Istri Kontrak Ku

Istri Kontrak Ku
20


__ADS_3

Di tengah-tengah keributan antara Kania dan Vano, tiba-tiba kakek Vano muncul " kenapa kalian berdua sangat berisik ? apakah ada masalah ? " tanya kakek Vano yang sedang duduk di kursi roda nya


Vano berlari kecil lalu berlutut didepan kakek nya " kakek kapan kakek pulang ? apakah kakek baik-baik saja ? "


" Iya aku baik-baik saja, tapi apa yang terjadi dengan rumah tangga cucuku ini ? apakah semuanya lancar ? " menatap Kania dengan tas yang dia bawa


Vano berdiri dan merampas tas Kania " tidak ada apa apa kek semua berjalan dengan lancar " Vano juga menarik tangan Kania agar mereka bisa lebih dekat lagi


Kakek Vano maju lalu menatap Kania " apakah semua nya berjalan dengan lancar ? " kakek Vano mengambil tangan Kania


Kania tersenyum dan berlutut agar tubuh nya sejajar dengan kakek yang sedang duduk di kursi roda nya " iya kek semua nya lancar, kakek mau makan apa ? " Kania membawa kakek pergi ke meja makan


Vano melihat Kania dengan tersenyum, dia tersentuh melihat Kania yang bisa memahami segala situasi yang sedang terjadi di rumah mereka.


Sekarang Kania sedang masak di dapur, Vano diam-diam mendatangi nya " kamu masih mau pergi dari rumah ? " mengambil pisau lalu memotong wortel yang berada di samping Kania


" Jika saya pergi, apakah semua nya akan baik-baik saja di sini ? " Kania melanjutkan masakan nya


" Saya boleh minta seseatu sama kamu ? " Vano mengehentikan memotong wortel nya


" Apa saya pernah tidak nurut dan tidak memenuhi semua keinginan bapak ? saya sadar, saya tau kalau kita hanya sebatas nikah kontrak karna saya mau mendapatkan rumah untuk kakak saya " ucap Kania sambil menatap Vano


" Saya mau minta kamu berhenti ngomong kalau hubungan kita ini hanya sebatas kontrak " memegang kedua bahu Kania dan menundukkan kepalanya agar sejajar dengan kepala Kania, karena Kania sedikit lebih pendek dari nya


" Dengan semua yang kita lalui saya hanya anggap hubungan kita adalah sebuah kontrak " ucap Kania lalu berbalik dan melanjutkan masakannya

__ADS_1


" Kania !! " teriak Vano


" Nanti malam setelah kakek tidur saya akan pergi dan akan kembali sebelum kakek bangun " pergi dengan membawa masakan nya ke meja makan


Vano sangat marah kepada dirinya sendiri, sebenarnya apa yang sedang terjadi, kenapa Kania tiba-tiba berubah, Vano mengambil jas nya lalu dia pergi


" Mau kenapa kamu Vano ini sudah malam " ucap kakek Vano yang melihat nya sedang terburu-buru


Vano berhenti " Vano akan keluar sebentar ada urusan penting, kakek mau nitip sesuatu ? " menatap kakek nya dengan percaya diri agar tidak ada yang curiga


Menatap Kania " bawalah Kania bersamamu, tidak mungkin seorang istri ditinggal sendirian di rumah itu tidak baik " ucap kakek Vano


" Tidak kek, Kania akan tetap tinggal dan menjaga kakek disini tidak ada orang disini " melihat sekeliling rumah


" Lagi pula tidak semua masalah suami istri harus ikut campur " ucap Kania, yang tanpa dia sadar ucapan nya membuat Vano kesal


Vano pergi untuk menemui Cici, Vano merasa pasti Cici tau kenapa sikap Kania berubah padahal tidak ada masalah diantara mereka, setelah lima menit akhirnya Vano sampai ke tempat yang dia janjikan untuk bertemu dengan Cici


" Cici " berlari kecil menuju tempat Cici


Menoleh kearah suara tersebut " ada apa bapak memanggil saya ? "


" Ada hal penting yang harus saya tanyakan "


" Masalah Kania ? saya udah ngasih tau Kania semua nya tentang bapak "

__ADS_1


" Itu hanya salah paham , saya mencintai Kania "


" Sebaiknya bapak jangan buang-buang waktu, besok kakak Kania mau jemput Kania dan bawa dia pulang ke Bandung "


" Bandung ? "


Tanpa mengatakan apa-apa Cici pergi begitu saja meninggal kan Vano, Vano pulang dalam keadaan bigung, saat sampai di halaman rumah Vano melihat Kania yang sedang keluar diam-diam


" Kania kamu mau kenapa ? ini udah malam ayo masuk " mangambil koper Kania


Kania hanya diam ditempat dia berdiri " saya harus pergi "


" Pergi kemana ? ini rumah kamu, kamu mau kemana Kania ? " menatap Kania


" Saya mau pulang, tugas saya udah selesai besok pagi saya akan kembali " mengambil koper nya


" Saya antar kamu, kamu mau kemana ? "


" Saya bisa sendiri "


" Kania !! " teriak Vano " tolong sekali aja kamu dengarin saya "


" Maaf pak saya ada urusan yang lebih penting daripada saya harus mendengarkan bapak disini "


Kania pergi begitu saja, dia hanya tidak mau kakak nya tau kalau dia sudah menikah kontrak dengan dosen nya sendiri, dia juga tidak mau Vano tau kalau dia akan pergi ke Bandung untuk menghadiri pernikahan kakak nya.

__ADS_1


__ADS_2