Istri Imutku

Istri Imutku
Ch 15 - Penyambutan CEO Baru


__ADS_3

Setelah 15 menit perjalanan, kini Devan, Serena, dan Dylan telah sampai di perusahaan Melviano Corporation, perusahaan milik keluarga Melviano.


"Akhirnya kita sampai ya Pa" ucap Serena sembari tersenyum senang.


Dylan hanya menjawab ucapan sang Istri dengan sebuah senyuman yang tersungging di wajahnya yang tampan.


Akhirnya Serena, Dylan, dan Devan berjalan memasuki gedung perusahaan Melviano Corporation. Acara penyambutan CEO baru ini akan di laksanakan di aula perusahaan Melviano Corporation.


"Wah, lihatlah. Nyonya Serena terlihat sangat cantik hari ini"


"Ya Tuhan, Tuan Dylan dan Nyonya Serena terlihat sangat serasi"


"Tuan Muda Devan terlihat sangat tampan hari ini"


"Aaa, aku sangat ingin menjadi pasangan Tuan Muda Devan"


Begitulah suara - suara para karyawan dan para tamu undangan yang memuji kecantikan Serena, memuji keserasian Dylan dan Serena, serta memuji ketampanan Devan.


Dylan, Serena, dan Devan langsung menduduki kursi yang telah di khususkan untuk anggota keluarga Melviano.


Untuk kalian yang bertanya - tanya kok bisa sih ada acara penyambutan CEO baru tapi kemarin tidak terlihat ada yang membicarakannya? Jawabannya adalah Dylan telah menyuruh asisten pribadinya, Gilang untuk merencanakan acara penyambutan CEO baru untuk hari ini hanya dalam waktu semalam. Orang kaya mah bebas. Bisa ngapain aja asalkan ada uangnya.


Terlihat di sana, ada bayangan sepasang suami istri yang mengenakan stelan jas berwarna Navy serta gaun berwarna Navy. Mereka adalah Demian dan Amanda yang baru datang karena mereka harus mengantarkan Anyuna dan Anyura ke sekolah mereka.


Demian dan Amanda berjalan dengan sangat Gagah dan Anggun menuju ke arah kursi yang di khususkan untuk anggota keluarga Melviano.


"Hei Manda" sapa Serena sembari bercipika cipiki dengan Amanda.


"Halo Kak" sapa Amanda sembari membalas cipika cipiki dari sang Kakak Ipar.


"Hei bro" ucap Demian sembari bersamalan ala - ala cowok.


"Hei" ucap Dylan sembari membalas salam ala - ala cowok dari Demian.


Amanda dan Demian pun menduduki kursi yang bersebelahan dengan kursi Serena dan Dylan.


"Devin nih kemana sih? Bukannya dia nggak ada jadwal kuliah kalau hari ini?" tanya Devan di dalam hatinya.


Acara penyambutan CEO baru akan segera di mulai. Namun Devin tak kunjung memperlihatkan batang hidungnya. Hal ini semakin membuat Devin bertanya - tanya di dalam benaknya sendiri.


"Haish ini bocah. Orang acaranya mau di mulai masih aja nggak datang - datang. Awas aja kalau urusannya itu berduaan bersama kekasihnya. Apa aku harus membuatnya berbohong agar hidungnya memanjang seperti pinokio? Kalau hidungnya panjang kan kelihatan" gerutu Devan di dalam benaknya.


Hanya Devan saja yang merasa kesal dengan sang Adik. Serena, Amanda, dan Demian terlihat tenang - tenang saja. Padahal mereka tidak tahu apa yang telah di rencanakan oleh Devan dan Dylan.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" ucap sang MC yang bernama Zahra tersebut.


"Walaikumsalam" jawab para tamu undangan, para karyawan, serta keluarga Melviano.


"Salam sejahtera untuk kita semua. Hari ini kita akan mengadakan acara penyambutan CEO baru. Beri tepuk tangan yang meriah" ucap sang MC yang bernama Fahri tersebut.

__ADS_1


Prok


Prok


Prok


Semua tamu undangan, para kayawan, dan keluarga Melviano memberikan tepuk tangan yang meriah sesuai instruksi MC yang bernama Fahri tersebut.


"Marilah kita mulai acara hari ini dengan melafadzkan Bismillah" ucap sang MC yang bernama Zahra tadi.


"Bismillahi rahmani rahim" ucap para tamu undangan, para karyaman, dan keluarga Melviano.


"Baiklah para hadirin yang terhormat, acara hari ini akan kita mulai dengan kata sambutan dari Tuan Muhammad Dylan Melviano, selaku CEO perusahaan Melviano Corporation yang lama. Di persilahkan untuk Tuan Dylan memberikan kata sambutannya" ucap sang MC yang bernama Fahri tersebut sembari tersenyum lembut.


Prok


Prok


Prok


Semua tamu undangan, para karyawan, serta keluarga Melviano memberikan tepuk tangan untuk Dylan yang sedang berjalan ke arah podium.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" ucap Dylan dengan nada yang tegas.


"Waalaikumsalam" ucap para tamu undangan, para karyawan, serga keluarga Melviano.


"Salam sejahtera untuk kita semua. Saya Muhammad Dylan Melviano, selaku CEO perusahaan Melviano Corporation akan pensiun dari posisi saya. Dan posisi saya akan di isi oleh Muhammad Devan Melviano, selaku Putra Pertama saya. Saya harap para rekan bisnis perusahaan Melviano Corporation dan para karyawan perusahaan Melviano Corporation dapat menghormati Muhammad Devan Melviano, Putra Pertama saya seperti kalian menghormati saya. Ini saja yang dapat saya sampaikan. Saya akhiri Wabillahi taufik wal hidayah, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" ucap Dylan dengan tegas.


Dylan pun turun dari podium. Dylan berjalan ke arah tempat duduknya yang dia duduki tadi dengan wajah yang tegas dan kharismanya yang sangat terpancar dari wajahnya.


"Kita berikan tepuk tangan untuk Tuan Muhammad Dylan Melviano" ucap sang MC yang bernama Zahra tersebut.


Prok


Prok


Prok


Semua tamu undangan, para karyawan, dan keluarga Melviano memberikan tepuk tangan yang meriah untuk Dylan.


"Para hadirin yang terhormat, acara hari ini akan kita lanjutkan dengan kata sambutan dari Tuan Muda Muhammad Devan Melviano, selaku CEO perusahaan Melviano Corporation yang baru. Kepada Tuan Muda Devan, di persilahkan memberikan kata sambutannya" ucap sang MC yang bernama Fahri tersebut sembari tersenyum senang.


Prok


Prok


Prok


Semua tamu undangan, para karyawan, dan keluarga Melviano memberikan tepuk tangan untuk Devan.

__ADS_1


Devan berjalan menuju podium dengan wajah yang tegas dengan kharisma yang terpancar dari wajahnya.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" ucap Devan dengan tegas.


"Waalaikumsalam" ucap semua tamu undangan, para karyawan, dan keluarga Melviano.


"Salam sejahtera untuk kita semua. Saya Muhammad Devan Melviano, selaku CEO yang baru di perusahaan Melviano Corporation berharap kepada para karyawan agar patuh terhadap peraturan yang di terapkan oleh perusahaan serta meningkatkan kualitas kinerja kalian. Saya juga berharap untuk para rekan bisnis perusahaan Melviano Corporation agar masih melanjutkan kerja sama kita, walaupun perusahaan Melviano Corporation ini sudah berganti CEO nya. Ini saja yang dapat saya sampaikan. Saya akhiri Wabillahi taufik wal hidayah, Wassalamuaikum warahmatullahi wabarakatuh" ucap Devan dengan tegas.


"Waalaikumsalam" ucap semua para tamu undangan, para karyawan, dan keluarga Melviano.


Devan pun turun dari podium. Devan turun dari podium dan menuju ke arah kursi yang di dudukinya tadi dengan wajah tegasnya dan kharisma yang sangat terpancar dari wajahnya.


"Kita berikan tepuk tangan yang meriah untuk Tuan Muda Muhammad Devan Melviano, selaku CEO yang baru di perusahaan Melviano Corporation" ucap sang MC yang bernama Zahra tersebut.


Prok


Prok


Prok


Semua tamu undangan, para karyawan, dan keluarga Melviano memberikan tepuk tangannya untuk Devan yang telah resmi menjadi CEO yang baru di perusahaan Melviano Corporation.


"Kita akhiri acara penyambutan CEO baru ini dengan melafadzkan Alhamdulillah" ucap sang MC yang bernama Fahri tersebut.


"Alhamdulillah" ucap semua tamu undangan, para karyawan, dan keluarga Melviano.


"Hadirin yang terhormat di persilahkan untuk menyantap hidangan yang telah di sediakan oleh perusahaan Melviano Corporation. Selamat menikmati" ucap sang MC yang bernama Zahra tersebut.


Sementara yang terjadi dengan Devin


Devin, Chalista, dan Aurel sedang duduk di kursi untuk karyawan yang berada paling belakang. Kenapa Devin, Chalista, dan Aurel memilih duduk di kursi Karyawan yang berada di paling belakang? Karena agar rencana yang di rencanakan oleh Devin menjadi sukses. Letak kursi Devin, Chalista, dan Aurel sangat jauh dengan letak kursi khusus keluarga Melviano yang berada di paling depan.


"Vin, kenapa sih kita di bawa sama kamu ke perusahaan milik keluargamu?" tanya Aurel dengan dahi yang berkerut.


"Dengerin aku baik - baik ya" ucap Devin dengan tatapan seriusnya.


Aurel dan Chalista menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Devin.


"Aku ajak kalian ke sini karena mau memberi surprise untuk Mama dan Kakakku. Chalista sekarang udah jadi Calon Kakak Iparku" ucap Devin sembari tersenyum seperti kuda.


"Apa" ucap Aurel dengan ekspresi keterkejutannya.


"Mama dan Kakak pasti senang dengan kehadiran Chalista yang sekarang sudah berstatus sebagai Calon Kakak Iparku. Aku juga mau memperkenalkan Aurel sebagai sahabatku. Kan Mama, Papa, dan Kakak tidak tahu kalau aku mempunyai dua sahabat yang sangat cantik" ucap Devin sembari tertawa kecil.


"Calon Kakak Ipar. Ih, Devin ini menyebalkan sekali" umpat Chalista di dalam hatinya.


"Aurel, Calon Kakak Ipar, nanti kalau Devin bilang 'Go' kita langsung berjalan ke arah kursi khusus keluarga Melviano ya?" ucap Devan dengan tatapan yang sangat serius.


"Oke Devin" ucap Aurel dan Chalista secara bersamaan dengan memperagakan gaya hormat kepada Devin.

__ADS_1


"Ah, kalian ini. Lucu sekali" ucap Devin sembari tertawa kecil.


__ADS_2