Istri Kontrak Ku

Istri Kontrak Ku
18


__ADS_3

Vano tidak mengerti apa yang baru saja di katakan Rehan " kenapa ? apa yang terjadi dengan Kania , saya baru saja mengerim dia pesan dia pasti baik baik saja apa yang kau katakan ? " ucap Vano dengan nada suara yang khawatir karena dia tidak bisa melihat istri nya dalam masalah.


Rehan hanya diam menatap pria bernama Vano itu , dia sudah sangat geram ingin rasa nya dia memukul pria yang ada di hadapannya itu " jika kau belum selesai dengan wanita mu maka urus lah dia terlebih dahulu, masalah Kania saya dan Cici yang akan menyelesaikan nya " Rehan melangkah pergi menjauh dari tempat Vano


Vano tidak diam, dia belum tau pasti apa yang sedang terjadi dan apa masalah yang sedang Kania hadapi kenapa dia bicara apa apa ? dan dia juga tidak meminta bantuan, apakah aku sangat tidak berarti bagi nya. Vano berlari ke arah parkiran dia langsung menuju ke tempat Kania di tahan walau dia tau dia tidak akan sampai dalam waktu yang cepat.


Cici sedang berusaha untuk menelepon Vano dan Rehan tapi tak ada satu diantara mereka yang menjawab panggilan dari Cici yang membuat Kania semangkin khawatir " Kania kau tenang lah, tidak akan terjadi apa apa, kau percayakan kepada sahabat mu ini ? " Cici melakukan segala hal agar Kania tetap merasa tenang, dia tidak bisa melihat sahabatnya menangis di pojok penjara itu.


Jam sudah menunjukan pukul 07:00 malam, akhirnya setelah menunggu lama Rehan tiba, tapi Cici merasa aneh karena dia tiba sendirian dia tidak membawa Vano, Cici berjalan pelan ke arah Rehan " ada apa ini ? kemana Vano ? apakah kau tidak bisa menemukannya ? apakah sesulit itu untuk membawa dia ke sini ?, kenapa kau diam saja apakah kau tidak bisa menjawab ku ? " ucap Cici yang sudah terlarut didalam emosi nya apalagi saat ini Kania sedang berada didalam sana, tempat yang gelap dan dia sendirian.


Rehan terdiam dia menatap Kania sejenak lalu menguatkan diri nya " Cici, kau percaya kepadaku kan ? aku pasti bisa menyelamatkan Kania dari sana kita berdua akan menyelamatkannya dia, kita tidak perlu bantuan siapapun, aku akan memanggil pengacara dan menyelesaikan ini semua".

__ADS_1


Cici mencoba untuk tenang dan memahami perkataan Rehan " apakah dia tidak mau membantu Kania ? sudah kuduga ini akan terjadi, aku mohon agar kau tidak memberitahu Kania tentang ini semua" ucap Cici sambil terduduk diam dan menatap Kania.


Rehan berjalan mendekati Kania saat Rehan ingin bicara tiba tiba Kania berdiri dan menghampiri nya " pak Vano , kenapa kau lama sekali apakah kau tidak tau kalau aku sangat takut? " Kania menangis sambil menghampiri Vano, Rehan hanya diam dan menatap kedatangan Vano.


Vano langsung mengelus kepala sang wanita yang bisa dikatakan kalau dia sudah jatuh hati kepada wanita yang sedang berada dihadapannya ini, dia tidak hanya mengelus kepada Kania dia memeluk Kania walau mereka terhalang besi penjara " apa yang terjadi kenapa kau berada disini Kania ? apakah kau tidak bisa menjaga dirimu sendiri ? aku hanya pergi untuk beberapa saat tapi kau, kau sedang apa disini ayo kita pulang " ucap Vano menatap Kania sambil meneteskan air mata nya


Rehan menarik paksa tangan Vano dari Kania, dia sudah tidak tahan melihat Vano yang memeluk sahabatnya padahal beberapa menit lalu dia baru saja bermain dengan wanita lain, satu pukulan melayang di pipi kanan Vano, Rehan menarik kerah baju Vano " apa yang kau pikirkan setelah bermain dengan wanita di sana dan sekarang kau kembali apakah kau ingin mati ? " satu tumbukan lagi melayang di bawah bibir Vano, bibir dan kepada Vano sudah berdarah


"Saya tau kalian pasti merasa kesal dengan saya, tapi yang Rehan lihat itu bukan kejadian yang sebenarnya" Vano berusaha untuk menjelaskan semuanya, Vano mengatakan bahwa Bungga adalah mantan kekasihnya, mereka bertemu karena ada perjalanan bisnis.


Jam sudah semangkin malam polisi sudah menyuruh mereka untuk pulang sementara Kania, Kania harus tetap berada didalam penjara " kau tenang saja aku akan kembali dan membawa mu pulang Kania " ucap Vano dan mengelus kepala Kania tidak lupa dia tersenyum manis agar Kania tidak merasa khawatir

__ADS_1


"Kau akan kembali ? "


"Iya Kania aku pasti akan kembali, aku akan membawa mu pulang"


"Apakah kau tau aku merasa sangat takut disini, apakah aku bisa menunggu hingga kau datang besok ? "


"Jika kau merasa takut maka lihat ini " mengambil tangan Kania dan memperlihatkan cincin pernikahan mereka


"Aku juga memakainya, aku berada didekat mu, kau tidak perlu takut"


Kania hanya mengangguk, lalu melepaskan tangga Vano dari jauh Kania melihat Vano juga memakai cincin pernikahan mereka, Kania mulai yakin akan perasaannya ,dia akan mengatakan bahwa dia mencintai Vano setelah semua masalah selesai

__ADS_1


__ADS_2