Istri Manja Kesayangan CEO

Istri Manja Kesayangan CEO
Berdebar


__ADS_3

"Tadi Mami telepon si Beni," kata mami membuat sang suami mengerutkan keningnya binggung.


"Terus apa hubungannya dengan itu?" Tanya sang suami semakin ingin tahu alasan yang membuat sang istri kesal.


"Ya kan tadi mami suruh dia video call tuh si Beni karena mami sudah kangen banget sama anak kita yang nakal itu, apa papi tahu kalau dari kemarin Alex tidak menghubungi mami sama sekali dan ponselnya juga waktu mami hubungi sibuk terus jadinya mami kesal terus hubungi Beni," jelas mami panjang lebar namun belum sampai selesai sang suami sudah memotong ucapan nya lagi.


"Terus kesal kenapa? Intinya kan sudah bicara sama Alex kan mi," kata sang suami.


"Iya sih sudah, ish papi kebiasaan kalau mami berbicara selalu di potong," grutu sang istri kesal memanyunkan bibirnya.


"He he he he he he...... Maaf mi, ayo lanjutin. Papi diam kok duduk manis nih," kata sang suami meringis pelan melihat muka sang istri yang sudah bt akibat ulahnya, setelah itu dia duduk manis di atas ranjang menuggu kelanjutan cerita istrinya itu.


Mami melotot, menatap sang suami dengan horor. Mami pun berkali-kali menarik nafas dan menghembuskan nya kasar setelah itu dia mulai melanjutkan ucapannya lagi.


"He he he he he he," papi Rendra tertawa canggung mengusap tengkuknya.


" Yang membuat mami begitu marah karena tadi mami sempat melihat tuh anak nakal tidur di ranjang hotel dengan wanita cantik ," kata mami begitu menggebu-gebu menjelaskan kepada sang suaminya apa yang di lihatnya tadi.


"Hah.... Mami beneran kan? Tidak salah lihat?" Tanya Papi Rendra memastikan kebenaran ucapan sang istri.


"Papi masa nggak percaya sama mami sih. Tadi mami lihat itu Alex dengan mata kepala mami sendiri sedang menindih wanita itu dengan memakai handuk saja Pi," kata mami bersungut-sungut kesal menjelaskan kepada suaminya agar percaya.


"Setahu ku ya mi, anak kita itu bukan orang yang seperti itu, mami kan juga tahu kalau alex itu paling anti dengan wanita jadi nggak mungkin dong dia tidur dengan wanita," kata Papi menolak yang dikatakan istrinya itu mengingat tempramen anaknya yang dingin tak tersentuh oleh wanita.


"Au ah Papi di kasih tahu, masa nggak percaya sama mami. Ya sudah Papi, mami capek mau istirahat. Kita lihat saja besok Pi, tadi saya sudah suruh tuh anak nakal langsung pulang ke rumah ini," kata mami mengabaikan suaminya dan langsung naik ke atas ranjang tak memperdulikan suaminya sama sekali.


'Gawat nih mami ngambek, hadeeeeeeh bisa-bisa nanti aku tidak dapat jatah malam ini,' guman Papi di dalam hatinya melirik ke arah sang istri yang tidur membelakanginya.


"Mi.... Mami, mami sayang," kata papi Rendra menggoyang-goyangan tubuh istrinya saat ini.


Melihat tingkah suaminya itu, mami tak menghiraukan ulah papi Rendra, justru mami tetap cuek tidur membelakangi papi Rendra.


"Jangan ngambek dong mi," kata papi Rendra membujuk sang istri untuk kesekian kalinya.


"Tau ah tapi nyebelin," ketus mami tak menghiraukan suaminya saat ini.


"Mi main yuk,' ajak Papi Rendra.

__ADS_1


"Main aja sendiri mami lagi males," kata mami dengan cuek.


"Ayolah mi nanti besok Papi beliin tas kesukaan mami,' rayu Papi Rendra namun sang istri masih tak bergeming masih setia membelakangi dirinya.


'Ah tas, aduh sebenarnya sih pengen banget tetapi gengsi ah,' batin mami.


'Nasib-nasib apes banget sih malam ini, gara-gara itu anak jadinya aku yang kena getahnya batin Papi Rendra meratapi nasibnya hari ini.


Papi Rendra pun akhirnya tidur memeluk sang istri dari belakang.


Sementara sang istri menahan senyuman melihat suaminya tersiksa.


'Rasain salah sendiri tidak percaya ucapan mami,' guman mami di dalam hatinya saat ini.


...------------------...


Keesokan harinya....


Alex sudah terbangun, dia menatap ke arah ranjang tempat Tiara tidur saat ini. Alex sedikit tersenyum kalah mendapati Tiara masih tertidur pulas dengan langkah berat Alex mendekati ranjang itu.


"CANTIK,"


Tanpa disangka tangan Alex dengan lancang menyentuh pipi chubby milik Tiara.


"LEMBUT," itulah yang tangan Alex rasakan saat tangan nya membelai wajah cantik yang masih setia memejamkan mata nya.


Merasa tidurnya terganggu Tiara pun menggeliat ke arah samping membuat wajahnya benar-benar semakin dekat dengan wajah Alex saat ini.


DEG...


Jantung Alex berdebar begitu kencang.


'Kenapa aku deg-degan begini,' guman Alex di dalam hatinya.


Tangan nya dengan refleks memegang dadanya sendiri.


Seutas senyum tersungging di sudut bibir Alex saat ini.

__ADS_1


Alex mengamati wajah cantik itu yang masih setia dan tertidur, lama-lama Alex pun tersadar dan langsung bergegas menuju kamar mandi sebelum Tiara memergoki aksinya. Alex tak ingin rasa canggung itu kembali menyerang keduanya lagi.


Di dalam kamar mandi, Alex mengumpat kesal mengingat sang asisten yang dengan lancangnya menyebabkan terjadi kesalahpahaman kemarin.


15 menit berlalu....


Akhirnya Alex keluar dari kamar mandi dengan wajah segar, tak lupa dengan pakaian lengkap tentu nya. Alex tak ingin kejadian kemarin terulang kembali membuat dia dan Tiara malu.


Dan benar saja pilihan Alex untuk berganti pakaian di dalam kamar mandi ternyata tepat, karena Alex sudah mendapati Tiara sudah terbangun dari tidurnya dan duduk manis sambil mengucek matanya mungkin yang masih mengantuk.


"Cepat mandi, kita akan segera berangkat," perintah Alex dengan singkat melemparkan handuk yang tadi dia pakai untuk mengusap kepalanya ke arah Tiara, handuk itu mendarat tepat di wajah cantik Tiara membuat Tiara kesal.


'Uh dasar,' kata Tiara tentunya di dalam hati, Tiara hanya bisa mengumpat kesal saat merasakan handuk setengah basah itu mendarat di wajahnya.


Alex pun cuek dia melenggang pergi ke arah lemari merapikan pakaian miliknya ke dalam koper.


"Oh ya nanti kita langsung ke rumah mami," kata Alex memberitahu tujuan nanti.


"Em pak," Tiara dengan hati-hati ingin bertanya sesuatu namun dia urungkan.


Alex melotot, dia mendekat ke arah Tiara.


"Oh ternyata kamu sudah tak sabar ingin menerima hukuman dari ku," bisik Alex tepat di telinga Tiara membuat Tiara merinding di buatnya.


"Tidak sayang, maaf aku lupa he he he he he he," kata Tiara dengan kikuk menyebutkan kata sayang.


"Oh aku kira kekasih ku ini sudah tak sabar ingin mendapat ciuman dari ku," kata Alex menaik turunkan alisnya membuat wajah Tiara merona seketika.


Tiara yang sudah memerah wajahnya menahan malu, dia pun berlari menuju kamar mandi.


Di dalam kamar mandi...


DEG


DEG


DEG

__ADS_1


Tiara memegang dadanya yang berdebar kencang.


Bersambung....


__ADS_2