnya apa isi dari bisik - bisikan antara Papa dan Devin tadi? Kenapa mereka bersikap seolah tidak ada apa - apa?" tanya Devan di dalam hatinya.


"Devin, apakah benar yang kamu katakan itu?" tanya Serena dengan tatapan yang penuh dengan menyelidik.


Devin tersenyum lembut menatap sang Mama. Kali ini Devin yakin bahwa nanti sang Mama akan luluh dengan perlakuannya yang lembut.


Banyak wanita yang luluh karena perlakuannya yang sangat lembut dan romantis. Buktinya adalah Alesha Kanayra Fernandes, pacar dari Devin yang berasal dari keluarga terkaya nomor 2 di negara ini setelah keluarga Melviano.


"Hmmm" Serena hanya membalas ucapan Devin dengan deheman.


Rasanya Serena malas sekali untuk membalas ucapan Putra Keduanya. Entah kenapa tiba - tiba mood Serena serasa hilang melayang di bawa oleh angin yang menerpa.


Tiba - tiba saja Serena teringat akan hal yang sangat penting, yaitu acara penyambutan CEO baru yang akan di laksanakan pada hari ini.


"Yeee, aku akan berdandan secantik mungkin untuk hari ini" ucap Serena sembari tersenyum senang.


"Nananana" Serena bersenandung sembari berjalan memasuki kamarnya.

__ADS_1


Devan, Devin, Dylan, Adhitama, Hanna, Amanda, Anyuna, dan Anyura terperangah melihat sikap kekanak - kanakan yang di tunjukkan oleh Serena. Bagaimana tidak? Serena lebih terlihat seperti anak kecil yang mendapatkan Es Krim dan Permen dari pada terlihat sebagai orang dewasa.


"Ya ampun, Mama ini seperti anak kecil saja" gerutu Devan di dalam hatinya.


"Mama ini, memalukan sekali" gerutu Dylan di dalam hatinya.


"Kapan lagi bisa melihat Mama seperti anak kecil yang mendapatkan Es Krim dan Permen" batin Devin sembari tersenyum senang.


"Emm, Kakak, Oma, Opa, Papa, Mama, Papa Dylan, Yuna dan Yura harus bersiap - siap untuk berangkat sekolah" ucap Anyuna sembari tersenyum.


Devan, Devin, Hanna, Adhitama, Demian, Amanda, Dylan pun hanya membalas ucapan Anyuna dengan senyuman.


Anyuna dan Anyura pun melenggang pergi dari dapur dan berjalan menuju kamarnya untuk bersiap - siap berangkat ke sekolah.


"Mama, Papa, Manda, Demian, kalian akan pergi tidak ke acara penyambutan CEO baru?" tanya Dylan kepada Hanna, Adhitama, Demian, dan Amanda.


"Sebenarnya aku ingin pergi ke acara penyambutan CEO baru. Tapi Dylan, kamu tahu sendiri kalau tulang rentaku ini sudah mengeropos dan aku sudah tidak sekuat dulu" ucap Hanna dengan panjang lebar.


"Aku juga tidak pergi ke acara penyambutan CEO baru. Sebenarnya aku ingin melihat Devan tampil dengan kharismanya sebagai seorang CEO yang baru. Namun jika tulangku tidak sekuat dulu, mau bagaimana lagi" ucap Adhitama dengan pasrah.


"Aku dan Manda akan pergi ke acara penyambutan CEO baru Kak. Tentunya setelah kami mengantarkan Yuna dan Yura ke sekolahnya" ucap Demian sembari tersenyum lembut.


Dylan pun juga menyunggingkan senyuman di wajahnya yang tampan.


"Papa, Mama, Kakak, Devan, Devin, Sayang, aku pergi menemui Kak Rena ya. Aku ingin berdandan bersamanya" ucap Amanda sembari tersenyum bahagia.


"Baiklah" jawab Devan, Devin, Dylan, Hanna, Demian, dan Hanna.


Selepas kepergian Amanda, Dylan, Devin, dan Demian hendak pergi untuk mengganti pakaian mereka dengan stelan jas.


"Pa, Ma, Van, kami pamit dulu mau mengganti pakaian kami" ucap Dylan sembari tersenyum.


"Baiklah" jawab Devan, Hanna, dan Adhitama.


Dylan, Devin, dan Demian menuju ke sebuah ruangan yang di beri nama ruang ganti. Di sana juga terdapat stelan jas dan gaun pesta yang sesuai dengan ukuran seluruh anggota keluarga Melviano.


Kini hanya tersisa Devan, Hanna, dan Adhitama di dapur. Devan berencana untuk kembali menonton berita pagi bersama dengan sang Oma dan sang Opa.


"Oma, Opa, ayo kita menonton berita pagi" ucap Devan dengan senyuman yamg tersungging di wajah tampannya.

__ADS_1


Hanna dan Adhitama terlihat sedikit menimbang - nimbang tawaran dari Devan. Tak butuh waktu lama, kini Hanna dan Adhitama akan memberikan jawabannya.


"Baiklah" jawab Hanna dan Adhitama sembari berjalan ke ruang keluarga.


Devan pun mengikuti langkah sang Oma dan sang Opa yang sudah berjalan di depannya terlebih dahulu.


Sesampainya di sana, Adhitama, Hanna, dan Devan langsung duduk di atas karpet yang tebal dan ukurannya sangat besar.


Adhitama menyalakan Televisi dan langsung mencari channel Televisi yang menyediakan berita pagi.


Seperti biasanya, Devan selalu melihat orang yang sedang memperagakan bahasa isyarat. Sungguh orang yang kurang kerjaan banget ya.


Devan memasang wajah datar tanpa ekspresinya. Walau begitu, Devan tetaplah tampan dan menjadi idola para kaum hawa.


Di tengah - tengah keseruan menonton berita pagi, datanglah Serena dan Amanda yang sudah berdandan dan mengganti pakaiannya.


Serena dan Amanda berjalan mendekati Devan, Hanna, dan Adhitama yang tengah duduk di depan atas karpet yang ada di ruang keluarga.


Terlihatlah dua bidadari yang sangat cantik, yaitu Serena dan Amanda. Serena dan Amanda kompak mengenakan gaun panjang berwarna Navy. Warna yang sama dengan warna stelan jas yang di kenakan oleh Devan.


Beberapa saat kemudian, datanglah Devin, Dylan, dan Demian yang sudah mengganti pakaiannya dengan stelan jas.


Perlahan namun pasti, Devin, Dylan, dan Demian mendekat ke arah Devan, Hanna, Adhitama, Serena dan Amanda yang tengah duduk di atas karpet yang berada di ruang keluarga.


Terlihatlah tiga orang pria tampan yang tak lain adalah Devin, Dylan, dan Demian yang telah mengenakan stelan jas berwarna Navy. Warna yang sama dengan stelan jas yang di kenakan oleh Devan serta gaun yang di kenakan oleh Serena dan Amanda.


Beberapa saat kemudian, datanglah Anyuna dan Anyura yang sudah memakai seragam sekolahnya. Lengkap dengan tas yang bertengger di kedua bahu mereka serta sepatu yang di kenakan oleh Anyuna dan Anyura.


"Ayo kita berangkat" ucap Dylan yang langsung berdiri dari duduknya.


Devan, Devin, Dylan, Amanda, dan Serena juga langsung berdiri dari duduknya.


"Demian, Manda, Yuna, dan Yura berangkat bersama" ucap Dylan yang memberi instruksi.


"Devan dan Sayangku berangkat bersama Papa" ucap Dylan sembari tersenyum lembut.


"Devin berangkat sendiri karena ada urusan sebelum menghadiri acara penyambutan CEO baru" ucap Dylan dengan senyuman hangat.


"Kami berangkat dulu Oma, Opa" ucap Devan, Devin, Anyuna, dan Anyura yang berpamitan kepada sang Oma dan sang Opa.

__ADS_1


"Kami berangkat Ma, Pa" ucap Dylan, Demian, Serena, dan Amanda.


Devan, Devin, Anyuna, Anyura, Dylan, Demian, Serena, dan Amanda pun keluar dari rumah keluarga Melviano. Sesuai instruksi dari Dylan, kini Demian berangkat bersama dengan Amanda, Anyuna, dan Anyura. Dylan berangkat bersama Serena dan Devan. Sedangkan Devin membawa mobil sendiri karena ada urusan mendadak sebelum menghadiri acara penyambutan CEO baru.


__ADS_2