
"Huwaaa"
Pagi-pagi sekali Randy di kejutkan dengan tangisan via. Ia menangis kencang lantaran Randy tidak memeluk nya.
"Stop via" ucap Randy karna via masih menangis
"hiks...hiks... kamu jahat" ucap via di sela tangis nya
Arghhhh, Randy mengacak rambut nya frustasi. Ayah serangga itu mulai lelah karna di hadap kan dengan tingkah aneh si bumil. Harus ini, harus itu.
"Iya viaa" ucap nya sambil mengambil napas dalam-dalam.
"Sini sayang" ucap nya lembut.
Tentu saja bumil itu luluh dengan ucapan Randy. Ia mendekat pada randy, dan Randy langsung memeluk nya.
Dia harus ekstra sabar menghadapi bumil tersebut.
Lama berpelukan.
Bumil itu kembali menangis
"Hiks...hiks..." tangis nya dalam pelukan Randy
"Ada apa" tanya Randy heran
"Gendong aku, cium aku, aku mau mandi" jawab via
"Hah"
'mandi adalah kesempatan emas' batin Randy
"Iya sekarang kita mandi" ucap Randy semangat
Lalu mereka masuk kamar mandi dan mandi bersama dengan drama mandi plus-plus.
Selesai dengan mandi.
Via bersiap untuk turun ke bawah.
Karna perut nya harus di isi, ia sudah sangat kelaparan saat di kamar mandi, tapi Randy masih saja memulai aksi.
Saat ia turun ke bawah. Via menjadi tercengang karna banyak sekali peralatan bayi yang baru saja datang.
Fiona dan Berto yang membeli semua nya, ada Haris dan juga Refita yang membantu mengangkut barang² tersebut.
"Ma-ma ini buat apa" tanya via heran
" Eh via, kamu sudah turun nak. Mana Randy." tanya Fiona
__ADS_1
"Masih di kamar ma" jawab via
"Ini semua buat apa" tanya nya lagi
"Oh ini buat cucu mama" jawab Fiona santay
"Cucu? Siapa yang hamil ma? Via ga hamil, apa Rere yang hamil ma" tanya polos via
Pranggggg
Barang yang dipegang Refita refleks jatuh dari tangan nya
"Yakkkkk kakak ipar, masa aku dibilang hamil" ucap Refita
"Hati-hati kalau bekerja. Liat itu jadi rusak" suara randy tiba-tiba
"Ini dia dalang nya" timpal Haris menunjuk randy
"Apa" sinis Randy
"Bantuin kek kak randy, barang-barang ini banyak, jangan cuma nonton aja" kesal Refita.
"Emang mama dapat cucu dari mana" celetuk via
"Cucu dari ayah serangga" jawab Haris
"Hah?? Jadi ini semua untuk serangga" ucap via tak percaya
"Dan dua serangga itu nanti bakal dilatih untuk menghajar sekretaris cecunguk ini" timpal Randy menunjuk Haris
"Kau yang cecunguk" ujar Haris
"Kau yang cecunguk, kadal" ucap Randy
"Buaya darat" ucap Haris
"Titisan biawak" ucap Randy
"Apa" sinis Randy
"Apa" sinis Haris balik
Terdiam.
Mereka dua terdiam namun masih menatap tajam satu sama lain.Mereka berperang dalam tatapan.
Tiba-tiba tatapan keduanya teralihkan karna teriakan cempreng Refita.
"Astagaaa kakak ipar" suara cempreng Refita
__ADS_1
"Yaakkk ampun sayang" ucap Randy menepuk jidat nya
"Nakk kamu kenapa sampai begitu" ucap Fiona
"Viaaa sadar, istighfar" ucap Haris
Plakkk
Randy menepuk kepala Haris.
"A-apa kenapa" ucap via tak nyaman karena tatapan semua orang tertuju padanya
Bagaimana tidak! Lihat saja tingkah Bumil ini.
Muka nya penuh dengan coklat.
Sebelah tangan nya memegang kucing, dan ia membuat susu dalam botol dot untuk kucing
Ia baru saja mendandani kucing.
Memakai kan baju untuk kucing.
"Sayang muka kamu jadi hitam semua" ucap Fiona
"Hi-hitam knp ma" ucap via meraba wajah nya.
" Itu kena coklat semua" ucap Fiona
Lalu pandangan mereka beralih pada bekas piring makan Viana, sudah ada 3 tumpuk piring.
Dan via menghabiskan semua nya sendiri.
Dan sekarang malah membuat hal yang aneh-aneh. Kucing menjadi sasaran utamanya. Membuat nya seperti bayi.
"Via istighfar Via, asyadu-ala-" ucap Haris
plakkk
Randy memukul punggung Haris kuat.
"Dia kesurupan Rand" ucap Haris
"Pisau di depan piring ini sangat tajam ris" ancam Randy
"Coba saja" jawab Haris enteng
"Dasar biawak" ucap Randy lalu mengambil pisau tersebut dan mengejar Haris yang sudah berlari jauh.
"Awas kau setan" teriak Randy
__ADS_1
"Kau yang setan" jawab Haris