
Pagi pagi buta rumah Kania di datangi oleh beberapa orang dengan jas hitam rapi " permisi apakah ada orang di dalam kami dari bank ingin menagih pinjaman " ucap salah satu seseorang yang pakai jas hitam di depan rumah Kania
Kania yang mendengar suara bising dari luar rumah nya , dia merasa aneh karna baru pertama setelah Vano pergi dia kedatangan tamu " sebentar " ucap Kania lalu turun ke bawa sambil mengikat rambut nya
Saat Kania membuka pintu nya ia melihat tiga orang pria dengan pakaian rapi dan jas hitamnya " ada yang bisa saya bantu ? bapak bapak ini sedang mencari siapa ? " ucap Kania kepada orang yang ada di hadapannya sambil melihat penampilan mereka
Orang itu tidak banyak bicara dia langsung membawa Kania ke bawah dengan menarik tangan Kania " apa ini kenapa kalian membawa ku apakah kalian punya surat perintah ? kenapa kalian langsung membawa ku seperti ini ? " ucap Kania sambil berteriak
Mereka berhenti berjalan dan memperlihatkan surat perintah yang isi nya untuk membawa Kania ke kantor polisi karena telah meminjam kan uang kepada salah satu tahanan , ternyata Dani adalah seorang tahanan Kania meminjam kan uang kepala tahanan untuk melarikan diri " apa maksud kalian aku tidak pernah meminjamkan uang kepada siapapun " teriak Kania
Ikut saja jelas kan nanti di penjara , setelah sampai di penjara Kania di masuk kan ke salah satu sel " apakah aku boleh menelepon ? " ucap Kania karena dia ingin memberitahu Vano kalau dia sedang ada masalah " tidak ini belum waktu nya untuk menerima telpon , kau bisa menelpon nanti " ucap salah satu polisi lalu pergi
Di tempat Vano , dia sedang bersiap siap untuk pergi ke kantor karena hari ini adalah hari terakhir dia di kota ini setelah rapat dia akan pulang bertemu dengan Kania dan ingin menyatakan perasaannya " Vano apakah kau sudah siap ? ayo kita berangkat sekarang " Bungga datang ke kamar Vano , mengambil tas nya seolah olah dia adalah istri Vano
Vano hanya diam saja melihat mantan kekasihnya itu sedang membersihkan barang barang nya , Vano teringat tentang kenangan yang mereka alami bersama entah masalah apa sehingga Bungga bisa meninggalkan nya " tidak perlu Bungga , aku tidak perlu bantuan mu " Vano mengambil tas nya dari tangan Bungga
__ADS_1
Bungga kaget melihat prilakuan Vano karena Vano bukan tipe orang yang bisa kasar terhadap wanita " Vano ada apa ? kenapa kau begitu kasar ? " menatap mata Vano lalu mengambil tangan nya " Vano katakan ada apa ? "
Melepaskan tangan nya dari Bungga " Bungga kita sudah selesai kita hanya masa lalu , kau sudah menjngalkan ku , aku juga sudah punya istri yang harus ku jaga bisakah kau jaga jarak dari ku ? " mengambil tas nya " aku bisa melakukan semua nya sendiri " pergi meningalkan Bungga sendiri di dalam ruangan tersebut
Jam sudah menunjukan pukul 08 : 00 wib " pak bisakah saya meminjam handphone mu untuk menelpon suami ku , aku ingin memberi tau nya kalau aku sedang dalam masalah pak tolong aku " ucap Kania sambil menangis karna dia baru pertama kali dia berada di kantor polisi
Dua ratus kali panggilan dari Kania tidak kunjung di jawab oleh Vano karna Vano sedang melakukan rapat kantor nya , setelah mencoba lagi akhir nya Kania memutuskan untuk menelpon Cici " Cici aku sedang berada di kantor polisi bisakah kau membantuku ? " ucap Kania dengan nada bicara ketakutan karna di sana hanya dia sendiri wanita
Cici mendengar suara ponsel nya lalu ia bangun dan mengambil ponsel nya " iya ada apa ? siapa ini kenapa pagi pagi menelpon , lihat ini baru jam delapan ada apa kenapa kau mengangu ku apakah tidak ada hal lain yang bisa kau lakukan ? " ucap Cici karena dia baru bangun dan sekrang adalah hari libur nya setelah sebulan penuh
Cici langsung duduk , mengambil ikat rambut nya dan mengingat rambut nya " Kania apa yang kau lakukan di sana , apakah kau gila ? kenapa kau bermain di kantor polisi saat suami mu sedang ada tugas , aku tidak tau apa yang harus aku lakukan sekrang ? ucap Cici sambil memarahi Kania dari telepon
Polisi yang di samping Kania langsung mengambil handphone dari tangan Kania dengan kasar " maaf mu sudah habis kau tidak bisa melakukan panggilan lagi " polisi pergi dan meningalkan Kania sendirian , Kania berjalan ke dalam dan terduduk di pinggiran penjara tersebut
Cici yang sudah mendengar semua nya langsung bersiap siap untuk melihat Kania , dia juga menelpon Rehan dan juga Vano " ada apa dengan mereka berdua apakah hanya aku yang berguna di sini , dasar orang orang aneh aku bigung kenapa laki laki tidak bisa bangun pagi dan tidak ada di saat orang lain butuh bantuan " ucap Cici langsung pergi ke kantor polisi yang di beri tau Kania
__ADS_1
Vano yang sudah keluar dari ruangan rapat langsung menuju kamar nya karena dia ingin bersiap siap untuk pulang dan bertemu dengan Kania , Vano terkejut melihat kamar nya yang sudah di hiasi oleh bungga bungga mawar dan ada sebotol wine di meja " siapa yang menyiapkan ini semua apakah ada sesuatu , atau Kania datang ada apa ini ? " ucap Vano sambil menutup pintu
Saat ia berjalan ke dalam kamar nya dan meletakkan tas nya , Bungga memeluk nya dari belakang " Vano apakah kau merasa lelah ? aku akan menghilangkan semua rasa lelah mu itu " memeluk pinggang Vani dan bersandar di punggung nya
Vano yang merasa itu Kania langsung mengelus tangan yang memeluk nya itu " Kania kapan kau datang ? kenapa kau tidak memberi tau kalau kau akan datang kau akan kembali lebih awal " membalik kan badan nya dan yang ia lihat hanya Bungga bukan Kania
Bungga menatap Vano yang sedang berada di hadapan nya dia juga mengambil tangan Vano " Kania ? siapa Kania ? kita hanya berdua di sini kita akan menghabiskan waktu bersama sama aku akan menghilangkan rasa lelah mu Vano ini aku Bungga" ucap Bungga datang ke pelukan Vano
Menarik bahu Bungga " ada apa ini kenapa ? Bungga apa yang kau lakukan ? apakah kau sudah gila , aku sudah bilang berulangkali kalau aku sudah mempunyai istri dan kau apakah kau sudah tidak waras ? " membentak Bungga
Bungga hanya diam dan menatap Vano " Vano apakah kau sudah melupakan semua nya ? kenangan kita ? kita bersama cukup lama dan kau , kau sudah melupakan k nya apakah semudah itu ? "
Vano sudah sangat muak dengan ini semua " cukup Bungga cukup aku sudah muak dengan ini semua apakah kau tidak paham juga ? " ucap Vano
mereka ber dua bertengkar sampai mereka tidak sadar kalau di luar ruangan ada Rehan yang sudah menunggu dari tadi , Rehan datang karena Cici menyuruhnya untuk memberi tau Vano kalau Kania sedang berada di kantor polisi " pak Vano kau sangat kotor di saat Kania sedang berada di dalam masalah kau ? kau sedang bermain dengan wanita di sini sungguh sangat kotor " ucap Rehan lalu pergi
__ADS_1