Istri Kontrak Ku

Istri Kontrak Ku
13


__ADS_3

Tanpa sadar Vano mengelus pelan perut Kania , Kania yang merasa tidak enak badan pun menjadi nyaman dengan sentuhan Vano " aku sangat suka " ucap Kania


Mendengar ucapan Kania Vano menghentikan gerakan nya " apakah dia benar benar hamil " ? ucap Vano di dalam hati nya " Kania apakah nanti sore kau sibuk ? " ucap Vano kepada Kania


Kania memikirkan apa yang di lakukan " hmm saya tidak melakukan apa apa pak kenapa ? " ucap Kania penasaran karena tidak biasanya nya Vano menanyakan jadwal nya


Vano berfikir ini saat yang tepat untuk memastikan semua keraguan nya " kita akan ke rumah sakit nanti sore " ucap Vano sambil menuangkan air ke gelas karena ini baru pertama dia menyentuh Kania


Kania melanjutkan masakan nya hanya saja jantung nya berdebar sangat keras karna baru pertama juga dia merasakan sentuhan dari suami nya itu " ke rumah sakit ? kenapa kita harus ke sana tidak ada yang sakit kan di antara kita berdua ? " Kania mengambil piring dan meletakkan hasil masakannya


Melihat hasil masakan Kania " memang tidak ada yang sakit di antara kita hanya saja saya ingin memastikan sesuatu " mengambil piring untuk sarapan


Melihat Vano mengambil piring Kania langsung menarik piring yang di pegang Kania " apa yang ingin bapak pastikan ? " menyiapkan makanan untuk Vano


Vano sangat terkejut melihat tingkah Kania yang semangkin hari semangkin aneh " kenapa kau mengambil piring dari tangan saya ? " ucap Vano melihat Kania yang menyiapkan sarapan untuk nya


Kania juga merasa aneh dan malu karena biasa nya mereka mengambil makanan masing masing ada apa dengan Kania hari ini " apakah tidak boleh ? saya kan istri bapak , apakah tidak boleh hanya mengambil kan makanan saja " ucap Kania dan langsung pergi , dia pergi karna dia merasa malu bukan karena merasa kesal

__ADS_1


Vano menatap aneh Kania " ada apa dengan nya apakah saya melakukan hal yang salah ? " ucap Vano bigung lalu memakan makanannya , setelah selesai makan Vano masuk ke kamar nya dan mengambil tas nya lalu dia tidak sengaja melihat Kania yang sedang tidur setelah melihat Kania dia langsung berangkat ke kampus


Dalam perjalanan Vano memikir kan sikap Kania yang semangkin aneh dan membuat nya yakin kalau ada yang aneh dengan Kania " bapak " ucap Cici yang tiba tiba datang dan membuyarkan lamunan Vano


Merasa kaget dengan kedatangan Cici " ada apa ? kenapa kau sangat tidak sopan " ucap Vano kepada Cici karena dia sedang memikirkan Kania tapi Cici datang dan menghancurkan lamunan nya


Cici hanya merasa aneh dengan sikap dosen yang biasa nya dingin tapi mengapa hari ini dia berbicara sangat formal dengan Cici " bapak saya datang dengan sopan kenapa bapak malah marah marah " ucap Cici aneh


di tengah tengah pembicara Cici dan Vano Rehan datang menghampiri ke dua nya " hai ci , nanti malam jadi kan ? " ucap Rehan langsung mengandeng bahu Cici , Rehan pun sadar dan melihat ada Vano " selamat pagi pak " ucap Rehan sopan


Vano hanya menatap Rehan " Cici apakah ada yang ingin di sampai kan ? " ucap Vano karna tadi Cici menghampiri nya lebih dulu


Belum sempat Vano melangkah dia mendengar Rehan mengatakan " apakah kau tau di rumah Kania yang sekarang ? semenjak pindah dia tidak mengatakan apa apa dan sering menghilang " ucap Rehan ke Cici


Cici juga merasa hal yang sama " baiklah kita akan ke rumah nya dan menanyakan apakah dia baik baik saja atau sedang ada masalah " ucap Cici


Vano yang mendengar nya berbalik " apakah kalian tau di mana rumah Kania ? " ucap nya penasaran karena Kania dan dia sedang tinggal serumah sekarang

__ADS_1


Mereka berdua hanya saling bertatapan " iya saya tau pak kemaren Kania sempat cerita kalau dia pindah ke daerah yang dekat dari sini dan juga seperti nya dia pindah di perumahan elit " ucap Cici lalu menatap Vano yang terdiam karena yang di katakan Cici itu adalah tempat tinggal nya


" Baiklah kalian jangan sampai terlambat masuk ke kelas " setelah itu Vano langsung pergi menuju ruangan nya


Melihat Vano sudah pergi Rehan dan Cici langsung pergi untuk masuk ke kelas mereka , di dalam ruangan Vano merasa sangat gelisah karena jika mereka datang ke rumah Vano maka rumah nya bisa sangat berantakan Vano sangat tidak suka ada orang yang menyentuh barang barang nya


Dia merasa sangat gelisah dan akhir nya memutuskan untuk mengirim pesan ke Kania , tapi sayang nya Kania tidak membalas pesan nya karena Kania sedang tertidur , dia semakin merasa khawatir dan dia ingin pulang untuk menyampaikan kepada Kania bahwa teman teman nya ingin datang


Saat dalam perjalanan menuju parkiran Cici datang " bapak bapak " dia berlari dan menghampiri Vano yabg ingin masuk ke dalam mobil nya


Berhenti di depan Vano " kenapa bapak pulang ? hari ini bapak mengajar di kelas kami , saya sudah mencari bapak di mana mana dan ada mengatakan kalau bapak ingin pulang kenapa bapak pulang ? " ucap Cici kepada Vano dengan nada yang sedikit cepat karena dia merasa lelah berlari lari


Vano hanya terdiam melihat Cici dan dia memikirkan bagaimana cara nya dia lolos dari Cici " saya saya ada urusan mendadak jadi saya harus pergi kalian bisa pulang atau menunggu kelas selanjutnya saya mau pergi " membuka pintu mobil nya


Cici melihat ke dalam mobil Vano dan dia melihat ada tas Kania di sana " tunggu , apakah itu tas Kania tapi kenapa ada di dalam mobil bapak ? " ucap Cici lalu menatap curiga Vano


Vano langsung menutup pintu mobil nya " apakah itu tas Kania tadi malam ahh kenapa bisa tertinggal ? " ucap Vano membatin " Cici ayo kita pergi , saya invi. menyampaikan sesuatu kepada mereka semua ayo kita ke kelas sekrang " membawa Cici masuk ke dalam kelas nya

__ADS_1


Di dalam kelas Vano menjelas kan semua materi yang ingin dia sampai kan dan dia sudah selesai menjelaskan nya , dia masi saja merasa sangat gelisah kenapa Kania tidak menjawab pesan nya ini sudah lebih dari dua jam , setelah selesai mengajar Vano keluar kelas dan langsung ingin pulang


Saat menuju parkiran Vano melihat Cici dan Rehan sudah di dalam perjalanan dan mereka sudah lebih dulu , Vano langsung masuk ke mobil nya dan pulang ke rumah ambil mencoba menelpon Kania " ayo Kania angkat telpon nya kenapa kau tidak menjawab nya " ucap Vano sambil mengendarai mobil nya dengan kecepatan maksimal


__ADS_2