
Vano hanya menatap ragu mereka berdua karena dia merasa kalau mereka sudah merasa curiga dengan hubungan nya dengan Kania " lain kali jika kalian butuh sesuatu atau urusan apa pun itu bisa temui saya di kantor dan jangan mencampuri urusan pribadi saya " menatap Rehan dan Cici
Rehan dan Cici hanya terdiam melihat Vano yang sangat serius padahal mereka hanya ingin tau apakah benar Vano dan Kania memiliki hubungan " baik pak kami tidak akan menganggu bapak lagi " ucap Rehan lalu menunduk
Vano hanya mengangguk , di sisi lain ada seekor cicak yang mendekati tangan Kania , Kania pov " ya tuhan apa yang harus aku lakukan , mereka belum juga pergi " menutup mata nya
Vano menutup pintu nya karna Rehan dan Cici juga sudah pergi jauh " Kania ? apa yang terjadi apakah kau baik baik saja ? " menatap Kania yang menutup mata nya sambil meletakkan ke dia tangan nya di dada
Kania membuka mata nya dan melihat Vano " say..... say.... saya baik baik saja pak " Kania tiba tiba pingsan karena dia melihat seekor cicak
Vano panik dan membawa Kania ke sofa , kakek melihat keadaan Kania yang sangat pucat membuat nya khawatir " Vano tolong Pangil dokter kandungan " ucap kakek spontan tanpa memikirkan apa apa
Vano langsung berdiri dan menghampiri kakek " apa yang kakek bicara kan , Vano dan Kania tidak melakukan apa apa , kami belum melakukan nya " ucap Vano dengan wajah polos nya
Kakek sangat terkejut " kenapa kalian tidak melakukannya , apakah kalian tidak ingin melihat ku bahagia , setidak nya aku harus mempunyai cucu sebelum aku meningal " kakek tiba tiba merasa sesal di dada nya dan Vano langsung memangil dokter
Setelah semua kembali normal Kania dan Vano memutus kan untuk kembali pulang , di dalam mobil Vano penasaran apa yang terjadi dengan Kania tadi sehingga dia pingsan " Kania apakah kau merasa tidak enak badan ? tadi kau pingsan apakah ada sesuatu yang terjadi ? " menatap Kania dengan dalam
Kania yang merasa malu karena hanya seekor cicak dia pingsan dan itu membuat nya sangat malu " saya .. saya hanya merasa tidak enak badan dan saya juga merasa pusing pak hanya itu saja " mengalihkan pandangannya
__ADS_1
Vano yang memikirkan hal aneh aneh " kita belum melakukan nya kenapa kau merasa pusing ? " di pikiran Vano hanya tentang cucu yang kakek inginkan
Kania merasa bigung dan dia sedikit menaikan alis nya " melakukan apa pak ? apa yang belum kita lakukan ? " Kania menatap heran Vano
Vano langsung menghilangkan pikiran kotor nya " tidak itu hanya salah paham ayo kita pulang " menyalakan mobil dan kembali ke rumah
Dalam perjalanan pulang , jalan nya sangat macet dan membuat Kania merasa bosan lalu dia membuka kaca mobil nya dan dia melihat ada seseorang yang sedang muntah lalu dia memalingkan pandangan nya " kenapa Kania ? " ucap Vano melihat Kania bertingkah aneh
Kania hanya diam dan menggeleng kan kepala nya , sesampainya di rumah Kania langsung ke kamar mandi dan muntah muntah , Vano merasa kalau Kania jarang muntah bahkan tidak pernah " ada apa dengan nya kenapa dia bertingkah aneh sekali " jalan menuju kamar nya
Setelah selesai mandi dan bersih bersih Kania masuk ke kamar dan dia duduk sambil memikirkan hal yang tadi dia lihat " aku tidak mungkin melihat nya nya , aku sangat tidak ingin tapi bagaimana aku bisa mengatakan nya itu sangat memalukan " ucap Kania yang tidak sengaja di dengar oleh Vano yang sudah berdiri di depan pintu kamar Kania
Kania yang mengingatkan kejadian yang aneh tadi dan merasa malu untuk mengatakan nya " tidak pak semua nya baik baik saja, hanya saja saya merasa sedikit mual dan pusing " memegang kepala nya , dia hanya membuat alasan agar Vano meningal kan dia karena dia sangat malu
Vano yang mulai berfikir aneh , Vano pov " apakah aku sudah melakukan nya ? aku tidak ingat kalau kami sudah melakukan itu " dengan muka aneh nya dia terdiam sambil mengingat apakah dia pernah melakukan nya
Kania yang melihat Vano diam saja dari tadi " apakah dia melamun " berfikir dan menepuk pundak Vano " pak apakah bapak baik baik saja ? " Kania menatap Vano
Vano langsung berdiri " say saya akan ke kamar saya " menjngalkan Kania tiba tiba dia merasa ada yang aneh dia kembali dan menatap Kania " apakah kau pernah masuk ke kamar ku ? " ucap Vano
__ADS_1
" Apa ? " ucap Kania kaget karna dia sama sekali tidak pernah tidur seranjang dengan Vano " apa yang bapak katakan apakah bapak memandang saya serendah itu ? " ucap Kania marah
Vano kaget melihat reaksi Kania " saya hanya bertanya kenapa kau menjadi sangat marah ? " pergi meningalkan Kania , Vano pov " apakah dia pernah masuk ke kamar ku ? kalau tidak kenapa reaksi nya sangat berlebihan ? " Vano merasa kalau Kania pernah masuk ke kamar nya
Pagi nya Vano memasak nasi goreng untuk dia dan Kania dia memasuk kan sedikit bawang putih lalu Kania tiba tiba marah " aduhh kenapa bau sekali , bapak sedang apa ? kenapa bapak masak dengan banyak bawang " menghampiri Vano
Vano hanya terdiam dan melihat Kania marah marah " apakah saya salah ? " menatap Kania , Vano mulai merasa kalau ada yang salah dengan Kania
Mengambil sendok dari tangan Vano dan membuang semua yang sudah dia masak " bapak bisa duduk dan saya akan memasak untuk bapak " ucap Kania lalu memasak
Vano hanya diam dan duduk di meja makan , lalu Vano berfikir kalau Kania memang aneh dan dia mencari di google tanda tanda kehamilan dan dia melihat semua tanda itu pada Kania , tapi yang membuat nya ragu adalah di situ di katakan kalau ibu hamil sangat suka perut nya di elus " apakah aku haru melakukan nya ? iya aku harus melakukan nya aku ingin semua keraguan ku ini terjawab " ucap Vano yang melihat Kania sedang asik memasak
Vano menghampiri Kania dan memastikan bahwa Kania tidak curiga dengan gerak gerik nya " apa yang sedang kau masak Kania ? " menatap Kania
Kania yang sibuk dengan pekerjaan nya " saya hanya akan membuat roti dan satu telur " melanjut kan pekerjaan
lalu Vano melihat ada saos di depan Kania , jika dia ingin mengambil saos tersebut maka dia harus berdiri di belakang Kania dan memeluk nya dari belakang dengan begitu akan mudah untuk mengelus perut nya " Kania bisakah kau ambil kan saos ? " ucap nya basa basi
Kania yang merasa kesal karna dia sedang memasak " apakah bapak tidak bisa ambil sendiri ... " Kania terdiam karna Vano tiba tiba memeluk nya dari belakang dan meletakkan tangan nya di perut Kania " apakah kau merasa nyaman " ucap Vano lalu menyender kan kepala nya ke bahu Kania " hmm aku merasa nyaman " ucap Kania spontan
__ADS_1