
Setelah selesai di periksa , dokter keluar dan menemui Vano " seperti nya kita harus melakukan operasi secepat nya "
" Lalu kapan operasi nya bisa di lakukan ? saya akan melakukan nya, saya siap untuk menandatangani nya " ucap Vano terburu-buru
Membuka berkas nya " kita liat perkembangan kakek, jika besok dia sudah membaik maka operasi nya bisa kita laksanakan lusa "
Mendengar perkataan dokter tadi Vano langsung masuk ke ruangan kakek dan melihat kakek sedang bercanda tawa dengan Kania, terlintas di pikiran Vano untuk menikahi Kania secara kontrak.
...****************...
Duduk di samping Kania " kakek bagaimana perasaan kakek, apakah sudah lebih baik ? " menatap kakek
" Aku sudah merasa lebih baik, aku bermimpi kalau kau akan menikah dan aku bisa hadir di pernikahan mu " menatap Kania dan Vano
" Kakek jangan banyak pikiran, sekarang Kakek istirahat saja " ucap Kania sambil mengambil buah untuk Kakek
Mendengar ucapan kakek, Semangat Vano untuk menikahi Kania semakin besar " aku akan menikah dengan Kania "
Kania yang sedang membawa buah buahan pun terdiam karena kaget mendengar ucapan Vano
" ap apa maksud bapak ? " bingung
Melihat senyuman kakek Vano merasa lega " kami akan mempersiapkan semua nya, kakek tenang saja dan fokus sama kesehatan kakek "
Menarik nafas dalam dalam " akhir nya kalian menikah juga " tersenyum
...****************...
Menarik Kania keluar dan membawa nya ke parkiran " kita akan menikah, tapi secara kontrak "
" Tapi kan saya belum siap, apalagi sekarang saya masi mencari saudara yang menipu saya "
" Saya akan bantu kamu untuk mencari saudara kamu, asal kamu mau nikah kontrak dengan saya bagaimana ? "
" Tapi saya masih kuliah, bagaimana dengan teman teman saya dan kakak saya ? "
" Kamu pikirkan ini baik-baik Kania, kita sama-sama saling membutuhkan, kamu bisa tinggal di rumah saya dan bilang ke kakak kamu kalau itu rumah kamu dan saya juga bisa melihat kakek sehat kembali, tolong pikir kan Kania ? "
" baiklah saya akan menikah dengan bapak tapi ini hanya kontrak bukan ? "
Menghela napas " Kania akhir nya kamu setuju juga untuk menikah dengan saya " memeluk Kania
__ADS_1
" Tapi, apakah kita akan menikah secepat itu ? saya kan ngak paham apa apa aja yang harus di lakukan pak
...****************...
Membawa Kania pulang, sampai di rumah Vano mengajar kan beberapa hal kepada Kania
" perhatikan saya " ucap nya membawa beberapa buku
" untuk apa semua buku itu ? "
Meletakkan buku di atas kepala nya " kamu harus berjalan sesuai dengan garis dan buku ini tidak boleh jatuh paham ? " memperlihatkan ke Kania
" Iya, saya paham, saya akan coba " mengambil buku dan meletakkan di atas kepala nya
Berjalan sambil meletakkan kan buku di atas kepala dan mengikuti garis yang ada
" saya bisa melakukannya "
" Lakukan hingga tujuh kali, setelah itu kamu bisa panggil saya Vano bukan bapak dan saya akan panggil kamu Kania "
" kenapa ? "
" Iya Vano, Kania paham " ucap Kania yang membuat Vano merasa deg degan
Setelah selesai berlatih mereka berdua duduk dan di hadapan mereka sudah ada selembar kertas " ini adalah kontrak kita dan Kania kamu harus tanda tangan di sini dan saya di sebelah nya " menatap Kania
" Iya " mengambil pena dan menandatangani surat nya begitu juga dengan Vano
...****************...
Pagi nya Kania sedang bersiap siap untuk membeli baju begitu juga dengan Vano, mereka berdua berangkat bersama dan setelah sampai ditempat tujuan, mereka mencoba beberapa baju
" Saya saran kan kalian ambil yang ini, banyak orang yang minat dengan model seperti ini " ucap pelayan yang melayani mereka
Vano melihat dengan jernih ke baju tersebut dan merasa cocok " baiklah kami akan coba, dimana ruang ganti nya ? " mengambil baju
" Hmm apakah ini tidak terlalu repot, seperti nya ini berat ? " sambung Kania
" Kita coba saja dulu kalau memang berat kita bisa ambil yang lain " menatap Kania
" Ruang ganti laki laki ada di sebelah kanan dan untuk wanita nya bisa ikut dengan saya " ucap pelayan
__ADS_1
Vano pergi untuk mencoba baju nya begitu juga Kania. setelah selesai Vano duduk di sofa dan di depan Vano ada sebuah tirai putih yang belum di buka
" Pak kami akan membuka tirai nya " ucap pelayan
" Iya silahkan " berdiri sambil mengancing jas nya
Setelah membuka tirai nya terlihat Kania dengan pakaian serba putih dan juga sedang memegang bunga, rambut yang tertata rapi wajah Kania yang tersenyum membuat Vano terdiam menatap nya
" Bagaimana apakah bagus ? " ucap Kania sambil melihat lihat pakaian yang ia pakai
" Bagus " berjalan ke samping Kania
Memberikan tangan nya dan membantu Kania turun, setelah itu mereka langsung menuju studio yang kebetulan berdekatan dengan butik, mereka ke sana untuk mengambil beberapa foto
" pengantin laki-laki bisa tolong pegang pinggang wanita nya " ucap pengambil foto kepada Vano
Dengan ragu Vano meletakkan tangan nya di pinggang Kania dan menatap mata Kania, dengan segera Kania juga meletakkan tangan nya di pinggang Vano
Setelah selesai foto dan mengambil baju mereka langsung pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan kakek
...****************...
" Kalian sudah mengurus semua nya ? " ucap kakek melihat Kania dan Vano masuk
" Iya kek, kami sudah mengurus semua nya , sekarang kakek tenang saja dan kakek harus kembali pulih " ucap Kania lalu tersenyum
" Apakah kalian sudah makan ? bagaimana kalau kita makan sama sama ? " memandang Kania dan Vano
" Kania akan kebawah membeli beberapa makanan untuk kita " pergi
...****************...
Saat sedang dalam perjalanan Kania bertemu dengan Cici
" Cici ? " menghampiri Cici
" Ci , kamu ngapain di sini sendirian ? " melihat sekitar
" Kania, kamu tau tadi aku lihat mobil pak Vano dan yang paling aneh tu di dalam mobil nya ada baju pengantin " melirik lirik ke arah parkiran
" Ap apa , kamu tau siapa pengantin nya ? " tanya Kania takut
__ADS_1