
Beberapa hari telah berlalu, rencana yang di susun Fedo dan helin akan mereka berdua laksanakan.
Semua nya sudah di susun rapi
Dan mereka berdua berharap rencana tersebut akan berhasil.
Di mansion Lee, Viana menjadi sedih karna Berto dan Fiona telah pulang.
Setiap hari ia habis kan waktu hanya untuk tidur dan makan saja.
......................
"Bagaimana, apa semua nya sudah siap" tanya Fedo pada helin
"Sudah" jawab helin
"Bagus, kita berangkat sekarang" ucap Fedo
Mereka berdua berangkat menggunakan mobil mewah, helin melakukan penyamaran dengan instruksi dari Fedo.
Ia ubah penampilan nya dari style pakaian nya hingga riasan wajah nya. Suara nya pun ia harus ubah menjadi suara yang lebih halus.
Mereka berdua sampai di mansion Lee.
Suasana mansion tersebut terlihat sepi
Randy dan Haris sedang berada di kantor, mereka tidak tau jika Fedo telah datang di mansion.
Perkiraan mereka Fedo akan datang pada sore hari.
"Ada apa" tanya Randy yang melihat Haris selesai menerima telepon.
"Fedo dan karyawan nya sudah ada di mansion, tadi pelayanan yang beritahu" jawab Haris
"Seharusnya sore hari mereka datang, kenapa siang begini" ucap Randy kesal
"Ga tau tuh" ucap Haris enteng menaikan bahu nya
"Undur jadwal meeting nya kita pulang sekarang" ucap Randy dan dibalas anggukan oleh Haris
__ADS_1
'Merepotkan saja' batin Haris
Di mansion
Randy dan helin tengah duduk di ruang tamu, dan ada Refita yang menemani keduanya.
Refita menatap kedua tamu tersebut dari atas hingga ke bawah. Ia merasa tak asing dengan wajah helin, namun ia lupa dimana ia melihat nya.
"Apa nona mengenal karyawan saya" tanya Fedo yang curiga jika Refita tau penyamaran helin
"Hmm, seperti nya aku pernah melihat orang yang mirip seperti dia. Wajah nya sama namun bentuk mata nya yang berbeda" jawab helin
"Berbeda seperti apa nona" tanya Fedo
"Matanya besar, sedangkan karyawan anda bermata sipit dan suara nya juga berbeda." jawab Refita
'Bagus, ternyata penyamaran ku berhasil' batin helin girang
"Ree" teriak via memanggil Refita
"Iya kakak ipar" jawab Refita lalu pamit pada keduanya dan memasuki kamar via
"ada apa kak" tanya Refita
'Astaga kakak ipar belum sadar-sadar juga, itu ada anak kakak ipar disitu bukan penyakitan' batin Refita
"Enggak kok Kakak ipar itu bukan penyakitan, itu Karna kakak ipar kegemukan" jawab Refita ngasal
"Ayo kak turun ke bawah aja, Kakak ipar ga usah sedih nanti juga perut nya ga besar lagi dalam beberapa bulan" ucap Refita
"Beneran" tanya via
"Iya kak, ayo " Refita mengajak via untuk turun ke bawah dan menemani kedua tamu tersebut.
Via menurut saja dan mengikuti Refita.
Sesampai nya di bawah, ia terkejut karna melihat Fedo. Kemudian ingatan nya kembali pada saat orang tua angkat nya menyelamatkan nya dari Fedo
Via menjadi mematung, Fedo memberi senyuman licik nya ke arah Via.
__ADS_1
Via menjadi takut.
Pikiran nya mulai kosong, akan kah ia kembali mengingat trauma nya?
Fedo berdiri dan mengulur kan tangan nya pada via.
"Perkenalkan nyonya, saya Fedo Andrio" ucap Fedo namun tak dibalas oleh via.
"Kak" ucap Refita yang sedari tadi melihat via hanya diam saja.
"Wah wajah ini sangat cantik yah tidak ada yang berubah masih sama seperti dulu" ucap Fedo sambil memainkan wajah via
"Jaga sikap anda tuan" geram Refita
"Tuan tidak berhak memegang wajah Kakak ipar" lanjutnya
Sedetik mungkin Fedo tersadar, ia seperti terhipnotis akan kecantikan via
"Maaf nona atas kelancangan saya" ucap Fedo
"Kakak ipar kenapa diam aja" ucap Refita mulai khawatir.
"Re-re, Randy ka-pan pulang" tanya via memberanikan diri namun dengan wajah menunduk
Ia berusaha menguasai diri nya, trauma nya mulai kembali di ingatan nya.
Ia memejamkan mata nya berusaha kuat melawan pikiran-pikiran negatif nya
Ia meremas tangan nya, ia tetap berusaha untuk sadar.
Jlebb
Seseorang yang memeluk nya tiba-tiba, dan mengusap lembut punggung nya dan menciumi pucuk kepala nya.
"Kenapa bawa kakak keluar kamar re" ucap randy
"Tadi kakak ipar sedih, makanya aku bawa keluar kamar, tapi pas udah keluar kamar dia diam aja, kayak ketakutan gitu" jawab Refita
"Sayang ga usah takut yah, suami mu ada disini" ucap randy yang tentunya di dengar Fedo dan helin, Fedo menjadi sangat cemburu begitu pun dengan helin yang kesal karna Randy memanggil sayang pada wanita lain.
__ADS_1
Tapi via masih saja diam, Randy yang khawatir lalu mengangkat tubuh via dan membawa nya ke kamar.
'Laki-laki itu, lihat saja dia, trauma via pasti ada sangkut pautnya dengan dia' batin Randy geram.