
Kania merasa kalau ada sesuatu yang lembut menyentuh kening nya lalu ia berkata di dalam hati nya " Tuhan jika dia lelaki yang kau kirim untuk ku maka lancar kan rumah tangga kami hingga kami tua dan jangan ada kata perpisahan di antara kami " ucap kami di dalam hati nya , bibir nya kini senyum tipis melihat kelakukan suami nya itu .
Setelah Vano memberikan kis pada istri nya itu dia duduk sambil meletakkan tas yang ia bawa , mengeluarkan semua buah buahan dan juga pakaian Kania dia menyusun semua nya dengan tapi , setelah selesai dia duduk di samping Kania , mengelus kening sang istri " apakah kau merasa sakit ? maaf kan saya Kania saya belum bisa menjadi suami yang baik yang bisa menjaga kamu " ucap nya sambil mengambil tangan Kania dan mengelusnya pelan
Mendengar perkataan Vano tadi Kania terbangun karena Kania bukan tidur dia hanya ingin melihat apa yang bisa di lakukan suami nya itu " apa yang bapak katakan , bapak sudah menjaga saya dengan sangat baik saya dan Cici juga sudah berbaikan , jangan pernah ulangi kata kata seperti itu lagi " ucap kami sambil menatap suami nya
Vano merasa kalau Kania adalah wanita yang ia cintai tapi kapan ? kapan dia bisa mengatakan isi hati nya kepada Kania , kini ia ingin Kania menjadi istri sah nya bukan hanya sekedar tanda tangan di kertas putih " Kania apakah kau suda merasa baikan , mau makan buah ? " ucap nya sambil melepas tangan Kania pelan
Kania menatap suami nya lalu mengambil tangan nya " saya tadi sudah makan dan minum obat , bapak tau saya merasa beruntung bisa menjadi istri bapak walau hanya sekedar tanda tangan di kertas putih " ucap Kania menyentuh hati Vano , kini Vano merasa kalau dia harus membawa Kania ke pernikahan yang sah
Di saat mereka sedang asik berbincang ponsel Vano berdering , dia keluar untuk menjawab pangilan tersebut , ternyata Vano di tugas kan keluar kota untuk beberapa hari " Kania saya harus pergi ke luar kota , saya akan berangkat besok " ucap nya sambil duduk dan menatap istri nya
Kania tidak ingin di tinggal tapi mau bagaimana lagi itu adalah tugas suami nya dia harus mendukung apapun yang suami nya lakukan " pergilah , saya juga sudah merasa baikan dan besok sudah bisa pulang , Cici dan Rehan akan menjaga saya dengan sangat baik tidak perlu khawatir " ucap Kania
Vano mendorong tubuh Kania pelan " tidur lah kau pasti sangat lelah , besok setelah mengantar mu pulang saya akan pergi untuk tugas saya " ucap nya sambil menutupi tubuh Kania dengan selimut .
__ADS_1
Vano tidak mengatakan dia akan pergi dengan siapa ? karna dia takut kalau dia mengatakan dia akan pergi dengan Bungga , Bungga adalah mantan kekasih Vano sewaktu dia kuliah di luar negeri , dia tidak mengatakan apa apa ke Kania karna dia merasa kalau itu bukan hal yang serius .
Keesokan hari nya Vano , Cici dan Rehan membawa Kania pulang , saat sampai di rumah Vano mengendong Kania dan membawa nya ke kamar " saya akan berangkat dulu , selama beberapa hari ini saya tidak bis menemani kamu , tapi setelah saya kembali saya akan mengatakan sesuatu yang penting ke kamu Kania " ucap nya sambil mengelus kepala Kania
Kania mengambil tangan Vano " jaga diri baik baik , jangan lupa makan dan selalu ngasi kabar , saya di sini akan menunggu bapak sampai kembali pulang " ucap lalu mencium tangan suami nya .
Setelah berpamitan , Vano langsung pergi di bandara untuk berangkat , tidak lama setelah Vano pergi Kania di telpon oleh sepupu nya yah bernama Dani , sepupu jauh nya ini sudah lama tidak menelepon tapi kini tiba tiba menelpon dan meminjam uang kepada Kania .
Malam nya Kania mengajak Cici untuk bertemu dengan Dani " aku tidak tau kenapa dia meminjam uang sebanyak itu apakah dia terlilit hutang ? atau dia sedang ada masalah ? " ucap Kania bingung
Karena Cici adalah sahabat Kania tidak mungkin dia menyembunyikan hal ini lagi kamren Cici sudah marah sekrang Cici tidak boleh marah lagi " dia meminjam sekitar lima ratus juta , apakah itu wajar ? "
" Apa ? lima ratus juta ? Kania apakah kau sudah gila ? ingat uang yang kau pakai sekrang adalah uang pak Vano dan uang jajan mu yang dikirim oleh kakak mu apakah kau sudah kehilangan akal ? " ucap Cici kaget karna Kania sendiri belum bekerja dia memakai uang Vano dan uang jajan nya untuk membantu sepupu nya
" Cici tidak bisakah kau pelan kan suara mu , kau lihat semua orang melihat mu , aku hanya meminjam uang pak Vano sedikit , nanti juga kalau Dani sudah menganti nya aku akan kembali kan semua uang yang ku pinjam " ucap Kania
__ADS_1
Cici hanya bisa diam saja karna Kania adalah anak yang keras kepala , mau bagiamana pun dia tidak akan mau mendengarkan Cici , sampai di tempat pertemuan mereka berbincang dan ternyata uang yang di pinjam Dani untuk membayar uang itulah yang dia katakan ke Kania .
Sebenarnya uang yang ia pinjam dari Kania adalah uang yang akan ia lakukan untuk bermain judi , namun Kania percaya begitu saja karna mereka adalah sepupu jadi Kania percaya kepada nya .
Di sisi lain ada Vano yang sedang bekerja lembur dengan Bungga , Bungga melihat Vano sangat kelahan dia menghampiri nya " Vano apakah kau butuh seseatu ? aku bisa membantu mu " ucap Bungga sambil mendekat ke Vano
Vano merasa risih dengan tingal Bungga dia langsung berdiri dan menutup leptob nya " sebelum nya terimakasih aku sudah menyelesaikan tugas ku , aku akan kembali ke kamar ku untuk istirahat "
Sebelum Vano pergi , Bungga menarik tangan nya " apakah seperti ini kau sekrang ? kau sudah melupakan ku? hubungan yang kita jalani selama 3 tahun kau sudah melupakan nya ? " bentak Bungga ke Vano , karna Bungga belum bisa melupakan semua kenangan yang ia habiskan bersama Vano
Vano tetap bediri " kau yang kemana saja Bungga , aku sudah mengatakan tunggu aku , aku akan kembali dan akan mengenalkan mu ke seluruh keluarga ku , tapi saat aku datang ke rumah mu kau sedang melakukan hal kotor di rumah mu dan aku melihat semua nya Bungga " bentak Vano sambil memecahkan gelas di samping nya
Bungga menangis " Vano aku melakukan nya haha karna nafsu ku aku juga masi mencintai mu , ayo kita ulang semua nya dan perbaiki hubungan kita Vano " ucap Bungga sambil menangis
Vano membalikkan badannya " maaf Bungga tapi sekarang saya sudah mempunyai istri yang harus saya jaga " Vano langsung keluar dari ruangan tersebut
__ADS_1