Istri Imutku

Istri Imutku
Ch 6 - Coretan


__ADS_3

"Ah, Kakak Ipar ini bisa saja. Terima kasih Kak" ucap Anyura yang tersipu malu.


"Sama - sama" ucap Chalista sembari tersenyum lembut.


Anyuna yang semulanya hanya terdiam mendengarkan obrolan antara Calon Kakak Iparnya dan Adik Kembarnya.


"Setelah ini giliran siapa yang akan merias dan di rias?" tanya Anyuna sembari tersenyum licik.


"Setelah ini Yuna akan merias wajah Yura" ucap Chalista sembari tersenyum lembut.


"Okelah" ucap Anyura dengan santainya.


"Bersabarlah sayang, permainan baru saja akan di mulai" batin Anyuna sembari tersenyum licik.


Tiba - tiba, datanglah Serena menuju ke arah Chalista, Anyuna, dan Anyura berada. Terlihat dia membawa dua Paperbag di tangan kanannya.


"Halo gadis - gadisnya Mama" teriak Serena dengan heboh sembari berjalan berlenggak - lenggok layaknya seorang model yang sedang Fashion Show.


"Halo Mama" ucap Anyuna dan Anyura sembari tersenyum senang.


Serena merasa heran dengan sikap Calon Menantunya yang tidak menyapa dirinya.


"Lho, kok Calon Mantunya Mama nggak menyapa Mama sih?" tanya Serena sembari mendekatkan dirinya kepada Calon Menantunya.


"Eh, Mama. Halo Ma" sapa Chalista sembari tersenyum kikuk.


Serena tersenyum puas ketika mendengar sapaan dari Calon Menantunya. Bagi Serena, melihat orang - orang tersayangnya yang bahagia akan membuatnya bahagia juga. Karena bahagia itu sederhana.


"Ini buat Calon Mantu Mama" ucap Serena sembari menyodorkan Gaun selutut berwarna putih kepada Chalista.


"Ah Mama. Tidak usah repot - repot" tolak Chalista secara halus.


"Ambil atau nanti Mama bakalan benci sama kamu" Serena mengancam Chalista karena Chalista enggan menerima pemberian darinya.


"Maafkan Mama sayang. Karena inilah yang bisa Mama lakukan untuk menyempurnakan rencana Yuna dan Yura" batin Serena yang merasa bersalah kepada Calon Menantunya.


"Iya Ma.Terima kasih " ucap Chalista dengan nada yang bergetar sembari mengambil Gaun selutut berwarna putih dari tangan Calon Mama Mertuanya.


"Sama - sama" ucap Serena sembari mengelus lembut puncak kepala Calon Menantunya.


"Wah, hebat banget Mama. Bisa membuat Kakak Ipar ketakutan hanya dengan satu ancaman" puji Anyura di dalam hatinya.


"Mama kayaknya berbakat deh jadi Artis FTV" puji Anyuna di dalam hatinya.


Chalista tampak menunjukan senyum terpaksanya kepada Calon Mama Mertuanya. Bagaimanapun juga dia harus tetap menghargai pemberian orang lain. Apalagi jika yang memberinya adalah Calon Mama mertuanya sendiri. Ah, sebenarnya Chalista tampak tidak enak hati menerima pemberian dari Calon Mama Mertuanya. Bukan karena tak suka, namun lebih tepatnya karena tak ingin merepotkan Calon Mama Mertuanya.


Sementara itu, Anyuna dan Anyura tampak memanyunkan bibirnya karena tidak di beri Gaun oleh Tante mereka. Anyuna dan Anyura merasa cemburu jika hanya Calon Kakak Iparnya yang di berikan Gaun oleh Tante mereka.


"Ih Mama, Mama hanya memberi Kakak Ipar Gaun yang cantik. Sedangkan kita nggak" ucap Anyura sembari memanyunkan bibirnya.


"Iya. Mama pilih kasih deh" ucap Anyuna yang ikut membenarkan perkataan Adik Kembarnya.

__ADS_1


Serena menahan tawanya ketika melihat Kedua Keponakan Kembarnya ini merajuk karena tidak di berikan Gaun olehnya. Padahal Serena sudah menyiapkan Gaun yang sama persis untuk Kedua Keponakan Kembarnya ini.


"Enggak kok. Mama udah siapin buat kalian. Ini buat Yuna" ucap Serena sembari menyodorkan Gaun selutut berwarna pink kepada Anyuna.


"Wah, terima kasih Ma" ucap Anyuna dengan binar di kedua matanya.


"Sama - sama" ucap Serena sembari tersenyum lembut.


"Untuk Yura mana Ma?" ucap Anyura sembari memanyunkan bibirnya.


"Ada kok. Ini buat Yura" ucap Serena sembari menyodorkan Gaun selutut berwarna pink yang sama persis dengan milik Anyuna.


"Wah, terima kasih Ma" ucap Anyura yang langsung memeluk tubuh sang Tante.


"Sama - sama" ucap Serena dengan mencubit gemas pipi chubby milik Anyura.


"Aduh" rintih Anyura ketika mencapatkan cubitan di pipi chubby miliknya.


"Lista sayang, ayo kamu ganti pakaianmu dengan Gaun pemberian Mama. Make Up nya sangat cocok dengan Gaunnya" ucap Serena sembari tersenyum lembut.


Chalista hanya membalas ucapan Calon Mama mertuanya dengan sebuah senyuman kecil.


"Ini siapa yang merias wajah Calon Mantuku?" tanya Serena dengan senyuman yang mengembang di wajah cantiknya.


"Yura dong" ucap Anyura sembari menepuk - nepuk dadanya.


"Bagus Yura. Kamu berbakat menjadi Make Up Artis" ucap Serena sembari mengacungkan kedua jempolnya kepada Anyura.


Chalista mengikuti langkah Calon Mama Mertuanya menuju ke arah ruang ganti.


Sesampainya di sana, Serena langsung menyuruh Calon Menantunya untuk segera berganti pakaian.


"Ayo gantilah pakaianmu sayang. Mama akan menunggumu" ucap Serena sembari mendorong kecil tubuh Chalista.


Chalista hanya menjawab ucapan Calon Mama Mertuanya dengan sebuah anggukan kecil.


Chalista pun segera bergegas untuk mengganti pakaiannya yang sekarang dia pakai dengan Gaun pemberian Calon Mama Mertuanya.


Tak butuh waktu lama untuk Chalista mengganti pakaiannya yang tadi dengan Gaun yang sekarang dia pakai.


Chalista terlihat cantik dengan Gaun putih selutut yang kontras dengan kulit putihnya, serta Make Up natural yang terhias di wajahnya.


"Kamu cantik sekali" puji Serena dengan nada yang penuh akan kekaguman.


"Terima kasih Ma" ucap Chalista yang tersipu malu.


Serena menggenggam tangan Chalista dan mengajaknya keluar dari ruang ganti. Terlihat di sana, Anyuna sudah selesai merias wajah Adik Kembarnya dengan riasan super kilatnya.


Dari kejauhan Chalista bisa melihat hasil Make Up Anyuna yang ada di wajah Anyura yang sangat jauh dari kata sempurna.


"Kakak, aku sudah selesai merias wajah Yura. Sekarang giliran Kakak merias wajahku" ucap Anyuna dengan gembira.

__ADS_1


"Oke" ucap Chalista sembari memulai merias wajah Anyuna.


Tak butuh waktu lama untuk Chalista menyelesaikan riasan natural di wajah Anyuna. Anyuna terlihat cantik dengan Make Up natural yang terhias di wajahnya.


"Kamu ganti pakaiannya ya. Yura belum ganti pakaiannya juga. Ajaklah Yura" ucap Serena dengan senyuman yang tersungging di wajahnya.


"Oke Ma" ucap Anyuna sembari menarik pergelangan tangan Adik Kembarnya.


Chalista tersenyum melihat kedua Kakak dan Adik Kembar tersebut. Chalista sangat bahagia melihat mereka bersama. Walaupun dalam hatinya Chalista merasa iri karena tidak mempunyai saudara kandung.


"Andaikan aku punya saudara kandung" batin Chalista di dalam hatinya.


Terlihat di sana Anyuna dan Anyura telah selesai berganti pakaian mereka. Anyuna dan Anyura berjalan mendekati Chalista dan Serena yang sedang membereskan perlengkapan Make Up serta menyiapkan tiga buah Cermin berurukuran sedang.


"Bagaimana Kak penampilan kami?" tanya Anyura sembari memutar - mutar tubuhnya.


"Sempurna" ucap Chalista sembari memberikan kedua jempolnya kepada dua saudara Kembar ini.


Anyuna dan Anyura telah duduk di tempat mereka semula. Terlihat Serena tersenyum sembari memegang tiga buah Cermin berukuran sedang.


"Ayo lihat Make Up yang menempel di wajah kalian" ucap Serena sambil memberikan satu buah cermin kepada Anyuna, Anyura, dan Chalista tentunya.


Chalista menarik nafas yang panjang sebelum dia berbicara.


"Oke, Cermin ini akan menjadi saksi dari siapa yang berhasil dalam tantangan ini dan siapa yang gagal dari tantangan ini" ucap Chalista sembari tersenyum lembut.


Chalista, Anyuna, dan Anyura mulai bercermin. Sesaat lagi mereka akan mengetahui siapa yang berhasil dan siapa yang gagal dalam tantangan ini.


"Aaa, kenapa wajahku seperti ini. Jelek sekali" teriak Anyuna dengan histeris.


"Oke, sudah di pastikan Yura gagal dalam tantangan ini" ucap Anyuna sambil menyunggingkan senyuman licik di wajahnya.


Anyura menghembuskan nafas dengan kasar. Anyura pasrah bahwa dia kalah dalam tantangan kali ini. Anyura akan menerima konsekuensinya.


Terlihat Anyuna telah memegang sebuah Eyeliner, dan Chalista telah memegang sebuah Lipstik. Eyeliner dan Lipstik ini akan mereka gunakan untuk mencoret - coret wajah Anyura sesuai dengan konsekuensi mereka tadi.


Anyuna terlihat mendekatkan dirinya kepada Adik Kembarnya. Di susul oleh Chalista yang berada di belakang Anyuna. Anyuna dan Chalista sudah siap dengan peralatan mereka .


"Kita mulai" teriak Anyuna sembari membuka tutup Eyeliner miliknya.


Chalista menyunggingkan senyuman di wajah nya. Entah apa arti dari senyuman tersebut. Yang pasti senyuman Chalista terlihat sangat menakutkan di mata Anyura kali ini.


Terlihat Chalista mebuka tutup sebuah Lipstik yang berwarna merah terang tersebut. Membuat Anyura menelan salivanya karena takut akan senyuman Chalista yang terlihat sangat menakutkan.


Sreeet


Anyuna dan Chalista mulai mencoret - coret wajah Anyura dengan Eyeliner dan Lipstik yang menjadi senjata mereka.


Anyuna akan berhenti mencoret - coret wajah Adik kembarnya ketika merasa dia sudah puas. Namun berbeda dengan Chalista yang mencoret wajah Anyura dengan tidak terlalu banyak.


"Ya Allah, akan jadi seperti apa wajahku nanti jika mereka sudah selesai mencoret - coret wajahku nanti? Jangan sampai aku terkejut karena aku tak bisa mengenali wajahku sendiri" batin Anyura.

__ADS_1


__ADS_2