
Alex dan Tiara saat ini sedang berada di dalam mobil mewah, sedangkan Beni memilih kabur secepatnya meskipun harus dengan alasan mengurus pekerjaan di perusahaan, Beni beralasan dia harus mengurus semuanya karena sebentar lagi Tiara akan resmi menjadi sekertaris Alex jadi dia harus mengatur semuanya agar nanti Tiara langsung bisa masuk dengan nyaman.
Alex pun setuju karena alasan yang Beni sampaikan begitu masuk akal. Mobil yang di kemudikan supir keluarga pun memasuki pelataran yang begitu luar, di sana terlihat mobil mewah berjejer.
'Ha itu showrum apa garasi mobil,' batin Tiara mengelengkan kepalanya.
' Seberapa kaya keluarga bis alex,' lanjut Tiara di dalam hati.
Tiara berdecak kagum sambil menggelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini, namun semua itu memang kenyataan yang harus dia ketahui.
Tuk....
"Auhhh sakit," Tiara mengaduh kesakitan akibat ulah dari pria di samping nya itu.
"Hmmm apa yang kamu pikirkan?" Tanya Alex mengetuk kening Tiara pelan.
"Tidak ada," elak Tiara cepat, mana mungkin dia jujur berbicara kalau dia begitu kaget melihat deretan mobil mewah yang berjajar rapi itu.
"Ck jangan bohong, semua itu sudah terbaca di wajahmu," jelas Alex menyentil kening Tiara sekaki lagi.
Pletak...
"Ishhh sakit tahu," kata Tiara mengerucutkan bibirnya kesal, tangan nya tak berhenti mengusap-usap kening nya saat ini.
"Itu semua mobil koleksi ku, kalau garasi sebelah sana itu milik papa dan mama," jelas Alex menunjuk ke arah garasi yang berbeda namun tak jauh dari sana.
"Ha bisa beli satu kampung tuh mobil semuanya," lirih Tiara dengan suara kecil.
Tiba-tiba Tiara melamun, dia teringat kampung halaman nya.
Kampung tempat tinggal Tiara cuma ada 40 kk dengan pekerjaan petani semuanya. Untuk itulah dia mengadu nasib ke kota pahlawan namun sekarang dia harus berpindah tempat ke ibu kota untuk menjadi sekertaris bos nya itu, entah musibah atau berkah terlebih lagi bisa-bisanya bos nya itu memaksa dirinya untuk menjadi kekasih. Sungguh Tiara sampai saat ini saja belum percaya dengan apa yang terjadi dengan nya. Tiara masih belum bisa percaya, dulu dia sudah memberitahu kepada kedua orang tua nya kalau dia berpacaran dengan Reno dan ingin segera menikah dengan nya, namun saat ini dia dan Reno sudah putus dan Tiara saat ini malah menjadi kekasih bos nya, bagaimana nanti reaksi kedua orang tua nya.
"Ha apa yang kamu bilang," tanya Alex ingin memastikan yang di dengarnya.
Tiara pun tersadar dari lamunannya.
"Eh tidak tidak, jangan pedulikan ucapan ku tadi," Tiara mengelengkan kepalanya dengan cepat.
Dia tak mungkin jujur dengan pria di sampingnya itu.
Mobil pun berhenti, sang supir sudah membuka pintu mobil untuk majikannya itu.
__ADS_1
"Ayo turun," ajak Alex.
"Ha?? Kenapa aku harus turun?" Tiara kaget karena ajakan Alex.
"Ya kita harus bertemu dengan mami aku," jelas Alex.
"Lho bukannya aku harusnya berada di kantor bekerja sebagai sekertaris dan kita ke sini cuma mau antar bos Alex saja kan," kata Tiara dengan lancar membuat Alex menyergit heran.
"Kata siapa?" Tanya Alex mengenai pemikiran aneh kekasih nya saat ini.
"Kata aku l..." belum sempat menyelesaikan ucapannya.
Cup...
Tiara mematung di buatnya, berkali-kali Tiara di buat kaget dengan aksi spontan pria tampan ini. Ya apalagi saat bibir tipis itu mendarat di pipi milik nya.
"Ish suka sekali sih buat kaget, aku kan malu di lihat orang," grutu Tiara kesal melihat ke arah Alex dan setelah itu melirik ke pak supir yang berpura-pura tak melihat apapun saat ini.
Pak supir memilih memalingkan wajahnya, pura-pura tak melihat apapun daripada kena hukuman dari tuan muda nya itu.
Tiara pun segera memegang tangan Alex dan segera turun dari mobil karena tak ingin malu untuk kedua kalinya.
"Oh ya pak, taruh koper milik kekasih saya di kamar tamu ya," pintanya membuat Tiara mendelik kaget.
"Ssstttt.... Tidak ada penolakan, besok baru saya antar kamu ke tempat yang di sediakan oleh perusahaan. Sekarang kamu istirahat di rumah ku dulu," kata Alex dengan tegas tanpa ada bantahan.
Sang supir pun mengangguk dengan cepat. Supir itu dengan cepat memacu kendaraannya menuju garasi mobil. Dia tak ingin melihat apa yang dilakukan tuan mudanya itu.
"Ehemmmmm.... Bagus ya pagi-pagi sudah nyosor,"
Tiara dan Alex menoleh saat mendapati seorang wanita paruh baya yang sedang marah sambil berkacak pinggang.
"He he he he he he mami," Alex cengengesan saat ketahuan oleh wanita yang melahirkannya itu.
"Ya sudah cepat kamu ajak dia masuk," titah sang nyonya besar setelah itu dia pergi berjalan masuk ke dalam rumah meninggalkan Tiara dan Alex yang masih kaget.
Lutut Tiara serasa lemas seakan mau ambruk kalau saja dia tak ingat sedang berada di mana.
"Ayo masuk," ajak Alex dengan lembut.
Tiara mengelengkan kepalanya, dia menolak untuk masuk. Tiara begitu takut kalau orang tua Alex marah kepada nya.
__ADS_1
"Aku takut..." Cicit Tiara dengan suara pelan bercampur dengan rasa gugup.
"Tenang mami tidak gigit kok," jelas Alex dengan sedikit bercanda.
Dengan paksaan dari Alex, Tiara pun mengekori langkah Alex menuju ke dalam rumah mewah itu.
Tiara menundukkan kepalanya saat melihat seorang wanita cantik dan lelaki tampan duduk di sofa yang ada di ruang tamu, meskipun umur kedua sudah tua tetapi mereka terlihat seperti kakak Alex saja.
"Mami, papi," sapa Alex saat sudah berada di dalam ruang tamu.
Alex melepaskan genggamannya untuk mencium kedua tangan orang tuanya.
"Hay boy, bagaimana kabar mu? Oh ya urusan di sana lancar kan?" Tanya Papi Rendra tak lupa melirik ke arah Tiara.
"Kamu siapa?" Tanya mami menunjuk ke arah Tiara dengan nada jutek membuat Alex melotot ke arah papi nya.
Papi Rendra hanya mendelikkan bahu nya tak tahu, dia tak ingin ikut campur urusan istrinya takut dia akan di hukum lagi oleh sang istri.
"Mi...." Ucapan Alex terhenti kala tangan mami nya mengangkat satu tangan pertanda Alex agar diam.
"Mami hanya ingin bertanya dengan dia saja jadi kamu diam dulu," kata mami dengan tegas.
"Tetapi mi..." Alex ingin membantah namun papi Rendra mengelengkan kepalanya pertanda meminta sang anak untuk tak membantah.
Tiara juga memegang tangan Alex meminta dia untuk menuruti perintah orang tuanya.
Alex pun duduk sambil menghela nafas panjang, dia hanya bisa pasrah dan berharap Tiara bisa menjawab pertanyaan mami nya dengan tepat.
"Duduk lah, siapa nama mu?" Tanya mami dengan tegas.
G L E E K....
'Ha nih mami bos Alex nyeremin banget, hiks hiks hiks hiks kalau ada kantong ajaib ingin aku bersembunyi di sana,' batin Tiara.
Alex dengan segera menarik Tiara duduk di sampingnya, dia menatap sang mami dengan intens membuat mami memutar bola matanya malas melihat kelakuan anaknya itu.
"Sa-ya Tiara Tante," jawab Tiara terbata.
"Panggil saja mami seperti Alex," jelas mami membuat Tiara ragu dan meminta bantuan Alex.
'Ha.... Mami?' batin Tiara tak percaya.
__ADS_1
Bersambung....✍️