
Semenjak pertengkaran Randy dan Haris, sikap keduanya menjadi dingin satu sama lain.
Hanya ketika dengan via saja Haris bisa ceria.
Setelah via Sadar, ia hanya melihat Haris duduk di samping nya dan menggenggam erat tangan nya.
Via melihat pergelangan tangan nya yang diperban. Ia mencoba mengingat kejadian demi kejadian, namun tiba tiba Kepala nya langsung menderu pusing.
"Kau sudah sadar?? Apa ingin sesuatu?" tanya Haris
"Aku haus kak? Aku juga lapar" ucap via pelan
Lalu Haris segera membeli minum dan makanan buat via. Ia menyuapi via dengan telaten. Via ingin menolak suapan tersebut namun Haris tetap memaksa untuk menyuapinya
Setelah selesai makan, via tiba tiba menjadi melamun dan menatap kosong ke segala arah.
Ia mengingat perkataan Randy. Ia mendengar perdebatan Randy dan Haris, ia memang sempat pingsan namun sadar kembali dan mendengar perdebatan tersebut.
Namun tak lama mendengar perdebatan tersebut ia mulai tak sadarkan diri lagi.
"Ada apa?" tanya Haris karna via hanya diam saja
"Kak? Aku mendengar perdebatan kalian siang tadi" ucap nya lalu menunduk, mata nya sudah berkaca kaca.
"Aku memang wanita pembawa sial kak. Aku wanita yang lemah dan mudah ditindas. Aku wanita yang bodoh kak. Aku tidak pantas hidup disini kak hiks..hiks... Seandainya mama dan papa ada disini, aku ingin ikut mereka pulang kak. hikss..hiks.. aku tak ingin kembali lagi kesini dan hidup bersama Randy hiks..hiks..." pecah sudah tangisan nya.
"Sabar via. Aku tau ini mungkin berat buat kamu, tapi Tuhan tidak pernah menguji kita melebihi dari batas kemampuan yang kita miliki.
Percaya lah semua nya akan indah pada waktunya," ucap Haris menenangkan via dan mengusap lembut punggung nya yang bergetar karena tangisan.
..........................................
__ADS_1
1 Minggu berlalu
Via dan Randy kembali pisah kamar. Via di kamar atas dan Randy di kamar bawah.
Randy akan ke kamar via jika hanya meminta hak nya. Setelah itu pun ia kembali ke kamar nya sendiri.
Hal tersebut membuat hati via semakin sakit, ia merasa sudah seperti wanita murahan, walaupun itu dengan suami nya sendiri
Via sudah berusaha memberontak, namun ia tak bisa. Hati nya mungkin bisa menolak hal tersebut namun tubuhnya malah merespon dengan baik, apalagi Randy selalu melakukan nya dengan lembut.
Itulah yang membuat perasaan via bertambah besar pada Randy.
'Aku harap aku bisa hidup tanpa nya ketika telah berpisah. Ternyata aku gagal mencoba untuk mendewasakan diri. Aku akan membiarkan sikap asli polos ku yang menguasai diri ku. Dan biarlah waktu yang menentukan takdir ku' batin via
Malam hari di meja makan.
Kini mereka bertiga duduk bersampingan dan tidak ada yang berhadapan.
"Via kenapa melamun. Makan lah" ucap Haris pada via, karna ia takut via tiba tiba mengingat trauma nya.
"Di meja makan ini banyak makanan via. Apa tidak ada salah satu nya yang kamu mau" tanya Haris lagi
" Hmm. Aku ga mau ini semua kak, kayaknya ini ga enak". balas via murung
"Makan saja apa yang ada. Ga usah banyak macam mau ini, mau itu" ucap Randy tiba tiba disela mengunyah nya.
"Tapi aku enggak mau. Ini ga enak" berontak via lalu pergi dari ruang makan dan menuju ruang tengah.
"Kauu!!! Lihat dia jadi marah" ucap Haris kesal pada Randy.
"Biar saja" balas Randy lalu tersenyum kecut.
__ADS_1
Lalu ia mengambil ponsel nya dan memesan martabak dan soto untuk via.
Selesai makan mereka berkumpul di ruang tengah. Wajah via masih terlihat murung, dan mata nya menatap tajam pada Randy
' suami ku memang tampan.Tapi Sangat menyebalkan
Huhhh,,,, seandainya saja dia mencintai ku' batin via bersedih, tiba tiba...
"Hiks...hiks...." tangisan nya
"Kenapa via ada apa" tanya Haris khawatir karena via tiba tiba menangis.
" Hiks...hiks.... kakak.. Huwaaaa" tangisan pecah dan menggelar.
"Dasar aneh" gerutu Randy. Namun via mendengar nya, dengan cepat ia menghapus air mata nya, dan menjambak rambut Randy
"Berani nya kamu mengatakan aku aneh hahh" ucap via berapi api
"Akhhhh.... lepaskan.. tolong aku Haris" pinta Randy sambil menahan kesakitan karna jambakan via.
"Hahahaha" Haris malah tertawa kencang dan tidak membantu Randy.
"Rasakan kau sialan, terus via aku mendukungmu"
"kauu brengsek kenapa tidak membantu aku malah mendukung wanita aneh ini... akhhhh viaaaaaa.... lepaskannn" teriak Randy karna via malah menarik kuat rambut Randy, tapi tiba tiba
"Tuan ini ada martabak dan soto nya sudah datang" kata bi Inah
"Martabak dan soto" ucap via dengan mata berbinar, ia langsung melepaskan jambakan nya dan berlari menuju dapur.
"Wahhhh.... seperti nya enak sekali" ucap nya lalu dengan cepat memakan semuanya sampai habis tiada sisa.
__ADS_1
"Dasar anehh" ucap Randy kesal dan Merapikan rambut nya. Namun hati nya tiba tiba menghangat saat melihat via makan begitu lahap dan menghabiskan semua nya.
Bersambung 🥀🥀🥀