
Satu Minggu berlalu
Landrio masih menjadi tahanan Riana
Riana melakukan semuanya itu tentu saja dengan ijin Dian
Pada saat malam hari Riana tidak sadar dengan rencana landrio, landrio berusaha untuk kabur pada saat riana tengah tidur.
Sebelum tidur Riana memantau cctv nya, ia tidak sadar jika landrio masih kuat dan bisa bertahan dengan penyiksaan Riana pada nya
"kau memang cantik sayang, tapi kau tidak lebih pintar dari ku, tunggu saja pembalasan ku Riana, kau akan tanggung sendiri akibat nya" ucap landrio memanas
Pada jam 1 dini hari, Riana telah tertidur dengan Dian, sedangkan landrio dengan perlahan melangkah kan kaki nya untuk kabur. Sakit pada tubuh nya yang ia rasakan tidak mampu mengalahkan niat nya untuk kabur.
Ia lewati seluruh penjaga Riana, ia menggunakan kain tebal sebagai alas telapak kaki nya, ia merobekan seluruh pakaian nya dan menjadikan nya seperti tali untuk melumpuhkan penjaga Riana
Ia mencekik satu persatu menggunakan kain tersebut. Memang keberuntungan bagi landrio, malam itu ia berhasil kabur
"Tunggu pembalasan ku sayang"ucap landrio penuh dengan dendaman
Pagi hari nya, wajah Riana tampak kesal saat mengecek cctv nya, ia tersulut emosi karena landrio berhasil kabur
__ADS_1
"Shitt, berani sekali dia menantang ku" ucap Riana
"Bisakah kau berhenti sayang, cukup memikirkan sebuah penyiksaan, itu hanya membuat mu semakin dendam"ucap Dian lembut
Riana tidak menyahut nya karna ia hanya ingin membalaskan dendam nya atas kematian ayah nya, saudara-saudara nya dan juga atas kehilangan anak-anaknya.
Flashback off
Pagi-pagi Randy terbangun karna tidak ada via di samping nya, sungguh dirinya panik dan khawatir, masih pukul 06:15 via sudah menghilang
Randy mencari nya sambil memanggil namanya namun tidak ada sahutan, ia memanggil Haris yang masih tertidur
"Ada apa" tanya Haris yang masih mengantuk dengan mata terpejam
"Via hilang" ucap Randy panik dan tentu saja membuat haris juga ikut panik
"Apaa!!!" ucap Haris kaget
Dengan segera kedua nya mencari via, berlari sana sini untuk menemukan via.
Di kamar Refita tidak ada bahkan Refita masih tertidur dengan pulas, di ruang tamu tidak ada, di ruang dapur juga tidak ada bahkan di taman dan ruang belakang juga tidak ada, sungguh Randy sangat panik dan khawatir akan istri nya
__ADS_1
Mereka berdua kembali mencari via di kamar Randy, namun masih tidak ada, tapi tiba-tiba
"Huekkkk, huekkk" suara itu berasal dari kamar mandi Randy
Mereka berdua menuju kamar mandi dan melihat via yang sedang muntah-muntah sedari tadi
"Huekkkk"
"Sayang" ucap Randy mendekati via dan mengusap punggung nya, lalu ia menyuruh haris mengambil minyak angin dan teh hangat
"Aku ga enak badan bel" ucap via pelan, sungguh rasa nya tidak enak sekali bagi tubuh nya apa lagi dari tadi ia muntah-muntah, bukan nya ia tidak mendengar teriakan Randy tapi untuk bicara saja rasanya ia tidak mampu
"Apa sakit sekali ya, yang kuat sayang" ucap Randy sambil menciumi via
"Apa, sayang?" ucap via sambil tersenyum, walaupun wajah nya sangat terlihat pucat
Via tiba-tiba jatuh dalam pelukan Randy dan tak sadarkan diri
Randy mengangkat tubuh via dan membawa nya ke kasur, ia membaringkan via pelan-pelan, Haris kembali membawakan minyak angin dan teh hangat, namun via pingsan
Randy berusaha untuk menyadarkan via, Haris meninggalkan mereka berdua untuk waktu mereka.
__ADS_1