
Via segera berkeliling kantor suaminya, ia terlihat sangat bahagia karena apa yang ia inginkan bisa tercapai.
"Aku penasaran sekaya apa suami kontrak ku itu" gumam nya sambil berjalan santay.
Ia telah banyak berkeliling ruangan kantor, ia masuk satu persatu ruangan tersebut.
Sedang kan Randy, ia memantau via lewat cctv.
Brukkk
Seseorang menabrak tubuh nya
"Maaf nona saya tidak sengaja" ucap pria tersebut
"Ahh tidak apa-apa kak" jawab via
' Suara itu. Seperti nya aku kenal tapi dimana' batin pria tersebut
Lalu via segera meninggalkan pria tersebut dan melanjutkan kegiatan nya.
"Permisi kakak cantik boleh kah aku meminta minuman ini" pinta via pada seorang pelayan di kantor itu
"Iya bolehhh" ucap pelayanan tersebut dan membalikkan badannya.
"Mita" ucap via tercengang
"Via" ucap Mita kaget.
,"Viaa ini beneran Lo"
"Iya ini aku, kok kamu bisa disini" tanya via
"Aaaaaaa viaaaa gue rindu tau, Lo kemana aja selama ini dan kenapa bisa disini jugaa, dan liatt, astaga Lo makin cantik aja" ucap Mita heboh
"Jawab dulu pertanyaan ku" ucap via cemberut
"Gue disini kerja Vi, Lo sendiri ngapain disini" tanya Mita
"Aku disini nemenin suami ku" ucap via
"What Lo udah punya suami? Kapan Lo nikah? Kenapa ga undang gue" teriak Mita heboh
__ADS_1
"Stttt pelan-pelan bicara nya mit"
"Trus suami Lo mana, kenalin ke gue dong" pinta Mita
"Dia lagi kerja"
" Lo harus janji kenalin ke gue ya. Suami Lo orang baik-baik kan,Lo juga harus cerita sama gue kenapa Lo bisa nikah cepat kek gini" pinta Mita penasaran.
"Iya Mita aku janji, ya udah aku mau kesana dulu, dan makasih minuman nya" ucap via, dan mereka berdua pun berpisah.
Kini via telah masuk ke sebuah ruangan yang terdapat banyak para karyawan dan ada Reva juga asisten baru kantor.
"Eh eh, siapa perempuan itu"
"Bukan kah tadi dia sama tuan randy"
"Apa dia istri nya ya"
"Ah ga mungkin, muka nya mirip bisa jadi itu adik perempuan nya"
"Kalo jodoh muka nya mirip juga loh"
"Hay adik ipar" sapa Reva dengan suara nyaring sehingga semua karyawan mendengar nya.
"Oh ya buat kalian semua yang ga tau dia ini siapa, dia adalah adik perempuan tuan Randy, dan akan menjadi adik ipar ku" ucap nya percaya diri. Sontak saja semua karyawan menjadi kaget akan penuturan Reva
" Oh ya adik ipar mau ke mana" ucap Reva. Via hanya diam, dia bingung akan perkataan Reva yang berkata bahwa ia adalah adik ipar nya.
"Kenapa diam? Oh ya adik ipar ikut aku ke meja ku aja, disini banyak serangga" ucap nya karna banyak para karyawan melihat mereka berdua. Reva menarik tangan via dan ingin membawa nya, namun via berontak dan tidak mau ikut.
"Le-,lepaskan"
"Ayolah adik ipar"
"A-aku ga mau" usaha via memberontak dan berusaha melepaskan tangan nya. Namun Reva malah mencengkram kuat tangan via hingga kuku panjang nya melukai tangan via dan mengeluarkan darah segar.
Sementara itu, di ruangan Randy, ia kedatangan tamu, yaitu Fedo.
Fedo memberitahu maksud dan tujuan nya, yaitu ingin melakukan kerjasama pada perusahaan Randy dan menyerahkan surat pengajuan dari Teo.
Randy hanya tersenyum kecut membaca surat pengajuan tersebut, Haris yang berada di samping Randy langsung bisa menebak, bahwa randy telah tau apa yang di rencanakan oleh Fedo.
__ADS_1
"Bagaimana tuan randy" tanya Fedo
"Minggu depan akan kita bahas lagi" jawab Randy membaca surat tersebut.
Sedangkan Haris mata nya sudah sangat membesar melihat cctv.
"Tapi tuan sa-" ucap nya terpotong saat Haris mencela
"Randy liat ini" ucap Haris menunjuk cctv, di mana via menahan kesakitan dan tangan nya yang sudah berdarah akibat cekalan Reva.
"Kurang ajar" ucap Randy lalu berlari keluar ruangan
Sementara itu, via sudah memohon untuk di lepaskan, ia sudah menangis sesenggukan karna perih di tangan nya.
"Dasar perempuan lemah begitu saja menangis" ucap Reva lalu lebih kuat lagi ia menyeret via, ia merasa via adalah mainan baru nya.
Brukk
Reva mendorong tubuh via, untung nya ada Randy yang cepat menangkap tubuh tersebut hingga tidak jatuh ke lantai.
Semua karyawan menjadi kaget akan kedatangan Randy, mereka menatap pula kepada Reva yang berani membuat wanita tersebut kesakitan.
Randy segera memeluk via dan menatap tajam pada Reva, tangan nya terkepal kuat dan rahang nya mengeras.
"Kau berani menyentuh nya tanpa seijin ku hahh" geram Randy
"Tu-tuan adik mu sangat cerewet, di-dia tidak mau ku ajak makan bersama" bela Reva
"Dia bukan adik ku. Dia istri ku, jangan pernah berani-berani menyentuh istri ku, jika kalian Berani menyentuh nya maka kalian akan berurusan langsung dengan ku
Dan kau Reva, kau akan menanggung konsekuensi,karna berani melukai istri ku" ucap Randy tak main-main.
Brukk
Via pingsan dalam pelukan Randy, dengan cepat Randy menggendong via dan membawanya ke rumah sakit, ia takut via ingat akan trauma nya.
Haris menyaksikan kejadian tersebut lewat cctv,ia juga menjadi panik dan cemas akan kondisi via
"Tuan Fedo. Bisakah tuan datang lagi Minggu depan, karna tuan kami Randy ada masalah mendadak" ucap Haris berusaha tenang
"Ah baik lah sekretaris Haris" ucap Fedo lalu meninggalkan kantor itu.
__ADS_1