Istri Kontrak TUAN AROGAN

Istri Kontrak TUAN AROGAN
18. Ikut ke kantor


__ADS_3

1 Minggu berlalu penuh dengan keributan di mansion Lee. Kehadiran Refita sering menimbulkan pertengkaran dengan Randy sang kakak, bahkan dengan haris sang sekretaris.


Pagi ini Randy dan Haris akan ke kantor. Keduanya bersiap menggunakan pakaian formal. Randy menggunakan jas berwarna hitam sedang kan Haris bewarna navy.


Di meja makan sudah ada via dan Refita.


Refita sedang membujuk via untuk makan sayuran yang ia masak, namun via tidak mau malah menutup mulut nya.


"Ayolah kakak ipar, coba sedikit saja, ini sangat enak" bujuk Refita


"Ga mau" jawab via sambil menggeleng kan kepala nya


"Kakak ipar makan sayuran itu lebih menyehatkan dari pada kakak makan mie goreng" ucap Refita karna via lebih memilih mie goreng dari pada sayuran yang ia masak.


"Jangan memaksa Kakak ipar mu re" ucap Randy tiba di meja makan


"Ishh kak Randy kok malah bela Kakak ipar sih, liat tu kak, dia makan mie goreng sudah 3 porsi" aduan Refita pada Randy.


"3 porsi" ucap Haris tak percaya


"Iya kak Haris, dia makan sebanyak itu" ucap nya lagi


"Via? Apa kamu ga takut kegemukan" tanya Haris


"Enggak kak." jawab nya santay


Randy hanya menggeleng kan kepala nya dan mulai sarapan, sedangkan via ia duduk di sofa bersama Refita.


"Haris ayo kita berangkat" ucap Randy selesai sarapan dan mengangkat tas kerjanya.


"Baik" jawab Haris


"Tunggu! Aku mau ikut" pinta via


"Mau ikut" tanya Randy menaikan 1 alis nya


"I-iya. Aku bosan di rumah terus"


"Ga usah ikut, jalan aja sana sama Refita" ucap Haris


"Tapi kakkk, aku mau ikut suami ku" rengek via


" Re ayo ikut juga" ajak via


"Kakak ipar deluan saja, nanti aku menyusul" jawab Refita


Dengar kata suami ku Randy menjadi semangat dan mengijinkan via untuk ikut ke kantor, dan ini adalah pertama kalinya via ikut ke kantor Randy.


Saat tiba di kantor, mereka berjalan bergandengan, sedangkan Haris sudah menjadi obat nyamuk di belakang mereka berdua.


'Semoga saja selalu begini. Via begitu bahagia jika bersama Randy, trauma nya bisa terobati bila bersama suaminya.' batin Haris


Ting

__ADS_1


Lift terbuka


Mereka berdua masuk ke dalam ruangan Presdir, ruangan yang luas dan di desain dengan warna gelap.


"Duduk di sofa" perintah Randy


"Ga mau" ucap via duduk di pangkuan dan memeluk suami nya, ia merasa tidak ingin jauh jauh dari suami nya itu.


" Ck. Via jangan menguji kesabaran ku, duduk di sofa sekarang" ucap nya dengan nada meninggi.


Lalu via mendongak kan kepala nya dan menatap tajam suaminya.


"Kalau aku bilang ga mau ya ga mau" ucap nya dengan nada meninggi juga


Tokk...tokk...


"Masuk"


Ceklekk


Masuk seorang asisten baru dengan pakaian yang begitu ketat hingga menampilkan lekuk tubuh nya.


'Ck perempuan ini. Kenapa bisa ada pelac*r di kantor ku' batin nya kesal


Randy segera mengambil jas nya dan menutup tubuh via yang duduk di pangkuan nya


'Siapa perempuan itu' batin via, lalu memeluk suami suaminya semakin erat.


"Selamat pagi tuan, saya Reva asisten baru tuan" ucap Reva kenal kan diri.


"Hmm"


"Ini berkas yang harus tuan tanda tangani" Reva menyodorkan berkas tersebut.


"Huammm.... bel bisakah pindahkan aku ke kamar, aku ngantuk" pinta via. Lalu ia segera menggendong via dan membawanya ke kamar.


'Seperti nya itu adik perempuan nya tuan randy, wajah nya mirip, hmm ada kesempatan bagi ku untuk mendekati adik nya dulu' batin Reva


Randy membaringkan via pelan pelan dan menyelimutinya, via langsung tertidur dengan lelap nya.


Ia segera keluar kamar dan menemui asisten baru tersebut.


"Kau tidak akan menjadi asisten ku, melainkan asisten Haris. Aku tidak menerima asisten baru" ucap nya dingin.


"Tapi tuan sa-"


"Pergilah sekarang jangan ganggu waktu ku" ucap nya lgi, ia sungguh risih dengan penampilan perempuan tersebut.


Reva pun permisi dan keluar dari ruangan tersebut. Setelah perempuan tersebut pergi, masuk lah Haris dengan santay


"Kau sialan, kenapa ada pelac*r di kantor ku" geram Randy


"Aku kira kau suka penampilan wanita seperti itu" ucap Haris enteng

__ADS_1


"Hanya istri ku yang aku sukai tidak ada wanita lain" ucap nya lalu fokus pada laptop nya.


" Bukan kah dia istri Kontrak mu" pancing Haris


"ya memang" jawab Randy


"Jangan permainkan dia Randy, jika kau benar-benar mencintai nya maka batalkan kontrak itu dan jujur lah tentang perasaan mu sendiri" pinta Haris serius


Namun Randy hanya diam dan tidak menyahut.


Pukul 2 siang via terbangun dari tidur nya. Ia menjadi sangat lapar dan haus. Ia keluar kamar dan mencari suami nya, terlihat Randy masih fokus dengan pekerjaan nya.


"Bel" ucap via bergelayut manja


"Hmm"


"Aku lapar,aku mau makan" rengek via


"Hmm. Ini pesan disini" ucap Randy memberikan ponsel nya, lalu via memesan banyak makanan.


10 menit kemudian semua makanan nya sampai. Randy menjadi kaget karna makanan yang via pesan Sangat banyak sampai memenuhi meja.


"Momen langka dan makanan gratis" ucap Haris tiba-tiba datang dengan cengar cengir


"Kak Haris mau makan juga" tanya via


"Ya apa kah boleh" ucap nya


"Tidak boleh" jawab Randy


"Dasar pelit" gerutu Haris


" boleh dong kak. Makan aja apa yg kakak mau" ucap via dan disambut dengan sejuta kebahagiaan oleh Haris


Selesai makan, Haris kembali ke ruangannya.


Sedangkan via ia menjadi bosan di kantor suaminya.


"Bel aku mau keliling kantor ini boleh" pinta nya


"Duduk diam disitu, jangan ke mana mana"


"Aku bosan" rengek via


" Aku mau jalan"


"Aku mau keliling" pinta nya


"Huhh" Randy menghela napas dan memberi ijin


" Pergi lah, jangan lama-lama"


"Ahh terima kasih suami ku" ucap via mengecup pipi Randy dan pergi keliling kantor

__ADS_1


__ADS_2