
Rehan sudah sampai dan ia langsung menuju asrama Cici
membuka pintu " gimana udah siap ?"
Memasuk kan barang barang ke dalam koper " iya ni sudah selesai berdiri dan menatap Cici " Ci makasi ya uda mau bantu " memeluk Cici
Membalas pelukan Kania " iya , nanti kalau udah dapat rumah kamu harus sering sering main ke asrama aku ya "
" Iya tenang aja " melepas pelukannya dan saling menatap juga membalas senyuman
...****************...
Setelah selesai , Rehan membawa Kania ke rumah sakit tempat dia bekerja , di sana Kania akan nginap di kamar perawat, karena kebetulan perawatan yang ada di kamar itu sedang cuti. setelah meletakkan barang barang nya Kania memutuskan untuk berkeliling rumah sakit.
Kania duduk di salah satu kursi yang ada " kenapa ya aku ngak bisa kayak orang orang " menunduk
Saat dia sedang memikirkan nasib nya, Kania mendengar suara seseorang yang meminta pertolongan
" apakah ada seseorang bisa menolong saya ? " ucap suara yang seperti nya dekat dari tempat Kania duduk
Berdiri dan mencari dari mana asal suara tersebut " dimana ? kau dimana , aku tidak bisa melihat mu " ucap Kania sambil mencari asal suara tersebut dan tiba-tiba ada seorang kakek yang menarik tangganya
" Ahhh siapa itu kenapa menarik ku " ucap Kania kaget
" Bisa bantu aku " ucap kakek yang sedang duduk tergeletak di tanah
Menunduk dan mendekati Kakek tersebut " iya ada apa , aku akan membantu "
" Aku menjatuhkan kan pemantik ku kedalam selokan , bisa ambil kan untuk ku " ucap Kakek tersebut, karena Kania tidak tega melihat nya maka dia memutuskan untuk membantu
Pertama Kania membantu kakek itu untuk duduk dan menyuruh nya untuk menunggu, setelah itu Kania pergi dan mencari suster untuk meminta bantuan, akhir nya Kania bisa mendapatkan pemantik kakek tadi
Berlari ke arah kakek " ini aku sudah mendapatkan nya " duduk di samping kakek
Mengambil pemantik itu dari tangan Kania " terimakasih " kakek tersebut mengambil kotak rokok dari saku nya
" Apakah kau ingin merokok ? " menatap diam kakek
" Iya aku sudah merokok sejak aku masih muda , sekarang aku sedang menderita penyakit paru paru "
Terkejut dengan penjelasan kakek " jadi kenapa kakek masih merokok ? padahal kakek sedang sakit ? "
" Aku tau umur dan waktu ku tidak lama lagi jadi apa gunanya aku hidup " sambung kakek
" Jika kita berusaha, kita pasti bisa kek. kakek pasti bisa kembali sembuh seperti dulu "
__ADS_1
" Aku tidak begitu yakin, tapi siapa nama mu kita belum berkenalan "
Mengulur kan tangan nya " Aku Kania kek "
Mengambil tangan Kania " Kania , aku memiliki seorang cucu dan sebelum aku meninggal, aku ingin melihat dia menikah " ucap kakek sambil memegang tangan Kania
" Jika kau mengatakan pada nya mungkin cucu mu mungkin dia akan mengabulkan permintaan kakek "
" tidak mungkin dia mengabulkan nya , dia adalah orang yang sangat dingin dan disiplin "
" Tidak semua orang yang dingin terlihat seperti itu , mungkin dia memang dingin tetap tidak dengan hati nya, siapa tau hati nya hangat " sambung Kania sambil menatap kakek
" Aku sangat ingin melihat dia menikah karena itu adalah keinginan terakhir ku "
" Jika kakek ingin melihat dia menikah maka " mengambil rokok dari tangan kakek " kau tidak boleh melakukan nya dan ikuti semua pengobatan mu , mungkin nanti kau bisa melihat dia menikah " senyum tipis
Saat sedang asik bicara tiba tiba perawat datang dan membawa kakek " kakek sekarang waktunya kita minum obat " ucap perawat dan membawa kakek
" Kania kita pasti akan bertemu lagi " ucap nya sebelum pergi
Kania hanya bisa tersenyum melihat kakek itu , sementara Devano sedang bersiap siap untuk ke rumah sakit karena dia ingin mengunjungi kakek nya yang di rawat di sana
...****************...
Masuk ke kamar kakek nya dan langsung memeriksa saku , bawah bantal dan laci kakek nya " dimana kau menyembunyikan nya " ucap Devano sambil menatap tajam kakek nya
" Apakah kau yakin tidak akan merokok lagi " duduk
" Iya aku yakin , jika aku bisa berhenti merokok berarti kau bisa menikah dan beri aku seorang cucu "
" Kakek , aku masi sibuk dengan pekerjaan ku dan sekarang kau juga masi belum pulih betul kan "
" Aku akan kembali pulih jika aku mendengar kabar pernikahan mu " pura pura menutup mata nya
" Menikah , itu bukan hal yang mudah , aku juga belum bisa menerima seseorang sama sekali "
" Jika kau berusaha kau pasti akan bisa "
" Aku sudah berusaha untuk membuka hati dan mencari wanita yang tepat untuk ku tapi mereka semua tidak serasi dengan aku , aku juga merasa tidak cocok "
" Ingat lah kata kata ku , jika kau mendengar kabar pernikahan mu maka aku akan keluar dari sini jika kau masi seperti ini maka aku akan tetap berada di sini " tiba tiba nafas kakek sesak
Berdiri terkejut " kakek ada apa kenapa kakek seperti ini " khawatir lalu keluar untuk mencari dokter
Setelah di periksa dokter sekarang kakek sedang istirahat dan Devano di ajak dokter untuk bicara ke ruangannya
__ADS_1
" Duduk lah , kita akan bicara sebentar " ucap dokter yang menangani kakek
" Apakah penyakit nya sangat serius " menatap dokter
" Kita harus melakukan operasi akhir yang bisa membuat kakek bertahan sampai enam bulan ke depan "
" Hanya enam bulan , apakah tidak bisa lama lagi "
" Bisa , kita bisa membawa kakek ke Tiongkok untuk operasi di sana dan kemungkinan dia akan pulih total hanya saja dia harus meminum obat setiap hari nya "
" Kapan aku bisa membawa kakek ke Tiongkok "
" Kita harus melakukan operasi akhir di sini, agar dia bisa sampai dengan selamat di sana , untuk operasi kami tidak bisa melakukan nya karena kondisi nya akhir akhir ini tidak stabil "
" Kira kira bagaimana cara nya supaya kondisi kakek bisa stabil agar operasi bisa di lakukan "
" kalau masalah itu saya juga kurang paham , kondisi nya bisa stabil jika suasana hati nya bahagia "
Setelah mendengar ucapan dokter tadi Vano ingin menikah tapi dia tidak tau ingin menikahi siapa , Sementara Kania dia sedang membantu Rehan melayani pasien
" Kania kau bawa ini ke kamar tiga puluh enam ya " memberikan nampan ke Kania
" Baiklah aku akan membawa kan nya " pergi
Kania mencari kamar nya dan sekarang dia sudah menemukannya, Kania masuk kemar tersebut
Dia masuk lalu meletakkan nampan yang dia bawa di meja pasien yang sedang berada di dalam kamar tersebut " Selamat menikmati makanan nya " ucap Kania
Kakek yang tertidur langsung bangun karena dia mendengar suara Kania " Kania "
Membalik kan badan nya " kakek " merasa bahagia dan tidak jadi keluar
" Kania kenapa kau masi berada di sini ? "
" Aku sedang membantu teman ku "
" Benar kah , apakah kau bekerja di sini "
" Tidak , ah kakek belum makan , ayo kita makan dulu " mengambil makanan nya dan menyuapi kakek sambil tertawa bersama
Devano yang mendengar tawa kakek dengan seorang wanita membuat nya penasaran siapa wanita itu , karena kakek belum pernah tertawa bahagia saat dia di rumah sakit
Membuka pintu dan Kania langsung membalik kan badan nya
" Pak Devano "
__ADS_1
" Ka Kania "