
"Beni kenapa kamu lancang sekali, kalau masuk setidaknya ketuk pintu dulu," kata Alex begitu kesal.
Sedangkan Beni masih tertegun di buatnya, dia masih membisu tak berbicara.
"Hei anak nakal, kenapa kamu malah menyalahkan Beni hah...! Itu semua perintah mami kalau tidak pasti mami tidak akan bisa melihat kelakuan nakal mu itu," bentak mami Alex di sebrang sana tak lupa melirik ke arah Tiara.
Alex pun merebut ponsel milik Beni untuk berbicara langsung kepada sang mami. Wajah Alex memelas menatap wanita yang melahirkan nya.
"Mami salah paham, aku tidak melakukan apa-apa de...." Belum sempat Alex memberi penjelasan, ucapan nya itu terpotong oleh mami nya sendiri.
"Halah jangan banyak alasan, mami tidak buta ya. Mami tadi bisa melihat dengan jelas kalau kamu menindih tubuh wanita tadi. Mau mengelak apa lagi?? Pokoknya kamu besok bawa perempuan itu pulang dan kamu harus menikah dengan nya secepatnya," ucapan mami Alex begitu murka dengan nada keras menggelegar memenuhi seisi kamar.
"Tetapi mi..." Alex berusaha menjelaskan namun mami nya terlanjur marah.
"Sudah jangan bicara lagi, ingat kata mami. Segera bawa kekasih mu itu. Kamu jangan buat mami marah," kata mami Alex tanpa bisa di ganggu gugat.
Sedangkan Tiara menunduk antara malu, takut dan juga binggung karena kedua orang tengah salah paham kepada dia dan Alex padahal kenyataannya tak begitu.
"Mami..." Teriak Alex namun.
Tut.....
Panggilan itu terputus sepihak oleh wanita paruh baya itu.
"Aaaahhhh....." Alex mengacak rambut nya frustasi.
"Semua ini gara-gara kamu, mami jadi salah paham," kata Alex menatap tajam ke arah Beni.
G L E E K.....
"Ini bukan salah saya bos, ini mami bos yang tiba-tiba menghubungi saya dan meminta saya untuk...." Belum selesai Beni menjelaskan semuanya, tiba-tiba dia di kaget kan dengan tindakan dari pria yang tak lain adalah bos nya itu.
Bruaakk.....
Tiara di buat melotot terkejut dengan pemandangan di depannya saat ini, dia bergidik ngeri menyaksikan kemarahan bos sekaligus kekasihnya itu.
Tiara pun pamit pergi ke toilet memilih tempat yang aman untuk nya saat ini, dia tak ingin ikut campur urusan bos dan asisten nya itu.
__ADS_1
Beni menganga lebar di buatnya, rasanya dia ingin menangis meratapi kenyataan di depan nya saat ini.
Bagaimana tidak...
Ponsel milik Beni begitu mengenaskan nasib nya, ponsel itu sudah berserakan menjadi 2 di lantai.
"Ponsel ku bos...." Teriak Beni tertunduk lesu di lantai meraih benda yang sudah tak utuh lagi itu, dia meratapi nasib ponsel miliknya yang sudah tak berbentuk lagi.
'Hiks hiks hiks hiks hiks, ponsel ku,'
'Baru juga beli, sudah hancur hiks hiks hiks hiks hiks,'
Tak henti-hentinya Beni menangis di dalam hati nya saat ini meratapi nasib ponsel mahalnya itu, dia menatap miris ponsel yang baru saja dia beli beberapa bulan lalu.
"Ini sebagai pelajaran buat kamu, sebelum melakukan apa-apa mengenai saya sebaiknya kamu bertanya dulu minta pendapat saya bukannya seperti ini tadi, gara-gara kamu sekarang mami salah paham," bentak Alex meraup wajahnya kesal.
"Tetapi bos siapa yang tidak salah paham, bos pakai handuk doang terus tadi kenapa nangkring di atas tubuh non Tiara," ceplos Beni.
Beni dengan cepat membekap mulutnya sendiri, dia merutuki dirinya karena keceplosan berbicara padahal suasana hati bos nya sedang marah.
"Kamu....." Alex melotot ke arah Beni.
G L E E K....
Beni memang tahu se marah-marahnya Alex dengan dia, Alex tak akan memecat nya.
"Dasar asisten gak punya sopan santun," grutu Alex kesal menatap kepergian Beni.
Alex baru teringat akan Tiara, dia pun melihat sekeliling kamar namun tak menemukan keberadaan Tiara, setelah itu dia menoleh ke arah kamar mandi dan ternyata pintu kamar mandi itu tertutup, Alex berpikir mungkin Tiara malu karena kehadiran Beni tadi dan kabur ke kamar mandi atau Tiara takut melihat dia marah tadi, Alex pun menghela nafas panjang untuk meredakan emosi nya tadi.
Dengan cepat Alex di menuju lemari, tangan nya segera membuka lemari baju itu. Dia dengan cepat merai pakaian tidur yang ada di dalam sana dan memakainya sebelum Tiara keluar dari kamar mandi.
Lima menit Alex sudah memakai pakaian nya dan benar saja pintu kamar mandi itu terbuka menampilkan sosok Tiara yang sudah segar. Alex pun berpikir mungkin tiara membersihkan dirinya sebelum tidur.
Ceklek....
Alex yang sudah duduk di sofa menatap Tiara dengan rasa bersalah.
__ADS_1
"Maaf gara-gara tadi, mami salah paham dan membuat mu merasa tak nyaman," kata Alex dengan pelan merasa bersalah.
Tiara mendongak menatap ke arah Alex, baru kali ini Tiara mendengar bos nya itu meminta maaf.
"Besok tolong ikut aku untuk bertemu dengan mami, aku akan jelaskan semuanya agar mami tidak berprasangka buru kepada mu," jelas Alex membuat Tiara bisa bernafas lega.
Tiara hanya mengangguk setuju.
"Tidurlah, aku akan tidur di sini dan kamu tidurlah di sana," kata Alex.
"Terimakasih," kata Tiara dengan lirih.
Suasana menjadi hening keduanya pun berbaring di tempatnya masing-masing, kedua orang itu saling membelakangi. Alex dan Tiara, dua-duanya sibuk dengan pemikiran masing-masing.
'Hadeeeh kenapa nih jantung deg deg degan begini padahal tadi biasa-biasa saja,' gan Tiara di dalam hati nya saat ini.
'Harusnya aku senang karena mami menyuruhku menikah dengan Tiara tetapi aku takut Tiara menolak ku, apalagi tadi mami salah paham, aku takut mami berfikir Tiara adalah wanita murahan yang mau menjebak ku. Aaaahhhh pusing, besok saja ku pikirkan semuanya,' batin Alex kebingungan memikirkan esok hari saat bertemu dengan mami nya.
Akhirnya keduanya pun tampa sadar tidur terlelap.
...*****...
Sedangkan di kediaman orang tua Alex.
Mami Alex mondar-mandir tak jelas.
"Sayang, kenapa sih kamu sepertinya gelisah?" Tanya Papi Regan menatap sang istri dengan perasaan binggung.
"Haduuuuh papi diam dulu deh, mami lagi binggung harus senang atau marah nih," jawab mami dengan wajah cemberut.
"Ha ha ha ha ha ha ha, ada-ada saja nih mami. Masa tidak bisa bedain senang atau marah sih," kata papi Regan menertawakan tingkah laku sang istri.
"Issssshhh papi malah meledek," grutu mami kesal.
"Ya bukan nya meledek mam, ah sudah lah jangan ngambek begitu dong mam," bujuk papi Regan melihat wajah sang istri semakin di tekuk.
"Ya sudah sekarang mami cerita dulu ada masalah apa?" Tanya Papi Regan memastikan.
__ADS_1
Bersambung.....