
Membuka pintu " ayo masuk kak " senyum
Melihat sekeliling, rumah yang tersusun begitu rapi dan sangat bersih
" kamu pandai dalam hal memilih rumah Kania " senyum lalu masuk dan duduk di sofa
Ingin menyusul kakak nya, tapi tangan Kania di tarik oleh Vano " berapa lama kakak kamu akan berada di sini ? "
Bingung, karna biasa nya Amanda pulang setiap enam bulan sekali dan akan kembali sebulan setelah dia istirahat " hmm saya juga kurang tau pak " senyum manis
" Awas saja kalau sampai lama berada di rumah saya " melepas kan tangan Kania
Kania duduk di samping kakak nya dan mereka mengobrol beberapa hal, setelah selesai Amanda pergi mandi sedang kan Kania dia sedang memasak
...****************...
Membuka kulkas " apa yang harus aku masak , apakah aku masak sup saja " melihat kalau di dalam kulkas ada daging, kentang dan juga wortel, bahan yang sangat cocok untuk membuat sup
Vano melihat Kania dari jauh lalu datang untuk melihat apa yang sedang dia lakukan " sedang apa kamu di dapur saya ? " mendekati Kania
Merasa kaget karna Vano terlalu dekat dengan nya
" pak, bapak bisa sedikit mundur tidak ? saya mau masak " memundurkan badan nya dari hadapan Vano
Menarik pinggang Kania karena kalau Kania mundur dia akan terkena kompor yang berada di belakang nya " saya akan bantu kamu " menatap Kania
" Ternyata pak Vano tidak sedingin yang orang kira , dia adalah orang baik dan perhatian, dia juga ganteng tapi sayang dia tidak menyukai ku , jika dia suka mungkin aku akan lebih bahagia " lamunan Kania sambil menatap Vano yang dari tadi memegang pinggang nya
Melihat Kania yang senyum senyum sendiri " kamu kenapa, kita mau masak atau terus seperti ini " menggoyang kan badan Kania
Sadar dari lamunannya " iya pak, kita masak sekarang " melepas kan Vano karena mereka akan memasak
Kania mengikuti semua perintah Vano, apa yang Vano kata kan maka itu yang akan dia lakukan, sekarang dapur terlihat sangat damai karena dua orang yang biasa bertengkar sekarang terlihat akur, jika di lihat dari jauh mereka sudah seperti pasangan suami istri
Membawa makanan ke meja " kak, ayo makan malam, ini makanan nya sudah siap " meletakkan makanan nya dan kembali ke dapur untuk mengambil sup
Tidak melihat sup nya " dimana sup nya pak ? " Kania tidak melihat sup nya
__ADS_1
Sibuk memotong bawang " di sana " menunjuk kompor
Karena Kania merasa itu sudah matang sejak tadi mungkin tidak akan panas lagi , jadi dia mengambil nya tanpa memakai alas di tangan
Melihat kompor " ah ini dia " mengambil dengan tangan kosong, masih memegang ujung panci Kania berteriak " aduh aduh "
Vano langsung meningal kan potongan bawang nya dan menarik tangan Kania lalu mencuci nya " kan saya sudah bilang kalau ingin melakukan sesuatu kamu harus berhati hati, lihat tangan kamu sekarang " memarahi Kania
Setelah selesai mencuci tangan Kania dengan air dingin, Vano memberikan salap di tangan Kania
Setelag itu dia yang membawa sup nya ke meja " ini makan malam nya " meletakkan kan sup nya
Karena tangan Kania sedang sakit jadi dia tidak ikut makan " aku mandi dulu " ucap Kania saat mereka sedang makan malam
Menatap Kania " kenapa mandi ? kita harus makan sama sama, sudah lama kita tidak makan sama sama Kania , kamu kenapa ? " melihat Kania heran
Berfikir keras agar dia tidak makan " hmm sebenarnya baju ku kena minyak tadi saat masak jadi aku harus mandi dan juga tugas kampus ku sangat banyak kak " langsung pergi meningal kan meja makan
Vano dan Amanda makan berdua, setelah selesai makan, Amanda duduk di sofa dan melihat semua isi rumah " apakah kamar nya cuma ada satu ? " tanya Amanda ke Vano
Sedang mencuci piring " tidak sebenarnya ada dua kamar tapi kamar yang satu saya jadikan tempat kerja dan juga bisa di pakai untuk belajar "
Vano berfikir, dia tidak biasa nya tidur dengan orang lain, tapi sekaran dia harus tidur dengan Kania
" hmm masuk saja ke kamar yang di sebelah kiri " melanjut kan cucian nya
" Baiklah " pergi dan langsung masuk ke kamar yang Vano kata kan
...****************...
Setelah selesai mandi Kania melihat Vano sedang duduk di sofa sambil memegang sebuah buku
" bapak sedang apa ? " mengeringkan rambut nya dengan handuk yang ia bawa
Menatap Kania " saya sedang mengurus pekerjaan , kalau kamu mau istirahat kamu bisa masuk duluan nanti saya akan nyusul "
Merasa ada yang aneh dengan kata kata Vano
__ADS_1
" nyusul maksud bapak kita satu kamar, pak kita berdua ini tidak ada hubungan apa-apa, tapi kenapa kita harus satu kamar pak ? "
Berdiri " kakak kamu sekarang sedang di kamar saya dan saya harus tidur di mana ? apa saya harus tidur di sini " menunjuk sofa
" Ngak juga pak, ya sudah saya ikuti saja saran bapak, saya masuk duluan ya pak " pergi ke kamar yang Vano bilang
Sekarang jam sudah menunjukkan pukul satu, Vano menutup laptop nya lalu dia membuka pintu dan melihat Kania yang sedang tidur pulas
Meletakkan laptop nya di meja, mendekati Kania dan tidur di samping Kania " saya tidak tau kenapa, tapi saat kamu tidur kamu terlihat lebih cantik " mengarahkan badan ke arah Kania
...****************...
Pagi ini Amanda akan pulang karena urusan bisnis, dia sengaja tidak bilang ke Kania karena dia takut membangun kan Vano, jadi dia pergi diam diam dan meletakkan surat di meja makan
Kania bergerak dan sekarang tangan nya berada di dada Vano sedang kan Vano sendiri saat ini dia sedang memeluk Kania. saat Kania membuka mata nya dia melihat suasana pagi yang jarang dia liat
" kenapa dia sangat tampan ? dia sangat sulit untuk ku gapai " memegang hidup dan pipi Vano
Merasa ada sesuatu di wajah nya Vano membuka mata nya, Kania yang sadar langsung pura pura tidur " jam berapa sekarang ? " melihat jam, lalu menatap Kania " kenapa dia masih belum bagun juga " suara serak khas bagun tidur, Vano membuat jantung Kania berdetak kencang
Melepas kan pelukan nya lalu pergi mandi, saat Vano tidak terlihat lagi Kania membuka mata nya dan menarik nafas nya panjang " kenapa dia seperti suami idaman ku " senyum sendiri
Kania sedang menyiapkan sarapan " ini makan nya pak " ucap nya sambil membawa makanan
Duduk di meja, tiba tiba hp Vano berdering dan dia mendapat panggilan dari rumah sakit. sekarang keadaan kakek sedang tidak stabil, vano dan Kania langsung menuju rumah sakit untuk melihat keadaaan kakek.
...****************...
masuk ke kamar kakek " kakek kenapa ? apa yang terjadi ? " menatap kakek yang sedang tidur di ranjang
" Dia diam-diam merokok lagi dan itu membuat dia susah bernafas " penjelasan dokter
" Apa ! apakah rumah sakit ini tidak mengawasi pasien nya dengan baik, kenapa kakek bisa merokok ? kalian bekerja di sini di gaji kan ? kalian saya yang bayar tapi kerja kalian sangat tidak memuaskan " membentak ke semua perawat
Kania yang melihat kemarahan Vano langsung membawanya nya keluar. untuk menenangkan suasana Kania memberi air untuk Vano tapi dia malah memeluk Kania
" Kakek adalah keluarga ku satu satu nya " menangis di pelukan Kania
__ADS_1
" iya pak saya tau, kita harus sabar pasti ada jalan keluar nya " menenangkan Vano