
"Wah enak ya, he he he he he baru tahu rasanya masuk hotel, maklum daripada buat menginap di hotel mending buat bayar kos waktu itu," kata Tiara terkekeh lucu.
Kehidupan Tiara yang tidak mudah membuatnya harus berhemat, untuk membeli apapun harus memikirkan nya dengan penuh pertimbangan.
"Seandainya bapak sama ibu ada di sini, pasti mereka juga senang tidur di sini,"
Tiba-tiba Tiara pun teringat dengan kedua orang tuanya yang ada di kampung.
Tok tok tok tok tok...
Tiara yang sedang asyik membayangkan kedua orang tua nya di buat kaget saat mendengar ketukan pintu. Dengan langkah kaki cepat, Tiara menuju ke arah pintu.
Ceklek....
"Eh pak Beni," kata Tiara dengan kikuk saat membuka pintu karena mendapati beni membawakan tas besar miliknya.
"Ini di taruh di mana?" Tanya Beni menunjukkan ke arah tas Tiara.
"Maaf pak, taruh di sini saja biar saya nanti yang taruh di dalam," jawab Tiara merasa tak enak hati.
"Ehemmm..." Beni berdehem, dia melirik ke dalam kamar namun tak menemukan yang di cari.
Tiara mendongak menatap Beni dengan binggung.
"Nona Tiara di mana bos Alex? Sepertinya saya tak melihatnya di dalam," kata-kata Beni setelah clingak-clinguk melirik ke dalam kamar mencari keberadaan bos nya itu namun tak menemukan keberadaan bosnya.
"Oh pak Alex, dia sedang berada di kamar mandi," jawab Tiara sambil menarik tas dan mengangkatnya menaruh di dalam.
Beni mengangguk mengerti.
"Pak Beni bisa menunggu di dalam," tawar Tiara namun dengan cepat Beni teringat akan wajah Alex pada saat berada di dalam mobil tiba-tiba tubuhnya merinding di buatnya.
Beni pun mengelengkan kepalanya dengan cepat sebagai tanda menolak, dia takut kena semprot bos galak nya itu.
"Tidak perlu saya bisa menyampaikannya besok saja, kalau begitu saya pamit undur diri," kata Beni menolak dengan sopan.
Beni menunduk dengan sopan di depan Tiara.
Beni pun melangkah pergi menuju kamarnya dan Tiara dengan cepat menutup pintu. Tiara bergegas menaruh tasnya di samping lemari yang di tunjukkan Alex tadi, namun Tiara tidak membuka tas nya atau merapikan baju nya ke dalam lemari karena Tiara tidak ingin melakukan pekerjaan yang sia-sia. Karena Tiara berfikir dia besok akan segera pergi menuju ke kantor pusat jadi dia tidak perlu repot-repot untuk membongkar lagi tasnya.
Tiara memilih merebahkan tubuhnya di sofa, berbeda dengan Beni yang baru saja masuk ke dalam kamarnya dikejutkan, kala terdengar suara seperti panggilan dari ponselnya dengan cepat Beni mengambil ponsel itu. Tiba-tiba matanya dibuat kagak saat melihat nama memanggil yang tertera di layar itu.
Keringat dingin tiba-tiba membanjiri keningnya.
"Hah.... Nomor nyonya? Gawat kenapa telepon malam-malam begini?" Guman Beni melotot menatap horor ponselnya.
__ADS_1
Sungguh Beni di buat kaget, namun dengan cepat Beni mengangkat panggilan tersebut.
"Halo," sapa Beni dengan nada yang sedikit gugup.
"Lama amat sih mengangkat teleponnya, mana Alex?" jawab perempuan di sebelah sana dengan ada ketus, marah-marah.
G g l e e k....
Rasanya tenggorokan Beni kering seketika untuk menjawab pertanyaan dari orang tua Alex begitu berat rasanya.
"CK cepat katakan jangan diam saja," bentak sang nyonya besar yang tak lain adalah mami alex.
"Oh ya aku mau kamu ubah panggilan ini ke mode video. Aku ingin melihat keberadaan anak itu, bisa-bisanya sampai hari ini dia belum menghubungiku sama sekali," grutu sang mami yang begitu mengkhawatirkan anaknya yang dari kemarin belum memberikan kabar sama sekali.
"Se-sebentar nyonya, saya akan menemui bos alex," jawaban Beni dengan patuh, dengan cepat tangannya bergerak lincah mengotak-atik ponsel miliknya, dan mengubah menjadi panggilan itu ke video.
......................
Berbeda dengan Beni yang begitu ketakutan mendengar suara darinya nyonya besarnya itu, sedangkan Alex di dalam kamar mandi merutuki kebodohannya karena dia lupa membawa jubah mandinya atau baju ganti untuk dirinya.
"Aduh Kenapa gue bisa lupa sih membawa baju ganti," grutu Alex seraya mondar-mandir dalam kamar mandi.
Alex takut Tiara akan berpikir macam-macam. Atau berfikir dia bos mesum dan lainnya.
Alex mengacak rambutnya frustasi.
Ceklek...
Mata Tiara melotot sempurna melihat pemandangan yang di sunggukan tanpa sengaja.
"Ha bos Alex, ke-napa keluar dengan handuk saja," kata Tiara dengan cepat menutup matanya dengan kedua tangan nya.
Alex terkekeh melihat wajah Tiara yang bengong sekaligus kaget tadi.
'Wah pemandangan indah jangan di sia-siakan, apalagi tuh perut kayak cetakan roti kotak-kotak, hi hi hi hi hi hi hi,' batin Tiara cekikikan.
Tap tap tap tap tap tap tap....
Alex berjalan mendekat...
Mata itu masih setia mengintip di celah-celah jarinya.
Tiara semakin gugup kala melihat bos itu berjalan mendekat ke arahnya.
"Bos Alex jangan mendekat," teriak Tiara dengan panik.
__ADS_1
Di sinilah Beni sekarang di depan pintu kamar Tiara dan bos nya itu, dia melotot saatendengar suara-suara dari dalam.
G l e e k..... g l e e k....
'Mereka sedang apa,' batin Beni.
Otaknya langsung traveling.
Sedangkan di dalam kamar....
Tuk....
Alex manga tukening Tiara karena gemes malaikat tingkah Tiara yang lucu.
"Auuh sakit..." Teriak Tiara.
Alex mencondongkan tubuhnya ke samping Tiara.
"Tuh kepala isinya jangan mesum semua, saya masih waras dan saya bukan mendekati kamu. Saya berjalan ke sini itu mau ke lemari untuk mengambil ganti baju saya," kata Alex berbisik di telinga Tiara.
Alex pun melangkah lagi, tujuan utamanya untuk mengambil baju yang ada di lemari namun sungguh sial kaki Alex harus tersandung karpet dan karena kurang keseimbangan, tubuhnya ambruk menindih tubuh Tiara. Keduanya terbanting ke tempat tidur mata keduanya saling bertatapan.
......................
Sedangkan di luar pintu.
Beni masih tertegun saat membayangkan bos nya dan Tiara di dalam.
"Beni... Beni itu suara teriakan siapa? Cepat kamu masuk, kalau perlu dobrak pintu nya," kata nyonya besar penuh emosi karena pikirannya juga sama seperti Beni. (Otak keduanya traveling 🤭)
Beni pun tersadar dari lamunannya. Beni pun memberanikan diri membuka pintu dengan sedikit gugup dan rasa penasaran.
Ceklek....
Mendengar suara pintu terbuka, kedua manusia yang ada di atas tempat tidur pun menoleh, dan betapa kagetnya saat melihat Beni yang sudah masuk berdiri di sana dengan tatapan linglung sedang membawa ponsel dan terdengar suara teriakan dari arah ponsel tersebut.
"Dasar anak nakal, kamu ngapain tuh anak orang," murka mami Alex saat melihat adegan sepotong yang menampilkan anaknya sedang menindih perempuan cantik dengan handuk di pinggang nya.
"Beni..."
"Pak Beni,"
Keduanya saling menatap, Alex dan Tiara saling menatap seolah binggung namun kemudian keduanya tersadar kalau posisi mereka di atas kasur.
Alex dengan cepat berdiri membenarkan handuknya sedangkan Tiara merapikan penampilan nya keduanya seperti tertangkap basah berbuat mesum oleh mami Alex.
__ADS_1
Bersambung....