Istri Kontrak Ku

Istri Kontrak Ku
08


__ADS_3

" Aku tidak tau siapa calon nya " bingung sendiri


Bingung kenapa Kania berada di sini " tapi apa yang sedang kau lakukan di sini ? " menatap Kania


" Ah aku mau belanja, apakah kau mau menemani ku ? " menatap Cici


" aku sedang menunggu Rehan, kami ingin makan siang " menatap sekitaran rumah sakit


" Baiklah aku di luan ya " pergi meningal kan Cici


...****************...


Saat Kania pergi, tidak lama kemudian Rehan datang dan menghampiri Cici


" ci , ayo kita makan "


" Han tadi aku lihat ada sepasang baju pengantin di mobil pak Vano, apakah kamu tau kalau dia mau nikah dan siapa calon nya ? " cerewet Cici


Memandang Cici " aku tidak tau pasti, tapi besok kakek nya pak Vano akan menjalani operasi, mungkin dia ingin membahagiakan kakek nya "


Menatap Rehan percaya " benarkah " pergi makan


...****************...


Setelah selesai belanja Kania langsung ke parkiran dan dia langsung melihat Vano yang sudah menunggu di luar mobil " sini " mengambil tas bawaan Kania


" Iya " melihat ke dalam mobil lalu dia melihat ada baju mereka


" Vano, kenapa kau menyimpan baju kita di dalam mobil bagaimana kalau ada yang melihat nya kan bisa jadi masalah " melihat sekeliling


" Kenapa ? ini mobil saya, baju saya dan yang mau nikah juga saya, kenapa mereka sibuk dan melihat mobil orang sembarang " membuka kan pintu untuk Kania


Kania masuk dan duduk sambil memikirkan tentang perkataan Cici tadi, tiba-tiba Vano memasang sabuk pengaman " tapi tadi ada sahabat ku dan dia melihat ke dalam mobil bagaimana kalau dia tau semua nya ? " menatap Vano


Setelah selesai memasang sabuk pengaman Kania, Vano masuk ke dalam mobil


di dalam mobil Kania masih khawatir tentang apa yang baru saja terjadi, tetap fokus menyetir " hmm apakah kamu malu punya suami seperti saya ? " menatap Kania


Memikirkan nya " tidak Kania tidak malu " ucap nya pelan sambil menunduk kan kepala


Melirik Kania " Kania, apakah kamu malu ? " mengulanginya

__ADS_1


Menegakkan kepala nya " mungkin kau benar tidak ada urusannya dengan mereka " menatap jalanan


...****************...


Sampai di rumah Vano membawa semua belanjaan Kania , sementara Kania dia membawa baju dan peralatan lain nya masuk ke rumah


Berdiri diam " Kania " teriak Vano karena kania melamun


Kaget dan langsung melihat Vano " i iya kenapa ? , apakah ada masalah, kenapa kita tidak masuk ? " menatap heran


Geleng geleng " aku tidak bisa membuka nya , tolong kau buka kan untuk ku " menatap Kania


" Ta tapi kan aku ngak tau sandi nya lagian ini rumah mu bukan rumah ku , aku tidak tau " menatap cangung


" Kata sandi nya 14****, cepat buka untuk ku , lagian ini juga rumah mu , walau kita hanya pasangan kontrak " masuk bersama


Kania dan Vano langsung menuju kamar, Vano meletakkan baju nya di kasur, Kania melihat beberapa lemari buku dan mendekati nya untuk melihat lihat


" Ternyata dia suka membaca " melihat rak buku " ah ini buku yang sedang ku cari, aku kan sudah baca bagian satu nya, tidak baik jika berhenti di tengah jalan " mengambil buku nya


Kania keluar dari kamar dan langsung masuk ke ruangan belajar untuk menyimpan buku yang ia ambil diam-diam, membuka pintu " Kania ayo kita makan " menutup lagi lalu pergi


" Ahhh aku kaget, ada apa dengan nya ? " meletakkan buku nya lalu keluar


...****************...


Membawakan makanan " iya , karna saya sudah biasa hidup sendiri " duduk


" Tapi sekarang sudah ada aku , walau hanya delapan bulan saja " mengambil nasi


" Makan yang banyak Vano " menyiapkan nasi untuk Vano lalu tersenyum


Setelah selesai makan Vano masuk ke kamar nya dan Kania juga masuk ke ruang belajar , sebelum tidur Kania membaca buku yang ia ambil dan tertidur


...****************...


Pagi nya , Vano bagun lebih awal karena pagi ini adalah acara pernikahan mereka dan siang nya kakek akan di operasi . Vano membuka pintu kamar Kania " Kania apakah kau sudah bagun ? " melihat sekeliling dan Kania masih tertidur


Masuk lalu membuka selimut Kania dengan lembut " Kania ayo bangun .. " melihat buku yang tidak asing


Saat Vano ingin mengambil buku nya , Kania bagun " i iya , aku akan segera bersiap siap " dengan suara serak khas bagun tidur nya

__ADS_1


Saat Kania sedang mandi Vano sudah selesai dengan baju putih , jas putih , dan dasi nya yang sudah rapi , Kania keluar lalu duduk dan beberapa orang sedang mempersiapkan Kania


Setelah menunggu selama lima belas menit akhir nya Kania keluar " ayo " ucap Kania keluar dari kamar dengan pakaian putih nya yang rapi juga wajah nya yang sangat cantik membuat vano tidak berhenti menatap nya


Vano berdiri dan langsung memberikan tangan nya untuk Kania " kita berangkat " ucap Vano


Mengambil tangan Vano " iya , tapi bagaimana penampilan ku ,apakah .. " Kania sengaja tidak melanjut kan nya karna dia ingin dapat pujian dari Vano


Menggandeng tangan Kania " kita sama sama tampan dan cantik " langsung pergi


...****************...


Saat sudah sampai di tempat acara, Kania dan Vano saling mengucap kan janji dan juga bertukar cincin, tamu yang datang hanya teman dekat kakek , teman atau sahabat Kania dan vano tidak ada yang datang karena mereka masih merahasiakan nya


" Akhir nya aku bisa melihat mu menikah " menatap Vano dengan bahagia


" iya , sekarang kakek tidak perlu khawatir "


" Kania , kalian adalah pasangan yang sangat serasi , kapan kapan main lah ke rumah kakek " menatap mereka berdua


" iya kek , kami pasti akan datang, sekarang kakek harus istirahat untuk operasi nanti " ucap Kania dengan senyum manis nya


Sebelum pergi kakek memeluk mereka berdua , acara nya selesai Kania dan Vano sedang berganti pakaian, setelah selesai mereka langsung menunju rumah sakit untuk melihat operasi kakek


...****************...


" Aku tidak apa apa, Kalian tenang saja " menatap Kania dan Vano yang dari tadi memegang kedua tangan kakek


" Kakek pasti bisa, kita semua pasti akan bersama sama lagi " menatap kakek


" Kenapa malah berkata seperti itu , tentu saja tentu kita akan kembali bersama sama lagi "


Suster masuk " baiklah kita akan membawa kakek ke ruang operasi sekarang " mendorong tempat tidur kakek


Mereka ikut sampai di depan pintu operasi , Vano sangat khawatir dia dari tadi berjalan bulak balik , Kania yang melihat nya mencoba untuk membawa Vano duduk " Vano , ayo kita duduk saja kakek akan baik baik saja " menatap Vano


Melihat Kania " apakah kau yakin ? , dia akan kembali dan kita akan bersama sama lagi ? "


" Iya aku yakin , ayo kita duduk dan tenang kan dirimu , jangan sampai ada kesalahan "


Akhir nya Vano duduk di samping Kania , setelah tiga puluh menit akhir dokter keluar lalu menghampiri Vano " selamat operasi nya berhasil , kakek baik baik saja sekarang "

__ADS_1


Mendengar perkataan dokter Vano sangat bahagia dan dia memeluk Kania " akhir nya kakek bisa seperti dulu lagi Kania " dia sangat bahagia hingga mengeluarkan air mata


__ADS_2