
"Lista sayang, kamu setuju kan?" tanya Chandra pada Chalista, Putri tunggalnya.
Chalisa pun menyunggingkan senyuman lembut di wajahnya yang cantik karena mendengarkan pertanyaan sang Ayah.
"Tentu saja Lista setuju Ayah" ucap Chalista sembari menyunggingkan senyuman lembut di wajahnya yang cantik.
"Baiklah sayang" ucap Chandra sembari mengelus lembut puncak kepala Chalista, Putri tunggalnya yang terbalut dengan hijab syar'i berwarna hitam.
"Emm, Tuan Chandra dan Nyonya Dewi, kapan kita akan merencanakan prewedding, fitting baju, dan mencari cincin pernikahan untuk Devan dan Chalista?" ucap Dylan dengan lembut sembari menatap wajah Calon Besannya dengan senyuman lembut yang tersungging dari wajahnya yang tampan.
"Bagaimana kalau fitting baju pernikahannya akan di laksanakan besok sekaligus dengan membeli cincin pernikahan. Sedangkan prewedding akan di laksanakan lusa. Jadi ada waktu lima hari bisa di pakai Chalisa dan Devan untuk beristirahat" ucap Hanna yang kali ini bersuara untuk memberikan usulannya.
Chandra memberikan senyuman lembutnya kepada Hanna yang merupakan Mama dari Dylan, Calon Besannya.
"Saya setuju dengan usulan anda Nyonya Besar. Bagaimana menurut kalian Tuan Dylan, Devan, dan juga Chalista?" tanya Chandra yang meminta pendapat dari Dylan, Devan, dan Chalista.
"Saya setuju saja sama usulan Mama" ucap Dylan sembari tersenyum lembut kepada Calon Besannya.
"Lista setuju sama usulan Oma" ucap Chalista sembari tersenyum lembut kepada Hanna yang duduk di sebelah Suaminya, Adhitama.
"Devan juga setuju sama usulan Oma. Tapi Devan cutinya dari satu hari sebelum nikah sampai satu minggu setelah nikah, Oma" ucap Devan sembari menyunggingkan senyuman liciknya kepada Chalista, Calon Istrinya.
"Hah, kenapa Kak Devan tersenyum licik seperti itu? Apa maksdunya dari senyuman licik dan perkataan yang di ucapkan oleh Kak Devan tadi?" batin Chalista yang menerka - nerka sembari sesekali bergidik ngeri melihat senyuman Devan.
"Baiklah, sesuai dengan usulan Nyonya Besar, maka fitting baju pernikahan dan membeli cincin pernikahan akan di laksanakan besok. Sementara prewedding akan di laksanakan lusa atau satu hari setelah fitting baju pernikahan dan membeli cincin pernikahan" ucap Chandra sembari perlahan menyunggingkan senyuman lembut di wajahnya yang tampan.
"Baiklah" jawab Serena sembari menyunggingkan senyuman bahagia di wajahnya yang cantik.
"Ada waktu 5 hari buat aku menguasai Calon Mantuku. Kapan lagi bisa ada kesempatan emas kayak ini? Nanti kalau udah nikah malahan di pelukin terus sama suaminya. Di mintain jatah siang malam juga. Haduh, jadi ingat masa - masa pengantin baru nih" batin Serena sembari tersenyum senang.
"Persiapan akad nikah dan resepsinya akan di siapkan oleh keluarga kami. Jadi Tuan Chandra tinggal terima bersihnya saja" ucap Dylan sembari tertawa kecil.
"Baiklah Tuan Dylan" jawab Chandra dengan nada pasrah.
Chandra sebenarnya sangat ingin untuk ikut mempersiapkan pernikahan Putri tunggalnya. Namun jika Calon Besan sudah berkata seperti itu, apalah daya Chandra.
Dylan memperhatikan Chandra yang sedang terdiam dengan wajah dan kedua bola matanya yang menyimpan semburat kekecewaan.
__ADS_1
"Saya tahu Tuan Chandra ingin ikut mempersiapkan pernikahan Chalista, Putri semata wayang anda dengan alhmarhumah Istri anda. Saya akan memberi anda kesempatan untuk ikut serta mempersiapkan pernikahan Devan dan Chalista, Putra dan Putri kita" batin Dylan sembari menyunggingkan senyuman di wajahnya yang tampan.
"Kalau Tuan Chandra mau ikut mempersiapkan pernikahan Devan dan Chalista saya tidak melarang kok. Saya tahu Chalista itu Putri semata wayang Tuan Chandra. Jadi Tuan Chandra pasti menyayanginya lebih dari menyayangi apa pun" ucap Dylan sembari tersenyum lembut menatap wajah sang Calon Besan.
Sontak saja Chandra langsung mengangkat pandangannya. Kini Chandra sedang menatap lekat wajah Dylan, sang Calon Besan.
"Benarkah?" tanya Chandra kepada sang Calon Besan dengan memancarkan binar dari kedua bola matanya.
"Tentu saja" jawab Dylan dengan menyunggingkan senyuman lembutnya kepada Calon Besannya.
"Terima kasih Tuan" ucap Chandra sembari tersenyum senang karena mendengar jawaban dari Calon Besannya.
"Tuan Chandra, Nyonya Dewi, dan juga Chalista, kami semua pamit pulang dahulu karena hari sudah malam" ucap Dylan yang langsung berdiri dari duduknya.
"Baiklah Tuan, Nyonya, Tuan Muda, dan Nona Muda. Mari saya antar" ucap Chandra sembari berdiri dari duduknya.
Devan, Devin, Serena, Adhitama, Hanna, Demian, Amanda, Anyuna, Anyura, Chalista, dan Dewi pun ikut beranjak berdiri dari duduknya.
Anyuna dan Anyuna berjalan perlahan mendekati Chalista, Calon Kakak Iparnya.
Anyuna hanya bisa tersenyum senang mendengar perkataan Adik Kembarnya. Sesekali Anyuna memainkan alisnya dengan menaik turunkan alisnya.
Sementara itu Amanda sedang berdiri terdiam di tempat yang jangkauannya tidak jauh dari tempat Kedua Putri Kembarnya serta Calon Keponakannya berada.
Karena mendengarkan perkataan Anyura yang di tujukan kepada Chalista yang tak lain adalah Calon Kakak Iparnya, Amanda segera menghampiri Anyuna, Anyura, dan Chalista yang berlokasi tidak jauh dari lokasi tempat Amanda sekarang berada.
"Yura, Mama tidak pernah mengajarkanmu untuk berbicara yang tidak sopan kepada orang lain. Apalagi Chalista itu Calon Kakak Iparmu sendiri Yura" ucap Amanda dengan ekspresi wajahnya yang sangat mengerikan sembari mencubit gemas kedua pipi chubby milik Putri bungsunya.
Anyura pun sontak saja langsung memanyunkan bibirnya karena mendengarkan perkataan sang Mama serta mendapatkan cubitan gemas di kedua pipi chubby miliknya.
"Ih, Mama ini" rengek Anyura sembari menyingkirkan tangan sang Mama dari kedua pipinya yang chubby karena kedua tangan sang Mama masih ingin mencubit gemas kedua pipinya yang chubby.
Sementara itu Amanda tidak menghiraukan rengekan Putri bungsunya karena mendengarkan ucapannya serta mendapatkan cubitan gemas di pipinya yang chubby.
"Chalista sayang, Auntymu dan Kedua Adik Iparmu ini pulang dulu ya" ucap Amanda sembari menggenggam erat pergelangan tangan Kedua Putri Kembarnya.
Chalista hanya menjawab ucapan Amanda melalui satu anggukan kecil dari kepalanya.
__ADS_1
"Yuna, Yura, ayo kita pulang" ucap Amanda sembari menyeret pergelangan tangan Kedua Putri Kembarnya.
Sementara itu Anyuna dan Anyura hanya pasrah saja menjadi korban penarikan paksa oleh sang Mama. Amanda terus menyeret paksa pergelangan tangan Kedua Putri Kembarnya sampai ke depan teras rumah keluarga Chalista.
"Papa" rengek Anyura yang langsung memeluk tubuh kekar milik sang Papa.
"Ada apa sayang? Kamu pasti ingin meminta sesuatu. Benar kan?" ucap Demian sembari mengelus lembut puncak kepala Anyura yang tertutup oleh balutan hijab syar'i yang berwarna hitam.
"Yura sama Kak Yuna mau ikut ke mobilnya Papa Dylan dan Mama Rena. Boleh kan Papa?" rengek Anyura dengan memasang ekspresi wajah yang terlihat sangat memelas.
Demian justru tersenyum senang karena mendengar ucapan Putri bungsunya. Demian pun menyunggingkan senyuman licik di wajahnya yang tampan.
"Baguslah kalau Yuna dan Yura ikut ke mobil Kak Dylan dan Kak Rena. Kan aku bisa dapat kesempatan untuk berduaan dengan Istriku. Kapan lagi bisa dapat kesempatan emas kayak ini?" batin Demian yang menatap wajah sang Istri sembari menyunggingkan senyuman liciknya.
Sementara itu Amanda sudah tahu apa isi dari pikiran sang Suami serta apa maksud dari senyuman licik yang di sunggingkan oleh sang Suami.
"Tuan Chandra, Nyonya Dewi, dan juga Chalista, kami pulang dulu. Assalamualaikum" ucap Dylan yang langsung berjalan memasuki mobilnya.
"Waalaikumsalam. Hati - hati di jalan Tuan" jawab Chandra sembari tersenyum lembut kepada Calon Besannya.
Semua anggota keluarga Melviano segera memasuki mobilnya. Adhitama dan Hanna ikut di mobil di Pak Joko karena Anyuna dan Anyura yang ingin ikut di mobil Dylan. Demian dan Amanda satu mobil. Serena, Devan, Devin, Anyuna, dan Anyura ikut mobil di Dylan.
"Kak Devan" rengek Anyura yang berada di kursi yang paling belakang.
"Apa" jawab Devan sembari mentap jengah kepada Adik Sepupunya yang sangat gemar membuat kehebohan dan kerusuhan.
"Acieee, yang sebentar lagi mau nikah. Uhuy, kalau udah punya bini ya pasti nanti di pelukin terus tuh" sindir Anyura sembari tertawa jahat.
"Acieee" ucap Anyuna yang ikut - ikutan menyudutkan Adik Kembarnya untuk memojokkan Kakak Sepupunya.
"Acieee, benar banget kata Yura. Kalau udah punya bini mah di pelukin terus. Bahkan lebih dari itu. Kalau udah minta jatah mah pastinya ketagihan" ucap Devin sembari tertawa jahat.
"Benar kata Devin dan Yura. Lelaki kalau udah punya bini di pelukin terus. Apalagi kalau masih jadi penganten baru. Masih anget - angetnya. Kalau udah minta jatah sekali mah pasti ketagihan" ucap Serena sembari tertawa geli.
Rupanya ulah Si Kembar bisa memancing Devin dan Serena untuk ikut memojokkan Devan yang seminggu lagi resmi akan menjadi Suami dari Chalista.
"Dasar bocah nakal. Karena ulah Si kembar ini selalu saja berhasil memancing Devin dan Mama untuk ikut memojokkanku" gerutu Devan di dalam hatinya.
__ADS_1