Istri Kontrak Ku

Istri Kontrak Ku
09


__ADS_3

Setelah operasi kakek selesai, ia di pindah kan ke ruangan rawat biasa


" akhir nya kakek bisa bersama kita lagi " ucap Vano sambil tersenyum melihat Kania


Tatapan Kania tidak lepas dari Vano karna baru pertama Vano tersenyum seperti sekarang


" kakek pasti akan selalu bersama kita " menatap Vano


Setelah beberapa jam Vano masuk untuk melihat keadaan kakek, sementara Kania dia pulang untuk mengambil barang barang kakek , karena tidak bisa bawa mobil Kania menunggu taxi pesanan nya


...****************...


" Kania " ucap Rehan saat tidak sengaja melihat Kania yang sedang berdiri sendirian di lobi rumah sakit


Melihat kiri kanan dan melihat Rehan berjalan ke arah nya " aduh kenapa ada Rehan ? " batin Kania sambil mengalihkan perhatian nya


Berlari kecil " Kania " menepuk pundak Kania " lagi apa di sini, mau pulang " melihat sekeliling


" Hmm iya, aku mau pulang " menatap sekitar rumah sakit


" kenapa lama si datang nya " batin Kania sambil memegang tas yang ia bawa


Merasakan ada yang aneh dengan Kania, Rehan merasa Kania sedang menyembunyikan sesuatu


" Kania, ada Cici di dalam, ayo masuk kita makan siang dulu baru pulang " menatap Kania


Melihat taxi yang ia pesan sudah sampai " kayak nya jangan sekarang Han , aku ada urusan sampai jumpa lain waktu " menepuk pundak Rehan lalu pergi


" Hmm apakah aku tidak salah lihat, Kania pakai cincin, apakah dia sudah menikah diam-diam, wah Kania " wajah kaget sekaligus tidak percaya karna Kania sama sekali tidak ada mengatakan apa apa


...****************...


Rehan masuk ke rumah sakit, saat masuk dia juga melihat Devano yang sedang berbicara dengan beberapa suster dan dokter, dengan penasaran Rehan mendekat


" siang pak " sapa Rehan ke Vano


Sontak Vano langsung menatap Rehan


" iya siang, kamu kerja di sini ? " melihat Rehan yang menguntungkan seragamnya


" Iya pak saya kerja, bapak ada perlu apa di sini ? " menatap Vano dengan sopan


" Saya.. " berfikir keras, karena Vano tau kalau Rehan adalah sahabat dekat nya Kania " saya ada urusan tadi "


Rehan langsung percaya " baiklah pak, saya juga sedang ada urusan. sampai jumpa lain waktu " mengulur kan tangganya


Mengambil uluran tangan Rehan " iya semoga kita bisa bertemu dan bicarakan banyak hal "

__ADS_1


Setelah bersalaman Vano pergi, tetapi ada hal yang aneh Rehan merasa kalau Vano juga menggunakan cincin yang sama dengan punya Kania tapi Rehan hanya mengacuhkan nya saja


...****************...


Setelah selesai beres-beres barang kakek Kania kembali ke rumah sakit dengan mengunakan masker, kerudung dan juga kaca mata hitam agar tidak ada yang mengenalnya


Sampai di rumah sakit Kania langsung masuk ke ruangan kakek " selamat, untung aja ngak ada yang curiga " menutup pintu


Vano yang menatap Kania dari atas hingga bawah


" kamu kenapa ? " heran


Membuka masker, kaca mata dan kerudung nya


" bapak tidak tau di sini ada teman saya, kalau ketahuan saya bisa mati "


Menggeleng kan kepala " kania kania, mana baju saya, saya juga mau ganti baju ? "


Memberikan barang yang ia bawa, karna kakek belum pulih total Kania dan Vano memutus kan untuk menginap di rumah sakit sambil menjaga kakek, setelah selesai bersih-bersih Vano keluar untuk mencari makanan


Membuka pintu " Kania " meletakkan barang bawaan nya


" Bapak dari mana, kenapa banyak bawa barang barang " melihat bawaan Vano


" Ini makanan, kalau kamu mau makan, silahkan " keluar lagi


Vano merasa cangung karena ini merupakan malam pertama mereka tapi Vano memutus kan untuk tidak mengatakan apa-apa ke Kania dan pura pura tidak tau apa-apa


...****************...


Saat masuk Vano melihat Kania sedang membereskan beberapa barang, dengan rambut di ikat, baju tidur dan juga senyuman Kania membuat Vano terdiam melihat nya


" apakah aku harus melakukan nya malam ini " ucap Vano


Kania yang tidak dengar dengan jelas


" iya, kenapa pak apa ada masalah " mendekat ke arah Vano


" Berhenti, jangan mendekat " berjalan menjauhi Kania


Menatap heran tapi Kania tidak mendekat dan dia tetap diam saja, setelah beberapa menit Vano hanya duduk diam di bangku sedangkan Kania dia sudah merebah kan tubuh nya di sofa dan dia tertidur


Berjalan mendekati Kania


" hmm kenapa dia malah tidur di sini " menatap Kania


Vano mengendong Kania dan memindahkan nya ke kamar yang sudah ia pesan sebelum nya, sampai di kamar Vano meletakkan Kania di ranjang dan menutupi Kania dengan selimut

__ADS_1


Saat ingin pergi tangan Vano di tarik Kania " jika semua orang tau aku sudah menikah apakah aku akan baik baik saja ? " ucap Kania dalam tidur nya


Vano yang mendengar nya langsung menunduk dan menatap Kania " jika kehadiran mu bisa membuat saya nyamanan maka kita akan baik-baik saja " mengelus wajah Kania


Setelah sepuluh menit, Kania sudah tertidur dengan pulas. Vano kembali ke kamar kakek " kakek " melihat kakek sudah sadar


Melihat sekeliling " dimana Kania ? " menatap Vano


Menghampiri kakek " Kania sudah tidur aku sudah memindah kan nya ke kamar sebelah " duduk


" Kenapa kalian datang ke sini, akan lebih baik jika kalian menghabiskan waktu bersama "


" Hmm kami ingin melihat kakek kembali seperti dulu, jadi kami akan tetap di sini "


" jika aku sudah kembali pulih, kalian harus memberikan aku cucu "


Ucapan kakek membuat Vano terdiam dan dia menyuruh kakek untuk istirahat , sedang kan Vano dia tidak tidur karna dia mengerjakan beberapa tugas yang belum sempat ia kerjakan


...****************...


Sekarang sudah pagi, Kania bangun dan langsung menuju kamar kakek " kakek " ucap Kania saat melihat kakek sudah pulih


" Kania " kakek merasa senang melihat Kania datang


Berjalan lalu memeluk kakek " kakek sudah merasa lebih baik ? " duduk


" Iya aku sudah baikan , seperti nya suami mu akan sakit " menatap Vano yang tergeletak di sofa


Melihat Vano dan menghampiri nya " pak , pak Vano " menepuk pipi Vano


" Dia tidak tidur semalaman , lebih baik jika kau bawa dia pulang dan biar kan dia istirahat " ucap kakek


" Baiklah kek , kami akan pulang " membantu Vano untuk berdiri


Karena Vano sedang tidak enak badan mereka pulang dengan taxi , beberapa menit dalam perjalanan akhir nya mereka sudah sampai , Kania membawa Vano ke kamar dan meletakkan nya di kasur , lalu Kania ke dapur dan membuat sup untuk Vano


...****************...


Membuka pintu kamar " pak , lebih baik kalau bapak makan dulu " meletakkan makanan di meja


Duduk " saya ngak suka sup " menatap Kania


" Saya juga ngak suka masak untuk bapak , tapi bapak sedang sakit akan lebih baik bapak makan dan mandi lalu istirahat " omel Kania


" Baiklah " nurut, Vano mengambil makanan nya, tetapi Kania merasa kalau dia tidak akan memakan nya kalau Kania keluar


Mengambil piring, duduk di tepi kasur, mendingin kan sup nya " saya mau bapak habis kan sup nya " menyuapi Vano

__ADS_1


Vano hanya terdiam melihat perlakuan Kania kepada diri nya " dalam hidup saya baru pertama kali saya merasa seperti ada seseorang yang perduli dengan saya " batin Vano sambil menatap Kania yang sedang berada di hadapan nya


__ADS_2