
Suasana ramai di mansion Lee.
Karna kedatangan Berto dan Fiona membuat Viana dan Refita menjadi heboh.
Viana kegirangan sampai teriak sana sini.
Sedangkan Refita ia sibuk memeluk dan mencium Fiona.
"Astaga, kalian berdua sudah besar kenapa seperti anak kecil saja" ucap Haris terkekeh
"Via rindu ma" ucap via
"Mama juga rindu sayang" balas Fiona tersenyum
"Refita ga mama rindukan" ucap Refita cemberut
"Kalian semua mama rindukan sayang" balas Fiona terkekeh
"Udah nanti aja kangen kangenan nya, kita makan dulu" ajak Berto merangkul Fiona
Lalu mereka menuju meja makan, dan makan bersama.
Berto dan Fiona menjadi tercengang saat melihat via makan begitu banyak, mereka menatap Randy dengan tatapan bertanya-tanya, sedangkan Randy hanya tersenyum kecut.
"vi-via apa itu ga kebanyakan nak, mama takut kamu kekenyangan trus muntah" ucap Fiona khawatir karena via makan begitu banyak
" Enggak ma, via sekarang makan nya emang banyak, gara-gara suami via kasih obat buat bikin badan via gemuk" ucap nya disela mengunyah nya
Berto dan Fiona saling pandang karna bingung, dan kenapa Randy harus kasih obat buat via.
"Randy tolong jelaskan" tanya Berto
"Iya pa" singkat Randy
Selesai makan mereka langsung berkumpul di ruang keluarga, via bermanja manja dengan ibu mertua nya dan hal itu membuat Refita cemburu.
"Pa, Mama ga sayang sama Refita, mama cuma sayang sama kakak ipar" aduan Refita pada Berto.
"sini sayang" ucap Fiona terkekeh karna Refita mengadu pada Berto. Lalu Refita ikut bermanja manja seperti via pada Fiona.
Tak sengaja tangan Fiona mengusap perut Viana, ia merasa bahwa perut nya sedikit berbeda.
Lalu ia menatap serius via, ia mengamati tubuh via secara detail.
__ADS_1
'Dia hamil' batin fiona
"Randy" ucap fiona tiba-tiba
"Apa dia hamil"
"Stttt" Randy memberi kode
"Hamil? Siapa yang hamil ma" tanya via
"Ehh itu anu"
" kucing tetangga via" ucap Randy
"Oh kucing" beo via
"Dasar anak durhaka" ucap Berto menatap sinis Randy
"Pa biar Randy anak durhaka, setidaknya Randy kasih cucu" bisik Randy pada Berto
"Ya sudah, via istirahat sekarang yah nak" pinta Fiona
"Tapi via masih rindu sama mama" rengek nya
"Ayo via" ucap Randy
"Via" ucap Randy menatap tajam pada via, mau tak mau via menurut karna takut dengan tatapan itu
"iya-iya" Jawab sambil tertunduk
Lalu Randy mengantar via ke kamar.
Di kamar via masih penasaran dengan peliharaan Randy, ia larut dengan pikiran nya sendiri.
"Bel, sebenarnya kamu tuh punya berapa peliharaan?" tanya via
"peliharaan apa" tanya Randy
"Kemaren kata kak Haris, kamu punya serangga yang lagi hamil, trus tadi katanya ada kucing tetangga yang hamil juga. Kapan kamu pelihara binatang bel, trus gimana kamu bisa tau kalau serangga itu hamil.
Serangga kan berbeda dari kucing. Kalau kucing mudah kita ketahui kalau sedang hamil, nah kalau serangga gimana" pertanyaan konyol via
'astaga, kenapa pemikiran ibu hamil ini begitu polos' batin Randy
__ADS_1
"Simpan saja pertanyaan konyol mu itu sampai bulan depan" ucap Randy, tapi itu membuat via ingin bertanya lagi. Saat via membuka mulutnya Randy sudah menatap sinis ke arah nya, sontak saja membuat via takut dan tak berani bertanya.
Akhirnya via memilih untuk tidur, ia langsung tertidur dengan pulas. Randy segera turun kebawah untuk menemui orang tua nya.
"Randy" ucap Berto, kini mereka ber-lima tengah duduk di ruang keluarga.
"Jelaskan nak" pinta Fiona
"Ayolah ayah serangga dan kucing tetangga, jelaskan sekarang" ucap Haris terkekeh
"Hahah, kak Randy adalah ayah binatang" tawa Refita pecah
"Ck. Kalian berdua" Sinis Randy pada Haris dan Refita
"hahah Refita hanya bercanda kak, tapi kalau kak Haris kayaknya ga bercanda deh" kekeh Refita
"Jelaskan Randy" pinta Fiona lagi
" Hmm. Via hamil ma, usia kandungan nya sudah 10 Minggu, dan dia hamil anak kembar yang cakep cakep kayak Randy" ucap nya percaya diri
"Cih, serasa ada batu di telinga ku" sindir Haris
" Puji Tuhan" ucap Berto dan Fiona bersamaan
"Lalu dia sehat aja kan, trus bagaimana dengan trauma nya" tanya fiona mengingat jika via memiliki Trauma.
Lalu randy menjelaskan nya, ia juga mengikuti saran dokter yang harus selalu menghibur via.
"Ck. gimana nya mau hibur, kamu saja menatap dia dengan sinis, apa nya yang terhibur yang ada malah ketakutan" imbuh Haris
"Benar, kak Randy harus bersikap manis pada kakak ipar, karna ibu hami itu sangat sensitif, sedikit-sedikit nangis, trus nanti manja lagi" ucap Refita
" Tau apa kamu, kamu aja yang ga hamil kadang manja sama mama kadang juga nangis" singgung Randy pada Refita
"Ck kakak, itu kan beda kak" ucap Refita cemberut
"Rere manja" ejek randy
"Kakakkkk" teriak Refita
"Rere cengenggg" imbuh Haris
"kak harissss, awas kalian yah" teriak nya lalu berlari mengambil alat-alat dapur untuk memukul ke duanya, (spatula, wajan, panci)
__ADS_1
"Ampunnn" ucap keduanya lalu berlari menghindari Refita
"Hahahaha, bagus re, hajar aja kedua kakak cecunguk mu itu" dukungan berto