Istri Kontrak Ku

Istri Kontrak Ku
10


__ADS_3

Pagi nya Vano bagun lebih awal untuk berangkat ke kampus, dia melihat Kania sedang tidur di sofa, menghampiri Kania " Kania saya berangkat kerja, jangan lupa sarapan dan berangkat ke kampus " mengambil tas nya lalu pergi


Beberapa menit setelah kepergian Vano, Kania bagun dan melihat kalau Vano sudah berangkat, dia langsung bersiap siap dan berangkat ke kampus


...****************...


" Kania " Cici datang lalu merangkul Kania dari belakang


Menatap Kania " apa yang kau lakukan ? aku tidak suka jika kau membuatku kaget " menatap sinis


Membesar kan mata nya " hmm baiklah aku minta maaf " mengandeng tangan Kania, merasa kalau pertama kali nya Kania memakai cincin di tangan kanan nya


" Kania " menatap sahabat nya


" hmm kenapa " berhenti


" Apakah kau sudah menikah ? kau tidak bilang apa pun. kau membohongi ku Kania ? " menatap tajam Kania sambil menaikan dana bicara nya


" apa ? " menatap Cici dengan aneh " ak aku tidak menikah " gugup


" Kania tidak biasa nya kau membohongi ku, jujur lah Kania aku ini sahabat mu " menarik Kania dan duduk di salah satu kursi di taman


Belum sempat Kania mengatakan apa-apa, Rehan tiba-tiba datang


" kalian sedang apa ? " menatap mereka berdua


Menatap Rehan " Kania, dia sudah membohongi kita, dia tidak mau jujur " berdiri di samping Rehan


Tatapan tajam dari kedua teman nya kini tertuju ke Kania " kalian salah paham , aku tidak membohongi kalian. kalian tidak percaya pada ku ? " berdiri dan meyakinkan teman teman nya


" Aku tidak pernah merasa marah seperti ini Kania, apakah kau tidak paham , ayo katakan semua nya " Rehan mengekang Kania


" Rehan , Cici aku tidak menikah , jika pun aku menikah aku akan mengabari kalian , kalian adalah orang kepercayaan ku " meyakinkan lagi

__ADS_1


" Dalam persahabatan kita tidak pernah berkhianat Kania , apakah kau yakin kau tidak berbohong ? " menatap Kania , karena biasa Kania akan jujur jika di tatap tajam oleh orang yang ia sayangi


Saat Kania ingin jujur , Vano datang " apakah kalian ingin ngegosip terus menerus atau masuk dan belajar ? " tatap tajam Vano ke arah Kania , Rehan dan Cici


" Iya pak kami akan masuk " Cici menarik tangan Kania


Saat di tarik Cici disisi lain Vano juga menarik Kania " saya ada urusan dengan Kania , kalian bisa duluan saja " membawa Kania pergi


...****************...


Vano membawa Kania ke ruangan nya " jadi tadi kamu mau jujur di depan teman teman kamu ? kita kan hanya nikah kontrak mereka ga harus tau Kania " menaikan nada bicara nya


" Iya pak , saya tau , saya juga ga berencana mau bilang semua nya " membentak Vano


Vano merasa kalau pertama kali dia di bentak Kania " Kania ! kamu membentak saya ? saya ini sekarang adalah suami mu apakah kurang jelas ? apakah aku perlu mengatakan pada semua orang Kania ? " kembali membentak Kania


" Pak , saya tau kalau bapak suami saya tapi bapak kan yang bilang kalau ini hanya nikah kontrak " menatap Vano tajam


Tiba-tiba salah satu dosen ingin masuk ke ruangan Vano karena ada hal yang ingin di sampai kan " permisi pak Vano " mengetok pintu


" Kita ada seminar pak , bapak sudah di tunggu semua orang sudah siap "


" Iya , saya akan ke sana " Vano mengunci pintu ruangan nya , bukan tidak ingat tapi Vano sengaja mengunci Kania di dalam


...****************...


Saat jam lima sore, Vano sudah pulang dan dia ingin menuju ke ruangan nya untuk menjemput Kania


" pak Vano , kita ada acara makan malam bersama, bapak mau ikut ? " salah satu dosen mengajak Vano untuk makan malam bersama dengan yang lain nya


Vano sedikit bigung antara pulau atau ikut makan malam, melihat kalau para dosen lain sudah menunggu Vano menjadi segan dan akhir nya memutus untuk ikut makan malam bersama


...****************...

__ADS_1


Kania sudah menunggu lama di dalam lemari, dia tidak mau keluar karena jika dia keluar dia takut Vano akan marah. dia sudah merasa panas dan juga sesak di dalam lemari


mendobrak lemari " kenapa tidak bisa terbuka, apa yang salah , aku sudah tidak tahan lagi " ucap Kania sambil sesak nafas , Kania sudah tidak sanggup menahan dan akhir nya dia jatuh pingsan


Cici dan Rehan masih berasa di kampus, mereka masi menunggu Kania " dari tadi Kania tidak ada, kemana Kania ? sekarang sudah jam delapan malam " Cici merasa cemas karna saat Kania di bawa Vano dia tidak melihat Vano


" Ci kita tunggu dulu kabar dari Kania, jangan asal pikir ya " menelpon Kania


Saat sudah pukul sepuluh malam Vano pulang ke rumah dia lupa kalau Kania tidak ada bersama nya.


saat Vano membuka pintu dia melihat sepatu Kania dan dia langsung ingat kalau Kania masi di kampus


Dalam perjalanan menuju kampus Vano melihat ada Rehan dan Cici " kalian sedang apa di sini malam malam " menghampiri mereka


" Pak , bapak sembunyikan Kania dimana kenapa dia ngak kelihatan dari tadi kami cari dia , ngak ada pak " bentak Cici karena dia sangat khawatir


" Iya kalian sekarang pulang saja , urusan Kania saya yang akan jamin " menatap Rehan dan Cici


" Bapak yakin , kami ngak mau Kania kenapa , Napa " Rehan turun bicara


Setelah membujuk Rehan dan Cici , Vano langsung ke ruangan nya , dia membuka pintu lemari dan melihat Kania sudah pingsan " Kania , Kania bagun saya sudah datang " memangku Kania


" Kania , maaf kan saya Kania bagun " menepuk nepuk pipi kania


Setalah sepuluh menit Kania belum juga bagun akhir nya Vano mengendong Kania dan membawa nya ke rumah sakit terdekat , saat sampai di rumah sakit Kania langsung di tangani dokter


" Kania , maaf kan saya , bukan nya saya ngak mau jemput kamu saya lupa Kania " memegang tangan Kania


" Pak " Kania sadar lalu menatap Vano yang duduk di samping nya


" Kania " memeluk Kania " akhir nya kamu sadar saya sudah nunggu cukup lama "


" Pak saya mau minum " suara serak Kania

__ADS_1


" tunggu saya akan ambil kan " pergi mengambil kan air untuk Kania , Kania merasa beruntung memiliki Vano karena penampilan dan hati Vano sangat bertolak belakang


__ADS_2