
Pagi nya terlihat Vano yang sedang membicarakan masalah Kania kepada seorang pengacara, saat mereka serang membahas masalah Kania tiba tiba Cici datang
" Pak saya datang kesini dengan membawa pengacara saya juga " ucap Cici sambil duduk lalu menyilang kedua kaki nya
" Ada apa ini ? saya sudah mencari pengacara untuk Kania kenapa kamu membawa pengacara lagi ? apakah ada masalah ? "
Cici tidak berfikir panjang dia sudah tau semua nya , bahkan dia sudah tau kalau Kania dan Vano sudah menikah, dia hanya ingin sahabatnya itu tidak merasa kesedihan didalam hidupnya.
" Saya sudah tau semuanya, semua tentang bapak dan Kania saya tau semua " ucap Cici berteriak
" Kamu tau apa ? masalah saya sama Kania itu hanya saya dan dia yang tau "
" Ceraikan Kania "
Ucapan Cici yang membuat Vano kaget " kenapa ini , ada masalah apa ? " Vano yang tidak tau apa apa
" Masalah Kania, saya dan Rehan sudah mengurus nya bapak tidak perlu repot repot untuk datang ke penjara "
" Apa yang kalian lakukan apakah kalian tidak tau hukum ? masalah Kania harus diselesaikan dengan jalur hukum "
Cici hanya diam dan pergi, pukul 09:00 Kania sudah berada di rumah Cici " kenapa kalian membawa ku ke sini, aku akan pulang "
" tinggallah di sini untuk sementara Kania jangan pulang dan menciptakan masalah lainnnya "
" Aku akan kembali lagi, aku harus mandi ci "
" Mandi sana, ini pakai baju ini "
__ADS_1
Kania hanya nurut dengan Cici dia pergi mandi, saat Kania sedang mandi Cici diam diam menelpon ibu Kania dan mengatakan semua yang terjadi termasuk pernikahan Kania, Cici tidak tau kalau pernikahan mereka hanya sebatas kontrak
Dretttttt Dretttttt Ponsel Kania berdering
pembicaraan Kania dan ibunya di dalam telpon
" iya ibu ada apa ? tumben pagi pagi nelpon Kania "
" ibu sudah membeli tiket pesawat untuk mu, pulanglah ada hal yang harus ibu bicarakan "
" tiba tiba ? ibu bisa bicara sekarang lewat telpon apakah ada masalah besar ? "
" bisa tidak kamu sekali saja Kania, sekali saja dengarkan ibu "
" iya ibu , tapi ada masalah apa sehingga aku harus pulang ? ibu tidak seperti biasanya "
Telponnya mati " ada apa dengan ibu ? kenapa dia sangat marah " Kania hanya heran kenapa ibunya bisa semarah itu padahal ibunya tidak tau masalah apa yang terjadi dengannya
Setelah selesai bersiap siap Kania mengambil tas nya, dia akan ke rumah Vano untuk mengambil barang barang nya, karena sore ini dia akan berangkat
" Ci aku pergi ya, ada yang harus di urus ni "
" Mau kemana ? bisa sendirian ? "
" Bisa, eh Ci kaya nya nanti sore Kania mau pulang ke Bandung "
" Iya kamu hati hati ya , nanti kalau udah sampai kabarin "
__ADS_1
Kania sedikit berat meninggalkan semua nya yang ada disini, tapi dia harus nurut dengan apa yang dikatakan ibunya padahal dia tidak tau apa yang terjadi.
Di kediaman rumah Vano, terlihat Vano yang sedang berenang dia melepas cincin pernikahan mereka karena dia takut cincin itu akan hilang, dia meletakkan nya di samping kolam, namun cincin itu menghilang tanpa Vano sadari.
" Pak Vano, ini saya Kania " Kania masuk sambil melirik semua rumah
Vano naik dan langsung memakai handuk nya " Kania kamu datang ? " melihat Kania yang tidak membawa barang barang nya
" Maaf pak saya haru pergi "
" Pergi ? kemana ? "
" Saya tau ini mungkin berat untuk bapak dan kakek tapi saya harus pergi " ucap Kania menahan air matanya dan langsung naik ke atas
Vano mengejar Kania " Kania apa ada ? "
" Saya tau ini harus nya ga terjadi diantara kita pak "
" ada apa Kania bisa bicara dengan jelas ? saya tidak paham "
Kania membuka tas nya lalu mengambil surat kontrak " ini pak, ambil saja kita batal kan semuanya cukup sampai disini "
Vano hanya diam dan membiarkan Kania mengemasi barang barang nya " apakah ini yang dinamakan cinta ? " ucap Vano didalam hati nya
" Kania hati hati dijalan dan semoga kamu selamat sampai tujuan "
" Semoga bapak bisa menemukan orang yang lebih baik dari saya " Kania turun dengan membawa barang barang nya
__ADS_1