Istri Manja Kesayangan CEO

Istri Manja Kesayangan CEO
Bos Alex


__ADS_3

"Kekasih,"


Sungguh tiara masih tak percaya apa yang di dengarnya saat ini, terlebih lagi kata itu keluar dari seseorang yang tak asing baginya namun Tiara masih belum bisa melihat wajah orang itu secara jelas dari jarak yang cukup jauh.


'Ha siapa dia,' batin Reno penuh tanda tanya.


Matanya menyipit menatap pria itu dari kejauhan, namun Reno belum bisa memastikan siapa pria itu.


Ya saat ini Alex berada jauh dari Tiara dan Reno, Alex baru saja turun dan berteriak setelah dia selesai memarkirkan mobil nya di sudut gang.


Reno bisa melihat pria itu dari cara berjalannya kalau pria itu penuh kharisma dengan postur tubuh yang terlihat tinggi dan gagah semakin membuat Reno mendengus kesal. Reno bisa akui kalau dirinya kalah dari segi postur tubuh


Tanpa sadar tangan Reno terkepal kuat seakan dia ingin memukul wajah pria yang sudah mengaku ngaku sebagai pacar Tiara saat ini.


'Apakah Tiara move on secepat ini dari ku,' batin Reno penuh tanya.


'Ini tidak bisa di biarkan,' kata Reno dalam hati penuh dengan kemarahan.


Tiara terbelalak mata nya saat menatap ke arah orang yang sudah melemparkan kata itu.


'Dari suaranya sih seperti bos Alex, ah tindak mungkin tuh bos nyasar ke mari,' batin Tiara menolak apa yang di dengarnya.


"Sayang...." Teriak Alex kepada Tiara.


Samar-samar Tiara bisa melihat wajah Alex, sesaat Tiara tertegun di buatnya.


'Ha bos Alex, apa aku tidak salah lihat ya,' batin Tiara saat ini di buat kebingungan.


Tiara tak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini meskipun lampu penerangan di sana kurang terang namun Tiara bisa mengenali dari suara dan postur tubuh nya.


'Apa dia bilang, kekasih? Sejak kapan?' guman Tiara di dalam hati nya.


'Dasar bos aneh, seenaknya saja dia bicara seperti itu. Terus maksudnya apa coba? Bisa-bisa nya Reno mengira semua itu benar dan berfikir macam-macam atau Reno bisa membuat gosip-gosip lagi di kantor secara akhir-akhir mulutnya begitu cerewet seperti perempuan,' guman Tiara di dalam hati merutuki perkataan dari bos nya itu.


Tiara memijit pelipisnya yang terasa berdenyut secara tiba-tiba.


"Sayang...."


Alex perlahan mendekat ke arah Tiara.

__ADS_1


Tiara pun melotot untuk sekian kalinya saat mendengar kata sayang dari atasannya itu, entahlah Tiara harus senang atau menangis saat ini.


"Hei lepas tangan mu dari kekasih ku," ancam Alex penuh kekesalan.


Alex dengan cepat menarik tangan Tiara dan memeluknya dengan posesif.


"Sayang kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Alex meneliti tubuh Tiara mastikan keadaan Tiara saat ini baik-baik saja tidak ada yang lecet.


Sedangkan Reno masih terpaku di tempatnya saat ini, pencahayaan yang kurang membuat Reno tak bisa melihat dengan jelas wajah pria yang saat ini mengaku sebagai pacar tiara adalah bosnya sendiri. Kalau Reno tahu entahlah apakah dia masih bisa berdiri di depan Alex dan Tiara dengan tatapan galak nya saat ini.


Tiara masih terdiam bengong melihat kenyataan di depan nya saat ini. Tiara tak bisa berkata-kata seakan tubuhnya kaku.


"Sayang... Hei kamu tidak apa-apa kan?" Alex mengulangi pertanyaannya lagi.


"A-ku ba-ik baik sa-ja," jawab Tiara terbata.


"Ha.... Sayang tolong jelaskan, apa benar yang dia katakan?" Tanya Reno dengan begitu keras seolah dia merasa sakit hati dan tak percaya karena Tiara wanita yang dia cintai baru putus dengan nya beberapa hari sudah bisa move on.


Awalnya Reno juga kaget namun dengan cepat dia menguasai dirinya dan menanyakan kejelasan itu kepada Tiara.


Alex begitu kesal saat pria di depannya itu masih saja memanggil Tiara dengan sebutan sayang. Ingin rasanya Alex menutup mulut pria di depannya saat ini.


Hal itu membuat wajah Alex terlihat jelas di matanya saat ini.


Reno terbelalak, mulutnya terbuka sedikit menganga saat melihat siapa yang berada di depan nya saat ini.


"Bo-s A-le-x," kata Reno terbata, tiba-tiba nyali nya ciut saat mendapati kenyataan bahwa pria yang mengaku sebagai kekasih Tiara saat ini adalah atasannya sendiri.


'Ha bagaimana bisa Tiara pacaran dengan bos Alex?' tanya Reno di dalam hati nya saat ini.


"Kamu panggil kekasih saya dengan panggilan sayang?" Tanya Alex menatap tajam ke arah Reno.


Gleeeeeekkkkk.....


Tenggorokan Reno serasa kering, untuk menjawab pertanyaan dari Alex pun rasanya Reno tak sanggup.


Reno hanya mampu menggelengkan kepalanya saat ini entahlah tiba-tiba lidahnya terasa keluh sulit untuk berbicara.


'Aduhhhh semoga saja bos Alex tak mengenali wajahku,' batin Reno ketakutan.

__ADS_1


'He he he he he he he pasti buaya ini takut setelah tahu kalau pria yang sedari tadi mengaku-ngaku kekasih ku adalah bos Alex,' Tiara cekikikan di dalam hati saat melihat wajah Reno yang pucat saat ini.


"Sepertinya saya pernah melihat wajah kamu" kata oleh berpura-pura mengingat ingat.


Reno semakin dibuat pucat pasi oleh kata-kata yang keluar dari mulut alex saat ini, Reno mencoba menggelengkan kepalanya berpura-pura tidak mengenali Alex saat ini.


"Hmmmm....."


Alex tersenyum licik saat melihat wajah pria di depannya itu pucat ketakutan, Alex semakin ingin mempermainkan pria di depannya.


"Oh yaaaaa..... kamu bukannya reno salah satu karyawan saya," kata Alex.


"Emm.... Mungkin bapak salah orang," Reno masih berusaha mengelak.


"Kamu kan bekerja di perusahaan AAD Company kan yang ada di kota ini kan," kata Alex menyeringai lebar.


Brugghhh....


Tiba-tiba Reno bersujud di depan Alex saat ini membuat Tiara terbelalak kaget melihatnya.


"I-ya pak, saya mohon jangan pecat saya. Sa-ya sudah tidak ada hubungan apa-apa dengan Tiara," kata Reno memelas.


"Ehemmm, saya tidak akan memecat kamu asalkan kamu berhenti ganggu Tiara lagi," kata Alex terdengar seperti ancaman.


"Ba-ik pak,"


"Tiara....." Belum selesai Reno berbicara Alex sudah memotongnya dengan cepat, Alex tak ingin membiarkan Reno berbicara lagi dengan Tiara.


"Ya sudah cepat kamu pergi dari sini," bentak Alex dengan nada tinggi.


Reno dengan cepat pergi meninggalkan tempat kos Tiara, Reno tak ingin pekerjaannya terancam kalau dia berlama-lama berada di sini karena saat ini mencari pekerjaan dengan posisi yang seperti dia cukup sulit.


...----------------...


Sedangkan Beni yang melihat kejadian itu dari dalam mobil hanya bisa menggelengkan kepala.


"Sungguh apes nasibmu hari ini harus berhadapan dengan bos Alex," kata Beni merasa kasihan dengan pria tadi.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2