
Sementara itu disisi lain.
Fedo sedang menyusun rencana untuk mengancur kan bisnis Randy.
Ia merasa iri pada Randy yang memiliki perusahaan besar dan terkenal di kalangan dunia luar negri. Perusahaan Randy adalah perusahaan ternama dan terbaik, tidak ada satupun orang yang bisa menyaingi kecerdasan CEO tersebut.
Ia akan meminta bantuan pada Teo untuk mengajukan kerjasama antara perusahaan nya dan perusahaan milik Randy.
Ia ingin melakukan kerjasama antara dua pihak, lalu menghancurkan nya secara perlahan-lahan.
"Teo, ku dengar kau adalah rekan bisnis nya tuan randy" tanya Fedo pada Teo
"Benar kak, aku adalah rekan nya, tuan randy Sangat hebat dalam dunia bisnis kak" jawab Teo memuji Randy
'Cih. Kita lihat saja siapa yang lebih hebat, aku atau dia' batin Fedo geram
"Hmm. Aku ingin meminta bantuan mu"
"Bantuan apa kak"
"Aku ingin kau mengajukan surat permohonan kerjasama, antara perusahaan ku dan perusahaan nya. Aku ingin melakukan kerjasama pada nya, dia kan ahli nya dalam dunia bisnis"
"Kenapa tiba-tiba kak, bukan kah dari dulu kakak tau kalau tuan Randy sangat hebat dalam dunia bisnis, kenapa baru sekarang kakak ingin mengajukan kerjasama" tanya Teo curiga, karna ia tau kakak nya pasti merencanakan sesuatu.
Melihat adik nya yang mulai curiga, Fedo memasang wajah biasa-biasa saja.
"Ya aku memang tau dari dulu, namun dulu aku sedang mempersiapkan diri dan bahan-bahan perusahaan ku agar aku bisa bekerja sama dengan nya, dan sekarang semua nya sudah lengkap dan sudah siap" ucap Fedo menyakinkan. Teo hanya mengangguk percaya
"Baiklah akan ku buat surat pengajuan nya" ucap Teo yang hanya di balas senyuman dan anggukan dari Fedo
......................
...Di mansion Lee...
"Kakakkkkkkk" teriakkan Refita yang baru memasuki mansion, ia telah sampai di mansion pukul 7 pagi, tentu saja tuan dan nyonya rumah nya masih bergelung dalam selimut.
"Kakkk?????? Kakakkkkk,,,,????"
Hening
Hening
"Kakkk randyyyyy???????Kakak iparrrrrr" teriak nya lagi.
"Iyaaaa sebentarrrr" sahutan via yang sama di balas dengan teriakan. Via turun masih dengan rambut acak-acakan, nyawa nya masih belum terkumpul 100%
"Kakak ipar" teriak Refita lalu berlari dan memeluk via.
__ADS_1
"Lohh ka-kamu-"
"Ini Refita kak, kakak ipar apa kabar, wah kakak ipar makin cantik aja, pipinya makin gembul" ucap Refita gemes dan mencubit pipi via
"Refita? Siapa?" tanya via polos
"What Kakak ga kenal aku? Aku adik ipar kak via" jawab Refita tak percaya
"Ini kak, aku yang ini foto sama kakak waktu di pernikahan kakak" lanjutnya sambil memperlihatkan sebuah foto.
"Ohh" via ber-oh ria
"Hah? cuma oh aja? kakak benar-benar ga kenal aku"
"Bukan ga kenal tapi lupa heheh" kekeh via
"Oh ya kak. Kak Randy mana, kok ga nongol" tanya Refita sambil mengedarkan pandangannya.
"Hmm masih tidur di kamar" jawab via
"Apa? masih tidur, ini kan jam nya berangkat ke kantor kak, apa jangan-jangan kak Randy kecapekan ya" ucap Refita memberi teka teki
"Kecapean? Tapi menurut ku dia ga ngelakuin apa-apa sampai buat dia kecapekan" jawab via polos
"Tapi itu apa kak, tanda apa yang merah-merah di leher kakak, bisa jadi kak Randy kecapekan karna membuat tanda itu kak" ucap Refita menunjuk leher via.
"Hah tanda! Tanda apa?" jawab via sambil melihat leher nya, sontak saja dia kaget karna melihat banyak bercak merah dan cepat-cepat menutupinya dengan tangan.
"Refita" ucap Randy yang sedang menuruni anak tangga.
"Kak Randy" jawabnya sambil berlari dan memeluk Randy.
"Kak aku rindu" rengek Refita
"Huh. Dasar anak manja, kelakuan mu masih sama seperti dulu" sindir Randy
"Ihh kakak apaan sih. Oh ya kak, kak Randy sengaja ya buat tanda merah-merah di leher kak via untuk di pamerin" ucap Refita penuh menyelidik sambil menyipitkan matanya.
Sontak saja Randy kaget dan langsung menatap via. Via membalas tatapan itu dengan tatapan tajam, seolah-olah ingin menerkam nya hidup-hidup.
Degg
' Astaga kenapa dia menatap ku seperti itu. Sangat menakutkan' batin Randy bergidik.
Masih dengan hati yang geram. Via menuju kamar dan menabrak kasar bahu Randy.
Tatapan nya masih tajam. Randy ingin mengejar nya, tapi nyali nya menciut saat via berkata
__ADS_1
"Malam ini tidur terpisah" ucap via dengan geram ia membanting pintu kamar dengan keras.
Baru kali ini Randy takut pada istri nya sendiri, selama ini ia lah yang memerintah istrinya, namun sekarang istrinya telah berkuasa atasnya dan memerintah dirinya, lebih konyol nya lagi ia tunduk pada istrinya.
'Tak apa lah yang penting dia tidak trauma. Tapii.... Astaga bagaimana dengan nasib junior ku malam ini' batin Randy menangis.
Perusahaan Fedo
Teo membawa helin ke perusahaan Fedo guna untuk menemani nya memberikan surat pengajuan.
Banyak para karyawan yang melihat helin. Semua nya terkejut karna helin sempat viral di media sosial saat berpelukan bersama Randy.
"Bukan kah wanita itu yang berpelukan dengan tuan Randy"
"Ia benar dia wanita nya"
"Wah pasti wanita murahan"
"Eh lihat seperti nya dia hamil"
"Benar perutnya lumayan membuncit"
"Wah pasti tidak beres ini, dia meninggal kan tuan Randy dan hamil bersama laki-laki lain. ckck."
Banyak kisrak kisruk para pegawai yang membicarakan helin. Para pegawai menatap helin sebagai wanita murahan.
Tok...tok...
"Masuk"
Ceklekk
"Kak" ucap Teo sambil membawa helin masuk
"Teo" ucap Fedo lalu berdiri dan mempersilahkan kedua nya untuk duduk
"Apa kah ini calon istrimu" tanya Fedo
"Iya kak, kenalkan ini helin, dia yang akan aku nikahi" jawab Teo bangga
"Berapa usia kandungan mu" tanya Fedo tiba-tiba
"4 bulan" jawab helin
"Ah ini kak, aku sudah membuatkan surat pengajuan nya" ucap Teo menyerah kan surat tersebut.
"Bagus, kau memang bisa di andalkan" puji Fedo
__ADS_1
"Baiklah kak, kalau begitu kami berdua permisi" pamit Teo. Lalu keduanya pergi meninggalkan perusahaan Fedo
"Perempuan itu sepertinya tidak asing bagi ku, aku pernah melihat nya, namun dimana," gumam Fedo berpikir.