
"Ah, sudahlah kalian ini. Papa lelah. Kalian mainnya keroyokan, sedangkan Papa sendirian. Tubuh Papa rasanya ingin hancur" ucap Dylan sembari membaringkan tubuhnya di atas karpet tebal yang ada di ruang keluarga.
Serena, Devan, Devin, Anyuna, dan Anyura memberikan senyum yang terlihat sangat meremehkan kepada Dylan.
"Heh, hanya segitu kemampuanmu Pa" ucap Devan sembari menyunggingkan senyum meremehkan kepada sang Papa.
Sontak saja Dylan langsung beranjak dari yang semula berbaring di atas karpet tebal yang ada di ruang keluarga, sekarang posisi Dylan duduk di atas karpet tebal yang ada di ruang keluarga.
Dylan langsung melayangkan tatapan tajamnya kepada Putra Pertamanya yang tadinya mengejek dirinya.
"Apa maksudmu bocah tengik?" ucap Dylan sembari melayangkan tatapan tajamnya kepada Putra Pertamanya.
Devan hanya terdiam sembari menyunggingkan sebuah senyuman yang terlihat sangat meremehkan lawan bicaranya, yaitu Dylan, Papanya sendiri.
Serena diam - diam menyunggingkan senyuman bahagianya di wajahnya yang cantik.
"Lihatlah sayang, Devan sangat mirip sekali denganmu. Ah, aku jadi melihat cerminan dirimu di dalam diri Devan, Putra kita" batin Serena sembari menyunggingkan senyuman bahagianya.
Sementara itu, Devin mengikuti jejak sang Kakak yang memberikan sebuah senyuman yang berarti meremehkan kepada sang Papa.
"Ah, Papa. Pastinya kamu akan di kalahkan oleh kedua cerminan dirimu. Yaitu Devin dan Kak Devan" batin Devin sembari menyunggingkan senyuman misteriusnya.
"Emm, bagaimana kalau kita perang bantal lagi. Agar kita bisa tahu siapa yang paling kuat" ucap Devan kepada sang Papa dengan senyuman misteriusnya.
Dylan menyunggingkan sebuah senyuman licik di wajahnya yang tampan. Sepertinya senyuman tersebut di khususkan kepada Devan, Putra Pertamanya sendiri.
"Ayo. Siapa takut" ucap Dylan sembari mengambil sebuah bantal yang ada di dekatnya.
"Ma, Mama nanti akan menjadi juri di antara kami. Mama nanti akan memberikan aba - aba untuk memulai perang bantalnya" ucap Devan kepada sang Mama sembari memberikan kode dengan kedipan matanya.
Serena yang mengerti maksud dari kode yang di berikan oleh Devan tadi pun langsung menjawabnya dengan anggukan kepalanya.
"Bersiap" ucap Serena yang sedang memberi aba - aba.
"Tiga" ucap Serena yang sedang memberi aba - aba.
"Dua" ucap Serena yang sedang memberi aba - aba.
"Satu" ucap Serena yang sedang memberi aba - aba.
"Mulai" ucap Serena yang sedang memberi aba - aba sembari mengangkat kedua tangannya ke atas.
Puk
Puk
Puk
Puk
Puk
__ADS_1
Puk
Baik Devan maupun Dylan langsung melancarkan serangannya masing - masing. Seakan tak mau kalah, Devan dan Dylan langsung menyusun strategi dengan sangat cermat dan teliti.
"Hiyaaa" teriak Serena sembari menggoyangkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri.
Anyuna dan Anyura yang melihat kelakuan Serena pun langsung memberi kode satu sama lain untuk mengikuti apa yang di lakukan oleh Serena.
"Hiyaaa" teriak Anyura yang hampir memecahkan setiap gendang telinga yang mendengarnya sembari menggoyangkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri.
"Hiyaaa" teriak Anyuna dengan nyaring sembari menggoyangkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri.
Serena, Anyuna, dan Anyura masih berteriak 'Hiyaaa, hiyaaa' dengan menggoyangkan tubuh mereka ke kanan dan ke kiri. Tak jarang Serena, Anyuna, dan Anyura mengikuti joget - joget ala tik tok dengan teriakan 'Hiyaaa, hiyaaa'. Ada - ada saja mereka ini.
"Aku melihat bahwa Papa tidak akan menang melawan Kaka Devan. Kan Papa juga sudah berumur, dan lagian kan Kak Devan masih muda. Jadi staminanya masih kuat" batin Devin sembari menyunggingkan senyuman licik di wajahnya yang tampan.
Devan menyunggingkan senyuman liciknya di kala memukul sang Papa menggunakan bantal yang di pegang olehnya dengan sangat kuat.
Karena tak bisa menahan serangan pukulan dari Putra Pertamanya yang sangat kuat, akhirnya Dylan pun jatuh di atas karpet tebal yang sekarang menjadi tempat perang bantal antara Devan dan Dylan ini.
"Ah, sudahlah Devan. Tubuh Papa tidak kuat lagi untuk menahan serangan pukulanmu yang sangat kuat itu" ucap Dylan sembari membaringkan tubuhnya di atas karpet tebal yang ada di ruang keluarga.
Devan, Devin, Serena, Anyuna, dan Anyura langsung menyunggingkan sebuah senyuman di wajah mereka yang memiliki arti meremehkan untuk lawannya.
Prok
Devan dan Devin langsung ber tos ria atas kemenangan di tim mereka. Devan dan Devin pun menyunggingkan senyuman yang berarti senang di wajah mereka yang tampan seperi pangeran kerajaan.
Pada akhirnya Dylan hanya bisa menarik nafas dengan panjang. Dylan pasrah saja dengan perkataan Kedua Putranya, Istrinya, dan Kedua Keponakan Kembarnya yang menginginkannya mengakui sebuah kekalahan.
"Ya sudahlah. Papa akui kalau kali ini Papa kalah dari tim kalian. Tapi lain kali Papa akan merebut kemenangan dari tim kalian" ucap Dylan sembari menarik nafas dengan panjang.
"Oke oke, tidak masalah bagi kami. Asalkan Papa bisa Papa boleh mengambil kemenangan itu dari kami" ucap Devan dengan santainya.
Anyuna langsung membisikkan sesuatu kepada Adik kembarnya. Kelihatannta Anyuna sedang punya ide yang sangat brilian.
"Hei Yura, Kakak punya ide yang sangat brilian nih" ucap Anyuna dengan berbisik kepada Adik Kembarnya.
"Ide apa Kak?" tanya Anyura dengan berbisik kepada Kakak Kembarnya.
"Emm, kita buat teka - teki lucu untuk Papa Dylan, Mama Rena, Kak Devan, dan Kak Devin. Mereka pasti sangat kelelahan. Maka dari itu kita memberikan energi lewat teka - teki lucu ini" ucap Anyuna yang menjelaskan rencananya dengan berbisik kepada Adik Kembarnya.
"Ah, ide yang sangat brilian sekali Kak. Baiklah, kita akan memulainya sekarang" ucap Anyura kepada Kakak Kembarnya dengan berbisik.
Anyuna hanya membalas ucapan Adik Kembarnya dengan sebuah senyuman yang terhias di wajahnya yang cantik.
"Ehem, perhatian - perhatian" ucap Anyura yang meminta perhatian dari Serena, Dylan, Devan, dan Devin dengan suaranya yang sangat cempreng itu.
"Papa Dylan, Mama Rena, Kak Devan, dan Kak Devin. Yuna dan Yura akan mebawakan beberapa teka - teki lucu untuk Mama Rena, Papa Dylan, Kak Devan, dan juga Kak Devin" ucap Anyuna dengan senyuman bahagia yang mengembang di wajahnya.
Kedua bola mata Serena langsung memancarkan binar - binar bahagia mendengar perkataan Anyuna dan Anyura yang akan membawakan beberapa teka - teki lucu kepada dirinya, Suaminya, dan Kedua Putranya.
__ADS_1
"Wah, benarkah kalian mempunyai teka - teki yang lucu?" tanya Serena kepada Anyuna dan Anyura dengan binar yang sangat terpancar dari kedua matanya.
Anyuna dan Anyura hanya menjawab ucapan Serena dengan sebuah anggukan kecil.
"Ma, Mama tahu nggak orang apa yang berenang tapi rambutnya tak pernah basah?" tanya Anyura kepada Serena.
Serena hanya menjawab pertanyaan Anyura dengan gelengan dari kepalanya.
"Jawabannya adalah orang yang kepalanya botak. Gimana rambutnya mau basah coba, orang dianya aja nggak punya rambut" jawab Anyuna sembari tertawa kecil.
Sontak saja jawaban dari Anyuna membuat Serena, Dylan, Devan, dan Devin mengeluarkan tawanya.
"Hahaha" tawa Serena, Dylan, Devan, dan Devin yang menggema di ruang keluarga yang berada di rumah keluarga Melviano.
"La lagi" ucap Serena dengan terbata - bata karena sedang menahan tawanya.
"Oke oke" jawab Anyuna sembari tertawa kecil.
"Kak Devan, Kakak tahu nggak apa yang nembaknya ke lantai tapi yang kena hidung?" tanya Anyura kepada Kakak Sepupunya.
Devan hanya menjawab pertanyaan Adik Sepupunya dengan gelengan dari kepalanya.
"Jawabannya adalah kentut dong" ucap Anyuna sembari tertawa kecil.
Jawaban singkat dari Anyuna bisa membuat Serena, Dylan, Devan, dan Devin mengeluarkan tawanya. Bagaimana tidak? Mereka mengiranya bukan kentut. Eh, tapi jawabannya kentut.
"Mau lagi Pa, Ma, Kak Devan, Kak Devin?" tanya Anyura kepada Serena, Dylan, Devan, dan Devin.
Pertanyaan dari Anyura hanya di jawab oleh Serena dengan sebuah anggukan kecil dari kepalanya.
"Oke. Apakah Papa tahu kenapa di keyboard ada tulisan ENTER nya?" tanya Anyura kepada Dylan.
Sementara itu Dylan hanya membalas ucapan Anyura dengan sebuah gelengan kecil dari kepalanya.
"Jawabannya adalah kalau tulisannya ENTAR programnya nanti nggak jalan - jalan" ucap Anyuna sembari tertawa kecil.
Sontak saja Serena, Dylan, Devan, dan Devin mengeluarkan tawanya kembali mendengar jawaban dari Anyuna yang terbilang sangatlah lucu.
"Pa, Ma, Kak Devan, Kak Devin, ini adalah teka - teki lucu yang terakhir. Jadi di simak baik - baik" ucap Anyuna yang mendapatkan anggukan kecil dari Serena, Dylan, Devan, dan Devin.
"Siapakah penyanyi luar negeri yang suka bersepeda?" tanya Anyura yang langsung mendapatkan gelengan kecil dari Serena, Dylan, Devan, dan Devin.
"Jawabannya adalah Selena Gowes" ucap Anyuna sembari tertawa kecil.
Lagi - lagi Serena, Dylan, Devan, dan Devin mengeluarkan tawanya. Bagaimana tidak? Nama penyanyi tersebut yang benar adalah Selena Gomes, bukannya Selena Gowes. Hah, ada - ada saja si Kembar ini.
"Hahaha" tawa Serena, Dylan, Devan, dan Devin.
"Teka - teki ini sangatlah lucu" ucap Devin sembari memberikan kedua jempolnya kepada Anyuna dan Anyura.
"Kalian sangat berbakat untuk menjadi pelawak" ucap Serena sembari memberikam kedua jempolnya kepada Anyuna dan Anyura.
__ADS_1