
Setalah memberikan air kepada Kania , Vano mengurus semua biaya administrasi nya dan membawa Kania pulang ke rumah
Masuk ke kamar Kania , membantu Kania berdiri " baiklah kita akan pulang sekarang "
Melihat Vano yang membantu nya membuat mata bulat Kania terus menatap sosok laki laki yang saat ini membantu nya " saya bisa sendiri pa "
Sebelum Kania menyelesaikan ucapan nya , Vano memotong pembicaraan nya " saya di sini sebagai suami kamu Kania , setidak nya kita bisa terlihat sebagai pasangan suami istri yang baik di hadapan orang lain " melirik sekitar lalu membawa Kania berjalan dengan pelan menuju keluar ruangan
Saat sedang dalam perjalanan menuju tempat parkir Vano bertemu dengan dokter yang merawat Kania tadi " selamat malam dok " sapa nya sopan kepada dokter yang sedang berdiri di hadapan nya
Mendengar sapaan dari salah satu pasien nya , dokter tersebut menghentikan langkah nya " malam , apakah anda sudah merasa lebih baik ? " menatap Kania yang sedang berdiri di hadapan nya
Sontak Kania langsung menatap dokter tersebut " iya dok saya sudah merasa lebih baik sekarang , ini juga berkat kerja keras anda " Kania tersenyum dan membuat Vano merasa kalau dia sudah lebih baik
Menatap Kania dan Vano " siapa dia ? " menunjuk Vano yang sedang berdiri di samping Kania sambil memegang bahu nya
" Saya adalah suami nya " memperkenalkan diri nya kepada dokter " saya senang anda bisa merawat istri saya dengan sangat baik , terimakasih atas kerja sama nya "
Dokter tersebut hanya melihat ke dua pasangan yang saling membantu satu sama lain dan itu membuat nya tersenyum " baiklah kita bicara lain kali , saya ada pekerjaaan " pamit dan pergi meningalkan Kania dan Vano
Setelah mengobrol dengan dokter , Vano membawa Kania pulang dan sebelum sampai di rumah Vano membeli beberapa barang barang yang menurut nya sangat penting untuk kesehatan Kania sekarang
Membantu Kania turun " apakah saya perlu menggendong anda ? " melihat Kania yang masi pincang , mungkin karna dia terlalu lama di dalam lemari
Menatap Vano " tidak pak saya merasa baik baik saja sekarang , sini saya bantu membawakan belanjaan nya " mengulurkan tangannya untuk mengambil belanjaan yang ada di tangga Vano
__ADS_1
Sontak Vano langsung menarik tangan nya " saya bisa melakukannya sendiri , ayo masuk ini sudah larut anda harus istirahat " berjalan mendahului Kania
Malam berganti pagi , matahari bersinar sangat cerah cahaya masuk dari jendela kamar Kania dan membuat nya terbangun dari tidur nya , saat Kania bagun dia mencium aroma masakan dari bawah dan dia langsung bergegas turun untuk melihat siapa yang sedang memasak pagi pagi begini
Dari atas tangga Kania memperhatikan sosok laki laki yang sedang memasak mengenakan kemeja hitam dan juga celana yang kelihatan sangat rapi , di samping itu di tangan kanan nya dia sedang memang sendok dan mencicip masakan nya
Vano sadar kalau dia sedang di lihat oleh Kania , dia langsung memalingkan pandangan ke Kania " apa yang sedang kau lakukan ? kemari lah , kita sarapan sama sama " menyiapkan piring dan perlengkapan lain nya
Mendengar perintah Vano Kania langsung turun dan menuju meja makan , melihat semua makanan yang sudah di siap kan , dia juga melihat ada makanan yang sudah di bungkus rapi " apakah bapak membawa bekal makan siang hari ini ? " melihat bekal yang sudah rapi
Melihat bekal yang sudah ia siapkan " ini " mengambil bekal tersebut " saya akan mampir untuk melihat kakek hari ini , apakah kau ingin ikut ? " duduk di meja makan
Kania merasa sangat senang " iya saya akan ikut " duduk dan menikmati makanan yang sudah di masak oleh suami nya
setelah selesai sarapan Kania dan Vano langsung berangkat menemui kakek yang sedang di rawat di rumah sakit dalam perjalanan mereka hanya berdiam entah karena mereka merasa cangung atau belum terbiasa
Dari kejauhan Cici melihat Kania yang sedang bergandengan dengan pak Vano dan juga menuju rumah sakit , Cici tidak tinggal diam dia langsung mengikuti kemna mereka pergi dan ada hubungan apa dengan mereka ber dua
Membuka pintu kamar kakek " kakek bagaimana kabar kakek , apakah kakek sudah merasa lebih baik sekarang ? " Kania langsing duduk di samping kakek dan menegang tangan kakek untuk melihat kondisi nya
Kakek merasa sangat bahgia dia hanya tersenyum melihat cucu semata wayang nya itu sudah menemukan seorang istri seperti Kania " iya , aku sudah merasa lebih baik sekarang , aku dengar kau masuk rumah sakit kemarin apakah terjadi sesuatu ? " melihat Kania dan juga Vano
Belum sempat Kania memberikan penjelasan Vano sudah memotong pembicaraan mereka " kemarin dia merasa sangat lelah jadi dia tiba tiba pingsan dan aku segera membawa nya ke rumah sakit , itu tidak terlalu serius kakek tidak perlu cemas " ucap Vano lalu duduk dan meletakkan barang yang ia bawa
Di luar ada Cici dan Rehan yang sedang menguping pembicaraan mereka semua " sejak kapan Kania menjadi dekat dengan keluarga pak Vano ? " menatap Rehan
__ADS_1
" Sepertinya mereka sudah saling kenal lama , dari yang aku tau , Kania sudah lama bertemu dengan kakek pak Vano " mengingat dimana waktu Kania membawa kakek nya pak Vano
" Jadi dia sudah kenal lama dengan keluarga pak Vano ? kenapa dia tidak ceria ? "
" Mungkin dia sedang menunggu saat yang tepat jangan terlalu berfikiran aneh aneh " sambung Rehan
" Apakah dia sedang merahasiakan sesuatu dari kota ? " ucap Cici curiga
Kania yang merasa ada hal aneh yang ia dengar dari balik pintu membuat nya penasaran dan ingin melihat siapa yang sedang berbisik di depan ruangan kakek , sebelum Kania membuka pintu nya tangan nya di tahan oleh Vano
" Apa yang sedang kau lakukan ? " menarik tangan Kania yang sedang memegang pintu
" Saya mendengar ada sesuatu dari pintu kamar kakek , saya hanya ingin melihat nya " merasa penasaran
" Apakah kau sudah ingin membongkar rahasia yang selama ini kita tutupi ? " menatap Kania dengan snagat dalam
Jantung Kania mulai tidak stabil dia langsung menarik tangan nya dari Vano " iy .. iya , tapi apa maksud bapak dengan rahasia ?
" Di depan pintu kamar kakek , itu adalah kedua teman teman mu , apakah kau ingin menemui mereka dan membuat mereka curiga dengan kita ? "
" Benarkah aku hampir saja melakukan kesalahan " merasa kaget dan menjauh dari pintu
Tiba tiba Vano membuka pintu dan menarik Kania untuk bersembunyi di balik pintu kamar kakek dengan keadaan tangan yang ia pegang sangat erat
Cici dan Rehan merasa kaget karna Vano tiba tiba membuka pintu nya " astaga " ucap Cici karena dia sangat kaget
__ADS_1
" Apakah ada yang bisa sya bantu ? " ucap Vano dan menatap mereka berdua
" Tidak pak , ka .. kami hanya kebetulan lewat saja , kami pamit untuk pergi " ucap Rehan menarik Cici dan segera meninggalkan kamar kakek Vano