
Melihat tatapan Tiara yang binggung seolah meminta pendapat, Alex pun mengangguk sebagai tanda setuju.
"Mami...." Ujar Tiara dengan keraguan di hati nya saat ini.
Ya Tiara ragu karena baru pertama kali bertemu dengan orang tua atasan sekaligus kekasihnya itu terlebih lagi tadi Tiara sempat berpikir kalau mami bos nya itu galak, ya bagaimana Tiara tidak berfikir begitu karena awal masuk ke dalam rumah mewah ini tatapan mata mami bos nya itu begitu tajam dan jangan lupakan kata-katanya yang marah-marah.
"Jadi kapan kalian akan menikah?" Tanya mami dengan terus terang.
Tiara di buat menganga tak percaya dengan apa yang di dengarnya saat ini.
"MENIKAH," beo Alex dan Tiara bersamaan karena kaget.
"Maksud mami apa?" Bukan Alex yang bertanya melainkan Tiara karena kaget.
"Ya mami ingin kalian secepat nya menikah, mami tak ingin cucu mami lahir tanpa adanya pernikahan terlebih dahulu," jelas mami semakin membuat Alex dan Tiara pusing di buatnya.
Sedangkan papi Rendra menepuk keningnya pelan mendengar ucapan dari istrinya itu, bagaimana tidak istrinya itu tanpa ba bi bu langsung meminta putra semata wayangnya untuk menikah.
"Tetapi aku belum siap menikah..." Jawab Tiara dengan ragu.
"Sudah pokok nya mami tidak mau tahu, Lex kamu urus secepatnya nama kasih waktu satu bulan," jelas mami membuat Tiara ingin rasanya menangis.
'Ck mami menang the best, tahu saja pikiran anaknya,' batin Alex bersorak gembira di dalam hati nya saat ini.
Alex pun tersenyum tipis, begitu tipis sampai Tiara tak bisa melihatnya. Alex jujur begitu senang karena ucapan mami nya saat ini, entahlah kapan rasa suka ini muncul tetapi Alex begitu ingin menjadikan Tiara miliknya.
Bagi Alex Tiara berbeda dengan perempuan yang biasanya suka cari perhatian nya. Perempuan sering kali agresif hanya untuk mencari perhatian Alex sehingga membuat Alex begitu muak namun Tiara..... Ah memikirkan nya saja bisa membuat Alex tersenyum, meskipun pertemuan mereka tanpa sengaja atau mungkin inilah takdir.
"Ah mami lelah, ayo pi kita istirahat," ajak mami mengerling nakal ke arah sang suami.
Papi Rendra dengan senang hati, dia pun segera berdiri dan mengandeng tangan sang istri dengan senyum lebar.
Papi Rendra tak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk bermanja-manja dengan istrinya terlebih lagi ini yang berinisiatif duluan adalah istrinya.
'Mami sama papi kebiasaan suka tebar kemesraan di mana-mana, gak sadar umur,' batin Alex menggerutu kesal.
Sedangkan mami dan papi Rendra pun berjalan bergandengan tangan menuju ke atas.
Berbeda dengan Alex justru Tiara tertunduk lesu.
__ADS_1
"Bos bagaimana ini?" Tanya Tiara dengan perasaan binggung.
"Ya bagaimana lagi, mami tidak mau mendengarkan penjelasan kita," jelas Alex berpura-pura putus asa.
"Eh kamu panggil aku bos lagi hah..." Kata Alex dengan kesal karena Tiara selalu saja memanggilnya dengan sebutan bos di manapun berada padahal Alex sudah memperingatkan dia berkali-kali.
"Ish bos jangan bahas itu dulu, bagaimana nasib kita sekarang?" Tiara bersungut-sungut kesal.
"Ya bagaimana lagi, mami kalau sudah bilang A ya harus ikut A," jawab Alex dengan begitu santai.
"Terus bos menerima gitu, ya kita kan baru kenal belum ada satu bulan masa sudah di suruh cepat menikah," kata Tiara berapi-api.
"Stttt.... Pelan kan suara mu itu, kalau tidak bisa-bisa mami balik lagi ke sini dan nyuruh kita menikah besok," Alex berpura-pura menakut-nakuti Tiara agar Tiara tidak protes menolak rencana ini.
"Ayo kita istirahat juga, tar siang kita cari solusi lagi," ajak Alex menarik tangan Tiara menuju ke kamar tamu.
"Lho bos gak kerja? Harusnya kita ke kantor kan hari ini hari pertama saya jadi sekertaris bos," tanya Tiara karena binggung bos nya malah menyuruh dia istirahat di kamar.
"Ck jangan bawel, bos nya siapa?" Kata Alex kesal.
"Ya bos lah," jawab Tiara dengan cepat.
Tiara menganggukkan kepalanya, dia dengan cepat menutup mulutnya agar tak keceplosan berbicara macam-macam.
Dengan wajah cemberut Tiara mengikuti Alex menuju kamar tamu.
"Sudah jangan cemberut, atau kamu mau ku kasih hukuman karena sedari tadi kamu memanggilku bos terus," ancam Alex untuk kesekian kalinya.
Ceklek.....
"Cepat masuk, istirahat dan satu jam lagi kamu temani saya untuk meninjau lokasi proyek di sekitar sini," jelas Alex.
"Baik bos," jawab Tiara membuat Alex mendelik menatap tajam ke arah Tiara.
G L E E K.....
'Tuh muka serem amat ya, apa aku buat salah lagi,' batin Tiara takut melihat reaksi pria tampan di depannya saat ini.
Tiara pun teringat sesuatu, dia langsung menepuk keningnya dengan pelan.
__ADS_1
"He he he he he he he, maaf aku lupa," kata Tiara dengan pelan.
'Hadehhhh kenapa bisa melupakan sesuatu yang penting sih, untung sedari tadi dia tak menghukum ku,' guman Tiara di dalam hati nya saat ini merutuki kecerobohannya.
"Ya sudah selamat istirahat ya S A Y A N G," kata Tiara tersenyum manis.
"Nah begini kan manis," kata Alex mengusap lembut rambut Tiara.
DEG
DEG
'Duh baru di usap begini aja rasanya deg degan, mana muka nya tampan banget lagi kalau di lihat dari dekat begini. Apalagi senyum nya manis banget buat hatiku langsung lumer,' batin Tiara sesaat terpesona melihat wajah Alex dari jarak begitu dekat.
Sedangkan Alex.
'Gemesin banget sih, pengen gigit rasanya,' batin Alex melihat wajah Tiara.
"Ehemmm.....! Saya ke kamar dulu kalau ada apa-apa minta saja sama pelayan atau hubungi nomor ku saja," kata Alex sesaat tersadar dari lamunannya.
Wajahnya berubah jadi cool.
Alex pun bergegas pergi meninggalkan Tiara, dia tak ingin kelepasan bicara atau lainnya.
"Kenapa aku bisa lupa, kan aku belum punya nomor nya, ck dasar Tiara ceroboh," grutu Tiara berlalu masuk ke dalam kamar.
Tiara merebahkan tubuhnya di atas kasur.
"Empuk..."
"Oh ya bagaimana caranya aku bilang ibu sama bapak kalau bos aku ngajak nikah, masa aku bilang setelah putus dari Reno aku di paksa jadi kekasih bos terus kepergok diatas kasur dengan bos sama mami nya. Duh bisa-bisa di amuk bapak secara bapak kan wataknya keras, bisa-bisa bapak langsung datang ke sini kawinin aku hari ini juga,"
"Aku harus bicara dulu sama bos Alex dulu bagaimana semua ini,"
"Aaaahhh binggung jadinya mending tidur bentar lumayan buat istirahat kan otak buat gak pusing," grutu Tiara mengacak rambutnya frustasi.
Sedari tadi Tiara berbicara sendiri, tentang apa yang harus dia lakukan.
Bersambung.....
__ADS_1