
Pagi hari
Via terbangun pukul 8 pagi, ia merasakan mual yang sangat amat menderu.
Ia segera menuju kamar mandi dann
Hoekk
Hoekk
Ia memuntahkan semua isi perut nya.
Kepala nya terasa sangat pusing, tubuh nya begitu lemah. Lagi-lagi rasa mual terus menyerang nya.
Dengan sisa kekuatan nya ia berusaha untuk bangkit dan segera membersihkan diri.
Setelah selesai ia segera memakai pakaiannya dan turun ke bawah.
Randy dan Haris sudah berada di meja makan.
Mereka telah selesai sarapan
"Via. Kamu kok pucat" tanya Haris khawatir. Sedangkan Randy hanya biasa-biasa saja dengan wajah datar nya, namun berbeda dengan situasi hatinya.
'huhh apa dia masih sakit, baru saja tadi malam dia begitu ceria saat makan makanan yang ku pesan, tapi kenapa sekarang malah lesu dan pucat' batin Randy khawatir
"Ahh aku ga papa kak. Oh ya tumben kakak dan Abel belum berangkat kerja. Ini kan sudah jam 9 kak" Tanya via mengalihkan pembicaraan.
" Hmm. Hari ini hari libur via. Oh ya ini makan lah" pinta Haris lalu mempersilahkan via untuk makan
Via tidak menolak,karna ia juga merasakan lapar, perut nya telah kosong akibat muntahan nya tadi.
Dalam beberapa menit, ia telah selesai dan semua makanan telah habis di santap nya.
Randy dan Haris menjadi tercengang, karna semua nya habis di makan oleh via. Padahal tubuhnya kecil, hanya pipi nya saja yang selalu gembul.
"Vi...via apa kamu ga kekenyangan,semua nya kamu habiskan loh" ucap Haris masih dengan tatapan tak percaya.
"Heheh soalnya aku kelaparan kak" kekeh via. Sedangkan Randy dan Haris masih tercengang dengan jawaban via. Bagaimana bisa dia bilang kelaparan seolah-olah tidak diberi makan berhari hari
......................
Malam hari
Mereka bertiga tengah duduk bersantai di balkon lantai 3. Tanpa disadari hubungan Randy dan Haris mulai membaik, hanya karna jika via berceloteh di tengah-tengah mereka
__ADS_1
"Kak Haris bolehkah aku memeluk mu" pinta via dengan wajah menggemaskan nya.
Sontak saja Haris kaget dengan permintaan via, namun sekejap ia melirik pada Randy yang telah menatap nya dengan tatapan membunuh.
Seketika ide cemerlang timbul di benak Haris.
"Tentu saja via. Sini peluk aku dengan erat" ucap Haris lalu tersenyum mengejek pada Randy
Via menjadi senang dan memeluk Haris dengan erat, lama ia memeluk Haris, ia merasa nyaman saat memeluk sekretaris suaminya, sampai-sampai ia lupa jika ada suami nya, dan tengah menatap tajam pada nya dan Haris.
"Hmm. Ga usah lama-lama peluk nya" ucap Randy tiba-tiba namun masih dengan tatapan tajam nya.
Haris terkekeh dan melepaskan pelukannya.
"Via lain kali kalau mau peluk, peluk saja yang erat seperti tadi, karna aku merasa nyaman dengan berpelukan dengan mu" ucap Haris memanas manasi Randy.
"Kauuuu!!!!" bentak Randy dan menunjuk wajah Haris
"Hahahaha. Apa kau cemburu!!" Haris tertawa dengan keras.
Namun itu malah membuat Randy semakin geram dan ingin memberikan pukulan keras pada sekretarisnya itu.
Drt...drt.. Nomor tak dikenal
"Halo" ucap Randy sinis, namun ia membesar kan volume nya sehingga Haris dan via bisa mendengar nya.
Namun Randy masih diam dan tak menjawab, ia melirik ke arah Via dan Haris.
Via hanya menunduk dengan kesedihan nya, sedangkan Haris ia sudah menatap tajam pada Randy.
"Kenapa diam saja baby. Apa kamu sudah tidak mencintai ku hah. Apa wanita ****** itu jauh lebih baik dari ku sehingga kamu lebih memilih nya dari ku.
Sudah lama kita menjalani hubungan ini,tapi kenapa kamu malah meninggalkan ku dan menikahi wanita sialan itu. Apa dia telah memeleti mu sehingga kamu kepincut dengan nya hahh.
Apa wanita penggoda itu jauh lebih menarik dari ku! Apa kurang nya aku di mata mu hah.
Aku jauh lebih baik dari pada wanita sialan itu Randy" Teriak helin berapi-api. Ia sungguh geram pada Randy dan meluapkan semua kekesalan nya.
Lalu Randy segera mematikan telepon nya, ia menatap via sebentar yang telah terisak dengan perkataan helin.
Sedang kan Haris napas nya sudah memburu dan rahang nya telah mengeras, sama hal nya dengan Randy, ia juga menjadi geram karena perkataan helin.
Namun, sebisa mungkin ia menahan nya.
Tiba tiba via menjadi ingat dengan trauma nya,
__ADS_1
perkataan helin seperti Sambaran petir yang menyambar dirinya, tatapan nya kembali kosong.
Ia bangkit dan berjalan pelan, ia menuju pintu kaca dan membuka nya.
Ia tertegun dengan lamunan nya
'tahan via. Kamu adalah wanita yang kuat, jangan melukai dirimu sendiri' batin via menyakinkan
' mereka tidak menyukai mu via. Mereka semua membenci mu. Kamu memang wanita lemah, kamu wanita pembawa sial. Pergi meninggalkan mereka semua adalah yang terbaik' ia berperang pada batin nya sendiri
"Viaa!!!!" Panggil Haris. Namun via masih diam
Randy segera beranjak dari duduk nya dan mendekati via, namun via segera mengambil ancang-ancang dan ingin meloncat dari lantai 3 tersebut.
Sontak saja membuat Randy dan Haris kaget.
Dengan secepat mungkin ia menahan via
Jlebb
Randy segera menarik tangan via dan memeluknya. Via berusaha berontak dan ingin melepaskan diri. Namun Randy memeluk nya dengan erat, Randy menjadi ingat akan trauma yang di alami via.
Via tetap berontak dan menggigit tangan Randy hingga berdarah, sontak saja Randy melepaskan pelukannya.
Haris berusaha menahan via yang telah memegang bingkai foto. Namun via malah berontak dan menendang kepemilikan Haris.
Brukk
"Akkhhhh... Vi..via" ringis Haris memegang pusaka nya
Via hilang kendali dan memecahkan bingkai foto itu secara brutal, dan mengambil pecahan kaca dan menyayat tangan nya sendiri.
Randy segera menghentikan via.
Ia tetap menahan via walaupun via terus berontak. Randy memeluk nya lagi, kini tangis nya pecah, ia berusaha menenangkan via.
Sedang kan Haris, ia masih meringkuk kesakitan.
" Kau gadis bodoh apa kau tidak lelah dan tidak ingin sadar" ucap Randy masih dengan terisak. Sedang kan via, ia menggenggam kaca tersebut dengan kuat hingga telapak tangan nya berdarah. Randy berusaha mengambil kaca tersebut, namun via menutup telapak tangan nya dengan erat.
'mereka tidak menyukai mu via. Mereka semua membenci mu' Kata-kata itu kembali di benak pikiran via
"Akhhhh" teriak via histeris.
"Hiks...hiks..." Isak nya, kini kesadaran nya sudah mulai kembali. Ia merasakan sakit dan perih pada tubuhnya, ia melihat tangan nya yang banyak luka dan berlumuran darah.
__ADS_1
Sontak saja dia menjadi kaget, ia membuka genggaman tangan nya dan menjatuhkan pecahan kaca tersebut. Randy merasa lega karna via sudah mulai sadar.
Namun tak berapa menit, pandangan via menjadi samar-samar, kepala nya menjadi sangat pusing. Tubuhnya terasa begitu ringan, dan tiba-tiba semuanya menjadi gelap.