Istri Manja Kesayangan CEO

Istri Manja Kesayangan CEO
Tidak bisa menolak


__ADS_3

Setelah kepergian Reno.


Beni masih setia menunggu di dalam mobil, Beni tak mau ikut campur takutnya malah dia yang akan ikut mendapatkan amukan dari sang bos.


"Sebaiknya aku kerjakan pekerjaan ku tadi yang belum selesai, mungkin si bos masih lama," kata Beni mulai membuka tas dan mengambil laptopnya tak ingin terlibat jauh dalam urusan roman picisan di depan nya itu.


"Huuuu memang menyeramkan kalau bos kulkas ku jatuh cinta," kata Beni mengelengkan kepalanya.


Sedangkan Beni memilih sibuk dengan berkas miliknya.


Bos Alex masih menatap kepergian Reno dengan tetapan yang sulit di artikan.


"Bos maksudnya apa?? Mengatakan kalau aku ini kekasih bos," protes Tiara kepada atasannya itu.


"Memang kamu tidak suka menjadi kekasih saya?" Jawab Alex bukannya yang di harapkan oleh Tiara saat ini, justru Alex seperti mengajukan pertanyaan untuk dirinya.


"Ha.... Bos Alex pasti sedang bercanda," Tiara mengelengkan kepalanya merasa kaget namun setelah itu dia sadar, pasti orang di depannya itu sedang itu sedang mempermainkan nya.


" Ha ha ha ha ha ha ha, bos bisa saja bercanda nya, hadeeeh sampai saya tadi kaget," kata Tiara lagi tertawa canggung di depan bos nya saat ini.


Berbeda dengan wajah Alex yang langsung nampak datar sedatar jalan tol.


Alex mendesah kasar menatap ke arah Tiara dengan tatapan begitu tajam.


"Apa saya bercanda? Pokoknya mulai besok kamu akan menjadi kekasih saya sekaligus sekertaris saya," kata Alex begitu tegas membuat Tiara menganga lebar di buatnya.


"Tutup tuh mulut nanti kemasukan nyamuk," perintah Alex.


"Wait... Wait... Bos jangan bercanda lagi, gak lucu bos," Tiara mencoba mengelak saat mendengar ucapan dari bos nya saat ini.


"Siapa yang bercanda," jawab Alex masih dengan wajah datarnya.


'Ha jadi beneran yang ku dengar tadi, apa dia menembak saya jadi kekasihnya?? Gila gila gila.... Ini benar apa bohong sih apalagi tuh wajahnya datar banget tadi jadi siapapun yang dengar pasti tidak percaya,' batin Tiara masih belum percaya dengan apa yang di dengarnya tadi terlebih lagi melihat wajah atasannya yang begitu menyebalkan.


"Dilarang protes, ingat perjanjian yang kamu tanda tangani. Di situ ada poin yang menjelaskan kalau keputusan bos tidak bisa di ganggu gugat, jadi ingat mulai jam ini, detik ini juga kamu adalah kekasih saya," jelas Alex menyeringai lebar.


Tiara menutup mulutnya tak percaya, dia baru ingat isi perjanjian itu, Tiara mendongak menatap ke arah bos Alex dengan bergidik ngeri apalagi melihat senyum bos nya itu lebih menyeramkan daripada emak kalau dia ketahuan main di sungai dulu.


Tiara sungguh tak bisa membayangkan lagi nanti kelanjutan hari-hari nya saat bersama dengan bos kulkasnya itu.


"Jangan melamun, ayo masuk dan cepat bereskan semua barang kamu," kata Alex menyandarkan Tiara yang sedang melamun, tak lupa Alex juga memerintahkan Tiara segera berkemas.

__ADS_1


"Buat apa bos?" Tanya Tiara dengan polosnya.


Tuk....


Alex kesal segera mengetuk kening Tiara meskipun pelan.


"Apa kamu lupa? Besok kita harus sampai di kantor pusat," jelas Alex.


Tiara masih di buat binggung. " Terus urusannya apa dengan bos Alex? Saya kan di antar supir kantor nanti," Tiara masih saja bertanya.


'Ck kenapa aku kemarin bilang begitu, menyusahkan saja,' batin Alex mengumpat kesal.


"Sekarang kamu kan pacar saya jadi yang berhak mengantar kamu adalah saya," kata Alex menatap Tiara dengan garang.


Glekkk ...


Melihat tatapan bos nya itu membuat Tiara yang ingin protes pun di buat ciut nyalinya.


"Bos..."


"Hmmm..."


"Emmm.... Boleh tidak .... Emm .... Kalau," Tiara gugup untuk melanjutkan ucapannya.


Tiara mendelik karena di kira ingin buang air kecil, setelah itu dia mengelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Bos apa bisa ya?? Saya menolak ajakan bos untuk menjadi...... Kekasih," kata Tiara dengan begitu hati-hati.


Alex bukannya menjawab pertanyaan dari Tiara melainkan dia justru menatapnya dengan tajam.


"Bisa kalau kamu mau saya pecat dan ganti rugi 2 milyar sesuai perjanjian kontrak kerja kemarin yang kamu tanda tangani," jelas Alex menyeringai lebar.


"Ha.... Du-a mil-yar bos, itu uang atau daun bos," ceplos Tiara begitu kaget mendengar nominal angka yang katakan oleh bos Alex tadi.


"Iya memang kamu mau ku gaji pakai daun," Alex mendelik sebal di buatnya.


"He he he he he he he he, ya tidak dong bos," jawab Tiara cengengesan.


"Ayo cepat putuskan, kamu mau jadi sekertaris plus kekasih atau kamu ganti rugi," Alex mencoba memprovokasi Tiara mengingat Tiara tak akan punya pilihan lain lagi.


"Iya saya pilih jadi sekertaris merangkap jadi kekasih bos," jawab Tiara dengan lesu.

__ADS_1


"Bagus.... Pilihan pintar! Jadi mulai hari ini panggil saya dengan sebutan sayang," kata Alex memerintah.


"Ha .... Yang benar saja bos masa nanti saat berada di kantor saya harus memanggil bos dengan sebutan sayang," tolak tiara karena dia ngeri membayangkan dirinya memanggil atasannya yang kaku itu dengan sebutan sayang.


"Tutup mulut kamu jangan banyak protes atau saya cium kamu," ancam Alex.


Dengan cepat Tiara menutup mulutnya ketakutan.


'Haiissss jangan sampai tuh bos cium aku beneran,' batin Tiara bergidik ngeri membayangkan.


"Cepat kemas baju kamu dan kamu harus ikut aku menginap di hotel," kata Alex dengan tegas.


"Bos kita kan belum menikah masa mau tinggal bareng," protes Tiara.


Tuk....


Sekali lagi Alex mengetuk kening Tiara.


"Ck jangan mesum, nanti saya tidur di kamar lain bersama dengan Beni sedangkan kamu bisa menempati kamar milik saya," jelas Alex membuat Tiara lega.


Tiara pun memasuki kamar kosnya dan mengemas beberapa barang yang masih tertinggal sedangkan Alex mengamati tempat kost yang menjadi tempat tinggal Tiara selama ini.


Sreeeet....


Tiara pun telah selesai mengemas barang miliknya. Alex pun ikut membawakan satu tas yang cukup besar.


"Jangan pak? Biar saya saja yang bawa," tolak Tiara hendak merebut tas miliknya itu namun Alex memegang tangan Tiara pertanda tak membiarkan Tiara menolak perhatiannya.


"Kamu lupa tadi kata ku, panggil aku sayang," kata Alex membuat Tiara tertegun sejenak lalu Tiara menganggukkan kepalanya karena tak punya pilihan lain.


" Berhubung kita adalah kekasih mulai hari ini jadi saya juga berhak untuk membantu kamu," kata Alex dengan begitu jelas dan untuk ke sekian kalinya Tiara hanya bisa mengangguk setuju.


"Iya pak," jawaban Tiara namun justru membuat Alex kesal dan mendelik ke arah Tiara disertai dengan tatapan tajam.


"Kalau sampai sekali lagi kamu manggil saya dengan sebutan bapak, saya tidak akan ragu untuk menghukum kamu," kata kata Alif dengan tegas.


"Iya Sa-yang," jawab Tiara terbata.


"Hmmm.... Bagus," jawab Alex dengan senang, tangannya pun terulur mengelus rambut Tiara.


Untuk kesekian kalinya Tiara tertegun karena perilaku Alex yang berbeda.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2