Istri Kontrak Ku

Istri Kontrak Ku
02


__ADS_3

"Kania " Cici datang lalu merangkul Kania


" Uda jangan nangis lagi " mengelus bahu Kania


Menatap Cici " aku harus Gimana Ci , judul yang aku siap kan selama dua bulan sekarang udah hancur gitu aja " menangis


" Udah yang sabar aja nanti pasti ada jalan keluar nya " menepuk nepuk bahu Kania


Rehan yang mencari Kania dari tadi akhir nya melihat Kania dan Cici yang sedang duduk di taman dan langsung menghampiri nya


Duduk di samping mereka berdua " hai Rehan yang ganteng dan baik hati ini datang " ucap Rehan tidak sadar kalau Kania sedang sedih


" Apaan si, ni Kania lagi sedih malah becanda " menatap tajam Rehan


Melirik Kania " lah kok sedih harus nya kan bahagia, karna aku uda dapat rumah yang cocok buat Kania " menatap Cici


" Iya Kania ngak usa di pikirin, kamu kayak ngak tau pak Vano aja, iya kan Han " menatap Rehan sambil memberikan kode


Rehan langsung paham " iya Kania , pak Vano kan memang gitu, ingat ngak waktu aku sidang dia juga gitu sampai akhir nya aku ngulang sampai dua kali " mengambil makanan


" Tuh Rehan aja ngulang Kania " ucap Cici berusaha menghibur Kania


" Trus kalau dia ngulang ? aku ngulang juga kan aku ngak mau, gimana kalau misal nya kak Manda marah " menutup muka dengan kedua telapak tangan nya


" Gimana kalau kita ngurus masalah rumah aja , ni aku ada nomor telpon nya " mengalihkan kan pembicaraan


Menatap Rehan " ya uda mana " meminta hp Rehan


Setelah berbincang bincang di telpon akhir nya Kania dan Reza memutus kan untuk bertemu agar bisa berbicara lebih dalam mengenai rumah yang akan di beli Kania, sekarang Kania sedang bersiap-siap untuk bertemu degan Reza


...****************...


Meletakkan kan handuk di atas kursi " Ci aku berangkat ya " memakai sepatu


Melirik Kania " sendiri aja bisa kan Nia " ucap nya yang sibuk menonton


" Iya bisa kok " membalik kan badan " tapi Ci nama orang yang punya rumah sama nama saudara aku hampir sama " mulai curiga


Mematikan hp nya " masak iya, mungkin kebetulan aja kali " kembali menghidupkan HP nya dan melanjut flim yang ia tonton


" Iya juga, tapi kan kalau sama bisa minta diskon " tertawa lalu pergi


...****************...


Saat berjalan menuju halte bus, Kania tidak sengaja bertemu dengan Vano


Menghentikan mobil nya, membuka sedikit kaca mobil lalu bicara " kamu Kania kan? " menatap Kania yang sedang berdiri diam di depan halte bus

__ADS_1


Melihat sekeliling " iya, kenapa ya " ucap Kania santai


Memperhatikan Kania dari atas hingga bawah " kamu mau kemana? "


Menghela nafas nya " seterah saya lah, saya mau kemana, kaki kaki saya " balas Kania


" Kamu ngak ada sopan santun ya, saya dosen kamu dan kamu malah..... "


" Pak, pak, hello bapak sadar ngak si sekarang kita ada dimana? kita di luar kampus dan kalau di luar kampus bapak bukan siapa siapa saya " ocehan Kania


Merasa kesal dengan ucapan Kania " kamu ya, saya bisa menurunkan IPK kamu, mau kamu hah ? "


" Saya ulang ya pak ini di luar kampus, jadi bapak ngak berhak atur atur saya "


Melihat dokumen yang di bawa Kania " hati hati penipuan " menutup kaca mobil nya dan langsung pergi


Kesal. karena di awal pagi nya, yang seharusnya dia merasa bahagia malah jadi acak acak karena dia bertemu dengan pak Devano, akhir nya Kania melanjutkan perjalan nya dan sekarang dia sudah sampai di sebuah cafe


Melihat wajah yang tidak asing " Reza ya " menatap seorang pria yang sedang duduk diam sendirian


Melihat Kania " Iya " merasa kalau dia pernah bertemu dengan wajah itu " Kania kamu Kania kan " ucap nya sambil memperhatikan wajah Kania


Menarik bangku lalu duduk " Reza, ngapain di sini ? " melihat sekeliling


" Ini lagi nunggu klien mau beli rumah " ucap Reza sambil menyusun berkas berkas


" Ohhh sama aku juga mau ketemu sama orang yang jual rumah "


" Kania kamu mau beli rumah? "


" Iya ,lah jadi yang jual rumah nya kamu Za " tersenyum tipis tidak menyangka


" Iya, jadi gimana kita mulai aja ya "mengeluarkan kan beberapa berkas yang penting


...****************...


Setelah semua nya selesai dan di tanda tangani oleh Kania, Kania langsung kembali ke asrama Cici


" Berhenti " ucap seseorang dari belakang yang membuat langkah Kania terhenti


Membalik kan badan nya " Iya " sambung Kania sambil menatap seseorang yang berada di belakang nya


" Kenapa kamu masuk asrama kimia, Kamu kan jurusan seni " menatap Kania


" Ahhh saya mau mampir ke tempat teman saya pak " sambung Kania


" Pergi dari sini, kamu di larang masuk karena ini bukan asrama kamu " menarik tangan Kania

__ADS_1


" Tapi pak saya cuma mau mampir aja ngak nginap pak, pak tolong lah kasih saya masuk " membela diri nya sambil berusaha melepas kan tangganya nya


" Berhenti " pak Devano yang tiba tiba lewat dan melihat kejadian nya


" Siapa anda? " sambung penjaga asrama


Menatap sinis penjaga " yang perlu kamu tau jabatan saya lebih tinggi dari pada kamu " ucap nya


" Apa maksud anda, orang luar tidak berhak ikut campur " menarik Kania


Menarik Kania lagi dari tangan penjaga sehingga Kania jatuh di rangkulan nya " saya dosen di sini nama saya Devano " mengulur kan tangan


Merasa bingung " tapi saya tidak pernah melihat anda "


Melihat sekeliling " gedung yang di sana di lantai empat adalah ruangan saya, jadi anda pasti tau siapa saya " ucap nya sambil memperhatikan gedung kampus


" Hmmmm baiklah saya akan izin kan dia masuk tapi tidak menginap " sambung nya lalu pergi


Kania yang masi diam sambil menatap pak Devano dari tadi dia hanya menatap nya membuat pak Devano sadar dan merasa terganggu " kenapa kamu menatap saya ? "


Melepas kan rangkulan nya " bapak kenapa si hari ini ? "


" Hari ini ? saya tidak kenapa Napa, saya baik baik saja " sambung nya


" Bapak ada masalah sama saya ? kenapa bapak tu dari tadi.. "


Menutup bibir Kania dengan jari telunjuk nya karena dia mendapat telpon dan langsung pergi, Setelah pak Vano pergi, Kania juga pergi ke kamar Cici


...****************...


Mengetok pintu " Ci, Cici " teriak nya


" Iya sebentar, sabar Kania " membuka kan pintu


Masuk " Ci kayak nya aku harus pergi dari asrama kamu " duduk di tepi tempat tidur


" Lah kenapa kan ngak ada yang larang? " sambung nya sambil mempersiapkan kan diri untuk ke kampus


" Tadi itu aku ketemu sama bapak yang jaga asrama kamu dan dia bilang aku ngak bole nginap Ci " merengek


" Yakampun Kania, Biasa nya kalau uda kayak gitu bakal ada razia jadi gimana dong ? "


" Kan, sekarang aku harus tinggal di mana ? rumah yana tadi baru bisa dimasukin besok " menatap cemas Cici


" Gimana kalau nginap di rumah sakit tempat Rehan kerja aja? " saran nya


" Ya uda coba telepon dia dulu aja "

__ADS_1


" Iya bentar " berdiri lalu mengambil telpon nya


Setelah bicara panjang lebar akhir nya Rehan setuju kalau Kania nginap malam ini di rumah sakit, Karena kebetulan ada kamar yang kosong, jadi setelah pulang kerja Rehan akan menjemput Kania


__ADS_2