
Alexander Arius Dominic adalah sosok pekerja keras, di usia yang masih muda dia sukses dalam berbisnis.
Wajah tampan di tunjang dengan postur tubuh yang tinggi dan berkulit bersih membuat siapapun pasti akan terpesona melihatnya, namun Alexander Arius Dominic yang lebih sering di sapa Alex terkesan dingin dengan orang lain, dia akan cerewet atau banyak bicara cuma kepada orang-orang tertentu saja seperti beni yang bekerja sebagai asistennya.
...----------------...
Vera dan yang lainnya pun sama ketakutan.
Alex pun melanjutkan pidatonya, dia mengucapkan terima kasih dan semua poin-poin yang harus di utamakan oleh nya untuk kemajuan perusahaan tentunya.
"Bagaimana ini," bisik Vera merasa ketakutan di telinga Tiara.
"Huuust jangan berisik, nanti bisa di dengar oleh pak Alex," tegur Mutia kepada Vera saat ini.
"Berdoa saja lah semoga saja kita tidak di pecat," kata Mita meratapi nasib nya hari ini.
"Kamu tidak khawatir Tiara?" Tanya Mutia saat melihat Tiara biasa saja.
"Entahlah..." Hanya kata itu yang mampu terucap di mulut Tiara saat ini.
"Berdoa saja supaya kita tidak di kenai hukuman berat," jawab Tiara pasrah.
Semua pun mengangguk membenarkan ucapan dari Tiara. Semua pun berdoa dalam hati nya.
Sedangkan Alex masih sibuk berpidato...
Setelah acara itu selesai, semua karyawan di bubarkan tinggallah Tiara dan kawan-kawan.
"Kalian," tunjuk Alex kepada semuanya.
Glekk ...
Mereka semua hanya bisa mengangguk saja tanpa ada yang berani menjawab, lidah mereka terasa keluh, nyali mereka tiba-tiba hilang di telan angin.
"Kalian, tahu apa kesalahan kalian saat ini?" Kata Alex dengan nada membentak.
Mereka semua kompak mengelengkan kepalanya sebagai jawaban.
'Hiks hiks hiks hiks hiks hiks, mimpi apa aku semalam,' guman Reyhan di dalam hatinya.
'Nasib begini banget sih, punya atasan galak minta ampun,' guman Bima di dalam hatinya.
'Kenapa dia bisa nyasar sampai sini,' batin Tiara kesal.
'Duh ganteng-ganteng serem...' batin Vera.
'Apes nasib ku hari ini,' batin Mita.
' Haaa untung ganteng kalau tidak, aku tutup tuh mulut pakai lakban,' batin Mutia.
"Heiiii....." Alex nampak kesal menunjuk ke arah mereka semua karena mereka semua seperti sedang melamun.
__ADS_1
"Ha..." Mereka semua gelagapan karena ketahuan sedang melamun.
"Kalian malah asyik melamun ha..." Kesal Alex.
Mendengar ucapan dari Alex sontak hal itu membuat mereka ketakutan apalagi suara Alex naik beberapa oktaf.
"He he he he he he maaf pak," kata Tiara cengengesan membuat yang lain menoleh ke arah Tiara.
"Ma-af pak," jawab Reyhan mengalihkan perhatian mereka.
"Wah wah wah...."
Prok prok prok prok prok prok....
Sedangkan Beni menatap mereka dengan kasihan.
"Semoga saja kalian selamat dari amukan singa itu," kata Beni dengan suara kecil namun hanya dirinya yang bisa mendengar nya saja.
"Bagus ya kalian," kata Alex menatap tajam mereka semua.
Glek....
Tenggorokan mereka semua tiba-tiba terasa kering bersama saat ini. Suasana aula yang tadinya sedikit sejuk berubah menjadi panas. Keringat mereka bercucuran.
"Kamu," tunjuk nya kepada Tiara.
Glek.....
Tiara melotot saat Alex menunjuk dirinya.
"Mulai hari ini kamu pindah ke kantor pusat, kebetulan saya membutuhkan sekertaris," kata Alex menyeringai kejam.
"Tetapi pak....." Tiara ingin menolak namun dia tak melanjutkan ucapannya karena Alex mengangkat tangannya sebagai tanda tidak ada penolakan.
"Tidak ada tapi-tapian, kamu harus ikuti perintah saya atau kamu saya pecat," tunjuk nya kepada Tiara dengan tatapan tajam.
Glekk....
'Hiks hiks hiks hiks hiks hiks, seenaknya saja dia main pindah orang, mentang-mentang bos,' grutu Tiara di dalam hati nya.
'Hiks hiks hiks hiks hiks hiks, nasib ku apes banget sih ketemu bos seperti dia,' batin Tiara meratapi nasibnya hari ini.
Semua temannya menatap Tiara dengan iba. Tiara langganan dan kepalanya sebagai tanda dia tidak apa-apa.
"Untuk kamu dan kamu, kalian akan dapat tambahan tugas selama seminggu," tunjuk Alex kepada Bima dan Reyhan.
"Baik pak," keduanya menjawab dengan cepat sebelum pak Alex berubah pikiran dan memberikan hukuman lebih berat lagi.
"Kamu ...." Tunjuk nya ke arah Mita.
Glekk .....
__ADS_1
"Iya pak," jawab Mita dengan keringat yang sudah membanjiri wajahnya.
"Kamu sekarang saya pindahkan untuk mengantikan Tiara," kata pak Alex dengan tegas.
"Baik pak," jawabnya pasrah, namun Mita bernafas lega karena dia tidak mendapat potongan gaji.
"Sudah itu saja, untuk kalian berdua juga akan mendapat tugas tambahan seperti Reyhan dan Bima,"
Vera dan Mutia juga mengangguk setuju.
Ke lima teman Tiara bernafas lega, setidaknya mereka tidak di pecat atau di pindah tugaskan di kantor pusat seperti Tiara alami.
Namun mereka semua di buat binggung karena cuma Tiara saja yang di pindah tugaskan ke kantor pusat.
"Sekarang bubar," setelah mengucapkan kata itu Alex dengan cepat pergi meninggalkan mereka semua yang masih syok di buatnya.
Setelah kepergian Alex....
"Aku pasti kangen kalian nanti," kata Tiara dengan sendu.
"Iya pasti aku kehilangan banget, nanti siapa yang akan temani aku belanja ke pasar lagi," kata Mutia cemberut.
"Sabar Tiara, kita bisa ambil positifnya saja lah. Jadi sekertaris pak bos gak jelek-jelek amat," kata Mita memberikan semangat.
"Iya gajinya pasti lebih gede dari sini," kata Vera menyahuti.
"Tetapi bagaimana aku bisa kerja dengan bos yang halal seperti dia," kata Tiara sendu.
"Oh ya, aku merasa aneh saja. Kenapa cuma Tira yang di pindahkan ke pusat?" celetuk Bima menyahuti.
"Nah ... Benar tuh! Kok bisa sih cuma kamu yang di pindahkan ke kantor pusat," kata Vera membenarkan ucapan dari Bima.
Semua temannya pun menatap ke arah Tiara dengan penuh pertanyaan saat ini.
"Wah jangan-jangan kamu kenal dengan pak Alex ya?" Todong Reyhan menatap Tiara penuh selidik.
Tiara di buat gelagapan saat ini.
"Dih ogah, mana ada. Teman ku gak ada orang golongan atas seperti pak bos itu, kalian kan tahu aku dari kampung ke sini mau cari uang buat bahagiakan bapak sama ibu," kata Tiara mengelak.
"He he he he he, kirain pak bos pernah nyasar ke kampung," kata Vera yang mendapat toyoran dari Bima.
"Ngawur saja kamu, kalau ngarang jangan asal," kata Bima.
"Tenang saja Tiara sayang, meskipun kita berjauhan tetapi hati Anang cuma buat neng seorang," kata Bima menaik turunkan alisnya merayu Tiara.
"Woeee...." seru Reyhan dan yang lainnya sambil menggelengkan kepalanya.
"Sudah sudah sudah... Kalian jangan berisik, ayo balik nanti kena Omelan pak Rudi," kata Mita menengahi perdebatan mereka.
"Ayo cepat kita balik, takutnya pak Alex berubah pikiran," kata Mutia menarik tangan Tiara meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Bersambung....