
Saat sampai di rumah sakit Vano langsung meletakkan Kania ke ranjang rumah sakit dan mendorong nya masuk ke dalam ruangan rawat , lalu ia memangil dokter " dokter tolong periksa istri saya dia sedang dalam tidak sadarkan diri " ucap Varo sambil membawa salah satu dokter ke rungan Kania di rawat .
Cici mendengar ucapan Vano yaitu ' istri ' , Cici langsung merasa kalau Kania dan Vano saling mencinta tapi mengapa Kania tidak mengatakan apa apa tentang pernikahan nya , apakah dia menyembunyikan sesuatu ? itu yang terlintas di pikiran Cici saat ini hanya itu .
Vano keluar dan berdiri di samping Cici " Cici Kania sedang dalam keadaan pingsan , saya tau kalau kamu pasti merasa ini semua sangat aneh , kenapa Kania tidak mengatakan apa apa ? " ucap Vano sambil menatap Cici
Cici dengan wajah yang murung dan merasa kalau selama ini dia tidak berguna sebagai sahabat , karna apa ? karna Kania tidak mau mempercayai nya lagi dia malah memelih untuk diam " pak , sebenarnya ada apa ? kenapa Kania dan bapak bisa sampai menikah ? dan tida memberi tau siapa siapa ? " ucap Kania dengan tatapan kosong nya
Vano duduk dan mengepal ke dua tangan nya " Cici , apakah kamu paham apa itu keluarga ? " ucap nya sambil mengingat semua masa lalu nya , masa masa di mana dia sangat bahagia bersama ke dua orang tua nya .
Cici menatap Vano yang terdiam murung di duduk nya " iya pak saya paham , saya juga punya keluarga tentu saya paham arti keluarga " ucap Cici
" Lantas apakah saya tida bisa membahagiakan orang yang saya sayang sebelum dia pergi meninggalkan saya selama nya ? "
" Apa yang bapak katakan ? saya tidak paham kenapa tiba tiba suana nya menjadi seperti ini , semua nya sudah jelas kalau kalian memang ingin menyembunyikan semua nya "
" Tadi baru saja kau katakan kalau kau paham arti keluarga , saya menikahi Kania karna keinginan kakek saya , keinginan terakhir nya sebelum dia meninggalkan saya dan dunia ini , salah jika saya menuruti apa mau jya Cici apakah salah ? "
" Tidak salah hanya saja di sini kalian berbohong saya teman Kania sejak dia masih kecil sementara bapak ? bapak hanya orang baru bagi dia , dia lebih dulu mengenal saya tapi , kenapa dia tidak mengatakannya ? "
__ADS_1
" Ada beberapa hal yang harus orang lain tidak tau bahkan kau Cici , bahkan sahabatnya sendiri tidak boleh mengetahui nya , bukan karna dia tidak mempercayai mu tapi memang belum waktu nya dia untuk mengatakan semua ini "
Di saat mereka sedang berdebat tiba tiba dokter keluar dan menghampiri mereka " Kania sudah mulai sadar tolong jangan membuat dia terlalu berfikir karna pendarahan di bagian kepala nya lumayan parah , jika dia terlalu merasa pusing dia bisa pingsan tiba tiba " ucap dokter sambil menatap Vano
" Terimakasih dokter , saya tidak akan membuat dia memikirkan hal hal yang berat agar dia tidak pingsan dan saya akan memperhatikan cara makan dan juga kesehatan nya "
" Bagus kau adalah suami yang sangat siaga saya harap kalian lekas di kasi bayi agar kalian menjadi keluarga yang lengkap " ucap dokter sambil menepuk bahu Vano lalu pergi
Vano membawa Cici masuk ke dalam untuk melihat keadaan Kaia " Kania apakah kau tidak apa apa ? aku minta maaf karna sudah mendorong mu aku tidak sengaja Kania " ucap Cici sambil memeluk sahabat nya yang tergeletak di atas ranjang
" Cici aku tidak apa apa , itu juga bukan salah mu , aku tau aku salah karna tidak mengatakan apa apa kepada mu tapi aku sungguh akan mengatakan nya aku hanya menunggu waktu yang tepat "
" Aku tidak mengatakannya karna aku dan pak Vano hanya menikah kontrak , kami hanya ingin kakek merasa bahagia dan segera sembuh lalu pulang ke rumah dan bergabung dengan kami di rumah baru kami "
" Tapi tidak baik jika kau berbohong kepada ku , apakah kau tidak merasa bersalah ? aku berfikir kalau aku tidak ingin memiliki teman seperti mu , lalu sampai kapan kalian akan terus menikah kontrak dan berpura pura seperti ini ? "
" Cici , kami akan mengakhiri ini semua jika kakek sudah merasa baikan dan bisa pulang ke rumah , tapi di mana pak Vano sekrang ? "
" Dia sedang di luar untuk mengurus semua biaya administrasi rumah sakit mu , dia juga akan langsung ke kampus tadi dia sudah menitip mu kepada ku aku akan menjaga sahabat ku yang satu ini "
__ADS_1
" Kami akan mengakhiri kontrak ini jika semua nya selsai , tapi aku sudah merasa nyaman dengan nya , aku seperti nya menyukai dia , tapi aku sadar Ci aku dan dia hanya sepasang suami istri kontrak "
" Apa ! apakah kau merasa suka kepada pak Vano ? sejak kapan Kania ? kau sudah sangat lama tidak bercerita dengan ku kenapa kau ini ? "
" Sepertinya aku mencintai suami kontrak ku itu , dia snagat humoris dan aku , aku sangat bahagia jika bersama nya "
" Lalu apakah kau sudah mengatakan kalau kau mencintai nya ? apakah kau sudah yakin dengan perasaan mu ? kau sudah yakin akan semua nya ? "
Kania dan Cici bercerita panjang lebar karna kalau diingat ingat mereka sudah lama tidak berjumpa dan mengatakan hal hal yang mereka alami , hari sudah menunjukan pukul empat sore , Vano bersiap siap untuk pulang .
Dalam perjalanan Vano tidak lupa untuk mampir ke rumah dan membawa semua barang barang Kania , dia menyusun semua nya dengan sangat rapi , bahkan dia juga pergi ke mini market untuk membeli beberapa makanan untuk Kania dan diri nya .
Di rumah sakit Kania sudah selesai mandi dan Cici sedang mengeringkan rambut nya " Kania aku akan datang lagi besok pagi ingat kau tidak boleh memakan makanan yang membuat mu merasa mual makan lah buah buahan dan bubur itu lalu jus nya kau harus makan semua nya "
" Ternyata sahabat ku ini sangat cerewet ya , dia memperhatikan semua apa yang aku lakukan tapi dia tidak memperhatikan diri nya sendiri , Cici kau juga harus makan dan jaga kesehatan mu jika kau sakit siapa yang akan menjaga mu ? apakah aku ? aku tidak bisa menjaga mu karna aku juga sedang sakit "
Mereka tertawa bersama , setelah menyelesaikan semua nya Cici memutuskan untuk pulang dan menjngalkan Kania yang sudah terlelap , beberapa menit kemudian Kania ingin minum air tapi dia melihat kalau Vano sudah datang lalu ia pura pura tertidur.
Vano masuk ke dalam dan melihat Kania yang tertidur lalu dia menghampiri istri nya tersebut lalu ia mencium kening Cici " kau adalah istri ku Kania , hanya aku suami mu tidak ada bisa memiliki mu selain aku " ucap Vano sambil mengelus kepala istrinya
__ADS_1