
Alex meraih tangan Tiara dan mengajaknya masuk ke dalam mobil namun tiba-tiba Alex langsung melotot saat melihat keberadaan Beni yang sudah berada di sana dan sibuk dengan laptop, Alex melupakan kalau tadi Beni merengek ingin ikut mobilnya.
Alex menepuk keningnya.
"Ck kenapa aku bisa lupa dengan makhluk satu ini," kata Alex menggerutu kesal karena niatnya ingin berduaan dengan Tiara terganggu karena kehadiran Beni.
Sedangkan Beni masih bingung menatap keduanya, apalagi tangan keduanya masih bertautan mesra.
Sedangkan Tiara kaget melihat keberadaan Beni.
'Ha ada pak Beni di sini, aduh apa dia tadi melihat semuanya dan mendengarkan ucapan bos Alex tadi,' batin Tiara kikuk.
'Apa ada dengan keduanya, terus kenapa juga mereka bergandengan tangan. Seperti orang mau menyebrang jalan saja, bukan kah kita tidak menyebrang jalan ya,' batin Beni. Beni pun menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal.
Tiara lihat tatapan Beni, Tiara pun mengikuti arah tatapan itu dan alangkah terkejutnya kala Tiara melihat tatapan itu, tangan nya dan tangan sang bos galak itu masih saling bertautan saling mengengam seolah keduanya adalah pasangan kekasih.
Dengan cepat Tiara menarik tangannya yang di genggam seraya melirik ke arah Beni dengan canggung.
Sedangkan Alex mendengus kesal melihat kelakuan Tiara, namun Alex semakin emosi saat melihat Tiara justru melihat ke arah Beni.
'Ck gara-gara nih orang, Tiara melepaskan genggaman ku,' guman Alex merasa kesal di dalam hatinya.
Tatapan Alex semakin tajam ke arah Beni.
Beni menyadari itu, dia merasa merinding dengan cepat.
'Pasti bos Alex marah, pasti aku salah lagi di depan mata nya. Huuu beninamat ya jadi bawahan salah mulu,' batin Beni.
"Cepat pindah ke belakang," pemurah Alex, baru saja beni ingin menurunkan kakinya tiba-tiba Alex mencegahnya dengan cepat.
"Hei tunggu-tunggu kamu di depan saja Ini kuncinya," sahut Alex cepat melemparkan kunci ke arah Beni.
Happ.... Beni dengan cepat menangkap kunci itu.
"Haa..... Maksudnya apa nih bos?" Tanya Beni dengan bingung seraya menata ke arah kunci yang di pegang nya.
"Ya kamu bawa mobil ini dan Tiara akan duduk di belakang dengan aku," sahut Alex dengan cepat.
Beni pun akhirnya mengerti. Setelah Tiara dan Alex masuk ke dalam mobil dan keduanya duduk manis di belakang meskipun begitu Tiara begitu gugup di buatnya.
Deg
Deg
Deg
"Kemana bos?" Tanya Beni.
"Ya pulang, istirahat di hotel," jawab Alex dengan entengnya.
__ADS_1
Otak Beni langsung traveling, dia tersenyum manis menatap keduanya.
'Akhirnya bos akan segera menikah, asyiikkkkkk... Aku harus kasih tahu nyonya besar siapa tahu aku dapat hadiah liburan ke luar negeri, he he he he,' Batin Beni dengan girang.
Akhirnya mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menguju ke arah hotel tempat Alex dan Beni menginap. Keduanya lebih nyaman menginap di hotel daripada tempat yang di sediakan oleh kantor, Alex bosan itulah alasan dia ingin menginap di hotel. Beni sih ikut saja terlebih lagi Alex adalah bos nya sekaligus pemilik perusahaan. Mau memilih di manapun Beni wajib mengikutinya.
Sampailah ketiganya di depan hotel tempat Alex menginap.
"Ayo turun," ajak Alex dengan tersenyum manis namun justru membuat Tiara heran karena baru sekali melihat bos nya itu tersenyum.
"Eh iya," jawab Tiara meraih tangan Alex yang sedari tadi mengantung meminta untuk di genggam.
"Memang kita mau menyebrang ya pakai gandengan segala," ceplos Beni membuat Alex menatap nya kesal sedangkan Tiara wajahnya sudah memerah karena malu.
"Jangan banyak bicara, cepat angkat tuh tas milik Tiara di belakang," perintah Alex membuat Beni mendelik sebal ke arah Alex.
Alex tak menghiraukan justru dia menarik tangan Tiara menuju ke arah resepsionis.
"Apa masih ada kamar lagi untuk malam ini?" Tanya Alex.
"Sebentar pak, saya cek dahulu," pinta resepsionis itu.
"Maaf pak tidak ada kamar kosong untuk hari ini," kata nya dengan nada menyesal.
"Terimakasih,"
Alex pun pergi meninggalkan resepsionis dan melangkah menuju lift untuk sampai ke kamarnya.
"Emmm... Bos," Tiara berbicara dengan ragu-ragu.
Alex menatap tajam Tiara.
Glekkk....
"Kamu lupa harus panggil apa," kata Alex menatao Tiara.
"Eh iya, sayang..." Jawab Tiara kikuk.
"Hmm.... Bagus anak pintar. Mau bicara apa?" Kata Alex.
"Emm... Aku akan tidur di mana?" Tanya Tiara menunduk.
"Diam ikut saja aku,"
Tiara menghela nafas panjang setelah itu dia mengangguk.
Setelah itu hening tidak ada pembicaraan apapun dari keduanya.
Ting... Pintu lift terbuka.
__ADS_1
Alex masih setia mengengam tangan gadis itu.
Keduanya berhenti di kamar 508. Alex dengan cepat mengeluarkan kunci dan membuka kamar itu.
Ceklek....
"Ayo masuk," ajak Alex.
Meskipun ragu Tiara pun akhirnya mengikuti Alex untuk masuk ke dalam kamar.
"Jadi kita satu kamar Sa-yang," tanya Tiara memastikan.
"Iya, apa kamu keberatan?" Bukan menjawab justru Alex menanyakan itu kepada Tiara.
Tiara binggung, namun dengan cepat dia mengelengkan kepalanya.
"Bagus...." Alex puas dengan jawaban kekasihnya itu.
Tiara terdiam. 'Apa kita tidur berdua,' batin Tiara ketakutan.
Tuk....
"Ah sakit," Tiara cemberut saat keningnya di sentil Alex.
"Ehemmm.... Aku tahu yang kamu pikirkan, jangan berfikir macam-macam karena aku bukan pria seperti mantan kamu, aku ini pria berkelas," kata Alex.
"He he he he he he he he he he he," Tiara hanya tertawa kikuk.
'Dia seperti tahu saja isi hati ku saat ini, apa dia punya kemampuan membaca pikiran,' batin Tiara.
"Sudah jangan berfikir aneh-aneh karena aku bisa melihat semua itu dari wajah mu," jelas Alex justru membuat Tiara malu.
"Kamu bisa tidur di kasur, biar aku tidur di sofa," kata Alex menunjuk ke arah sofa panjang.
Tiara mengangguk, dia merasa begitu lega mendengar ucapan dari pria yang sudah mengklaim dirinya sebagai kekasih, dia menatap ke segala arah.
'Kamar nya bagus, he he he he he he kasurnya empuk,' batin Tiara saat dia duduk di atas ranjang.
"Aku mandi dulu, kalau ada Beni nanti... Kamu suruh taruh di sana saja tas kamu," kata Alex menunjuk tempat di dekat lemari.
"Iya pak," jawab Tiara.
"Upsss...." tiara membekap mulutnya dengan cepat. Namun terlambat Alex sudah melotot menatap Tiara.
"He he he he he he he, maaf sayang karena aku masih belum terbiasa," kata Tira membela dirinya karena takut Alex akan menghukumnya.
"Ok aku memaafkan mu hari ini, ingat kalau besok aku mendengar kamu memanggil ku bapak atau bos. Jangan harap aku mengampuni mu," kata Alex membuat Tiara langsung takut.
Setelah berbicara seperti itu, Alex masuk ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya yang lelah.
__ADS_1
Bersambung....