Istri Manja Kesayangan CEO

Istri Manja Kesayangan CEO
Pamit pulang


__ADS_3

Bapak dan Ibu Tiara nampak begitu lega mendengar penjelasan Alex saat ini.


"Kedua orang tua saya juga menerima Tiara dengan tangan terbuka, kami tidak membedakan kaya atau miskin karena semua orang itu sama. Cinta tak memandang status sosial," sambung Alex seakan mengerti isi hati kedua orang tua Tiara saat ini.


"Alhamdulillah, bapak berterima kasih karena nak Alex dan keluarga mau menerima Tiara, jujur kami sebagai orang tua takut kalau kedua orang tua nak Alex tak merestui Tiara namun setelah mendengar ucapan dari nak Alex kami bahagia ternyata Tiara di terima baik di keluarga nak alex. Apalagi dengan pemikiran keluarga nak Alex yang tak memandang kaya atau miskin. Tiara adalah anak perempuan kita satu-satunya jadi kami selaku kedua orang tua nya memohon kepada nak Alex agar tidak menyakiti hati anak kami nantinya," kata pak Rahmat panjang lebar mengutarakan isi hatinya mengingat sang anak saat ini tengah menuju hubungan serius dengan lawan jenis nya.


"Ijinkan saya untuk bersama dengan putri bapak," kata Alex dengan penuh wibawa.


"Kalau itu semua terserah sama putri saya," kata pak Rahmat menatap ke arah Tiara.


Mereka bertiga menoleh ke arah Tiara.


"Oh ya bagaimana lamaran nak Alex ndok, kamu terima ndak," tanya ibu sambil menggoda sang putri yang wajahnya sudah bersemu merah mendengar dan melihat bagaimana Alex meyakinkan keluarga nya.


Ketiganya memandang ke arah Tiara yang tak kunjung bicara, namun saat melihat anggukan dari Tiara membuat semuanya bernafas lega termasuk Alex.

__ADS_1


Ya Tiara hanya bisa mengangguk setuju, dia terlalu binggung haruse menjawab apa.


Alex mengangguk dan tersenyum dengan puas.


"Oh ya nak Alex biar istirahat di kamar depan saja, tadi sudah ibu bersihkan," kata Ibu Tiara saat melihat wajah lelah Alex.


Alex pun melihat jam yang ada di pergelangan tangan nya saat ini.


"Ayo aku antar," tawar Tiara.


Alex mengelengkan kepalanya, menolak.


"Tetapi kamu baru saja tiba di sini belum ada satu jam," protes Tiara.


Entah kenapa Tiara tak rela Alex pergi dengan cepat dari rumahnya saat ini.

__ADS_1


"Sayang kasihan Beni kalau dia harus mengurus semuanya sendirian," bujuk Alex.


Bapak dan ibu sudah pamit ke dalam, membiarkan 2 orang itu leluasa berbicara.


Wajah Tiara cemberut, padahal tadi pagi dia kesal saat melihat wajah Alex sudah berada di samping nya namun saat ini justru dirinya tak rela di tinggalkan oleh Alex.


Merasa tak berhasil membujuk Tiara, Alex pun mendekat dan memegang tangan Tiara dengan erat. Alex pun membujuk Tiara agar dia tak cemberut lagi.


"Sayang tadi pagi aku sudah meninggalkan rapat hanya untuk menemani mu ke sini, aku tak tega membiarkan mu pulang sendirian mengingat kamu baru pertama kali naik pesawat, tetapi sekarang aku benar-benar harus pergi karena Beni tidak mungkin bisa datang karena tadi siang dia harus ke perusahaan yang ada di kota sebelah untuk mengurus masalah yang tiba-tiba muncul di sana," jelas Alex kepada Tiara dengan panjang lebar.


"Ya sudah tetapi kamu hati-hati di jalan," pinta Tiara.


"Iya, sebentar aku akan mengunjungi seseorang untuk mengemudikan mobil nanti karena supir tadi telah pergi," kata Alex merogoh saku nya mencari ponsel.


"Pulang??" Tiara menyergit heran.

__ADS_1


"Hmm aku lupa kalau ada pertemuan penting hari ini, jadi tadi aku menyuruh nya pulang karena aku berfikir untuk menginap di sini beberapa hari," kata Alex.


Bersambung.....


__ADS_2