
Karena merasa sangat terkejut Vano terdiam di depan pintu , " kenapa kok kamu diam saja , sini masuk " ucap kakek
Mendengar perintah kakek, Vano masuk dan duduk di samping Kania " biar saya yang menyuapi kakek kamu bisa keluar " mengambil piring dari tangan Kania
Melihat tingkah Vano yang cangung di depan Kania membuat kakek merasa penasaran kenapa Vano cangung di depan Kania
" sudah biar saja, kakek mau dia yang menyuapi kakek, kamu bisa pergi ke ke kampus sekarang " menatap Vano
Masi menatap Kania yang dari tadi diam saja " baik lah, kalau gitu Vano berangkat dulu ya kek, kakek jaga diri baik baik dan jangan merokok lagi "
Tersenyum lebar " baik lah aku tidak akan merokok lagi, pergi la aku akan bersama Kania di sini "
Menatap Kania dan juga kakek secara bergantian " iya Vano berangkat ya " pergi
Setelah Vano tidak terlihat lagi Kania merasa penasaran apa hubungan kakek dengan pak Vano
" pak Vano itu cucu kakek " ucap Kania sambil menyuapi kakek
Tersenyum " iya , dia adalah cucu ku satu satu nya , dia di tinggal orang tua nya saat berumur tiga tahun " menatap Kania
Mengangguk kecil " kemana orang tua nya apakah mereka berpisah ? "
Mengingat kejadian " sekitar dua tahun lalu ibu Vano mengalami kecelakaan dan meninggal, setelah kecelakaan ayah nya menjadi sering marah dan membentak Vano , setelah satu tahun ayah nya meninggal karena penyakit jantung " jelas kakek kepada Kania
" Jadi pak Vano .. "
Belum sempat Kania melanjutkan kan perkataan nya tiba tiba kakek mengambil tangan nya " jika kamu mau menikah lah dengan Vano karena kakek merasa kalian berdua sangat serasi "
Mendengar ucapan kakek , Kania sedikit kaget tetapi dia tidak terlalu memperlihatkan nya karena takut nanti kondisi kakek semakin parah , mengambil tangan kakek " nanti ya kek , Kania akan pikir kan dulu , setelah Kania pikir kan Kania akan ..... "
Lagi lagi kakek memotong pembicaraan nya " pikir kan baik baik Kania karena kakek sangat ingin melihat Vano menikah " menatap Kania
Setelah selesai bicara , Kania memberikan kakek obat dan sekarang kakek sedang istirahat , karena ini sudah malam Kania kembali ke kamar perawatan untuk istirahat dan members kan barang barang nya untuk besok
...****************...
__ADS_1
Pagi nya sebelum Kania berangkat untuk pindah , Kania mengunjungi kakek " selamat pagi kek " tersenyum dan menghampiri kakek
Kakek merasa senang melihat sikap Kania yang ceria " iya selamat pagi , kamu mau pergi ? " melihat Kania yang berpakaian sangat rapi
Duduk " iya Kania mau pindah ke rumah Kania yang baru " mengambil buah lalu membuka nya
Duduk di samping Kania " apakah rumah nya jauh dari rumah sakit , kakek ingin kamu datang untuk melihat kakek " menatap Kania
Memberikan buah kepada kakek " kakek tenang aja , nanti setiap pagi Kania akan mampir dulu ke sini sebelum Kania berangkat ke kampus "
Saat sedang asik bicara , tiba tiba Vano datang membawa sarapan untuk Kakek , membuka pintu sambil melihat sarapan yang dia bawa " kek ini Vano udah bawa sarapan buat kakek jadi jangan lupa kakek makan dan .. " melihat kalau ternyata kakek sedang bersama Kania
Menatap Kania " Kania kamu sedang apa di sini ? "
Berdiri " saya ngak ngapa ngapain pak , saya baru aja mau keluar " mengambil tas nya
Kakek menarik tangan Kania " kita sarapan sama sama ya , Vano ngapain di situ sini duduk kita sarapan "
Akhir nya Vano duduk dengan mereka berdua, mereka bertiga makan bersama.
setelah selesai makan , kakek mengambil tangan Kania dan Vano " jika kalian memang ingin melihat kakek sehat seperti biasa , bisakah kalian menikah ? " menatap mereka berdua
Tersenyum melihat mereka " baik lah kakek akan menunggu jawaban kalian "
Setelah bicara , Kania dan Vano keluar dari ruangan kakek.
...****************...
Vano menarik tangan Kania " apa apaan kamu tadi, kamu pikir pernikahan itu bahan candaan " membentak Kania
Merasa kesal dengan nada bicara Vano yang membentak nya " pak, bapak ga bisa mikir dengan bapak menentang pernikahan tadi di depan kakek, kakek apa kakek akan bahagia ? "
" Saya bisa jelaskan , saya bisa bujuk kakek supaya tidak menjodohkan kita lagi, saya yakin kakek pasti bisa mengerti " kembali membentak Kania
Menatap Vano tajam " lalu dengan penjelasan bapak tadi, tanpa bapak sadar bapak akan membuat kondisi kakek semakin parah "
__ADS_1
" Tau apa kamu tentang saya dan kakek " Vano melihat di belakang Kania ada seorang perawat yang sedang membawa peralatan nya sambil menelpon
" Saya, saya tau semua nya saya tau kalau bapak .... " tiba tiba Vano menarik pinggang Kania karena perawat tadi tidak memperhatikan jalan nya
Melihat perawat tadi " ada apa dengan nya kenapa jalan sambil menerima telepon " ucap Vano yang tidak sadar kalau dia sedang memeluk Kania
Melepas kan pelukan kan " bapak apa apaan si ngak sopan jadi orang " menatap sinis Vano
" Saya baru aja menyelamatkan kamu loh Kania , emang kamu tidak lihat apa yang saya lakukan barusan ? " menatap tajam Kania
" Udah ya pak, saya ngak mau dengar lagi ocehan bapak yang ngak jelas itu, saya mau pergi dan saya harap kita ngak ketemu lagi " mengambil koper nya lalu pergi
" Saya juga ngak mau ketemu lagi sama kamu dasar aneh " berteriak karena Kania sudah menjauh
...****************...
Setelah itu , Devano ke ruangan dokter untuk menanyakan kondisi kakek
"permisi dok " membuka pintu lalu masuk
" Devano? tumben kamu datang pagi pagi, biasa kamu datang sore setelah mengajar " ucap dokter karena pagi pagi sudah melihat Devano
Duduk " iya dok saya tadi kebetulan lewat dan sekalian aja mampir sebentar, jadi gimana kakek keadaan saya dok ? " langsung pada intinya
" Kabar bagus, karena kondisi kakek kamu sekarang sudah membaik. dia makan dengan rutin, minum obat dan tidak merokok lagi, jika terus seperti ini maka kita bisa menjalan kan operasi dan membawa kakek ke Tiongkok dengan cepat " ucap dokter
Devano merasa bahagia mendengar ucapan dokter tadi " benar kah, kira kira kenapa kakek merasa lebih baikan sekarang ? " tersenyum lebar
" Sebenarnya nya ada seorang gadis yang slalu masuk ke kamar kakek, dia membawakan kakek makanan dan buah buahan. kakek menjadi lebih terhibur dan juga merasa tidak kesepian lagi, saya rasa itu adalah salah satu faktor yang membuat kondisi kakek semakin membaik "
Mendengar ucapan dokter Vano langsung memikirkan Kania " apakah gadis itu memiliki lesung pipi ? " tanya nya kepada dokter
" Iya dia mempunyai lesung pipi dan juga rambut yang slalu di gerai dia jarang mengikat nya " penjelasan dokter
...****************...
__ADS_1
Setelah dari ruangan dokter Vano kembali ke kampusnya , sementara Kania dia sedang dalam perjalanan menuju rumah baru nya yang ia beli dari Reza
Kania merasa senang karena rumah yang ia beli ternyata sangat bagus dan sesuai dengan yang ia mau , dia langsung masuk dan meletakkan kan badan di sofa