
"Jangan banyak bertanya, kamu baca baik-baik dan cepat tanda tangani saja,"
"Apa? Kenapa isinya banyak yang tidak masuk akal begini," kata Tiara mencebikkan bibirnya protes dengan isi yang ada di lembar demi lembar yang dia baca.
"Terus di sini juga saya harus datang sebelum anda datang, kalau anda datang jam 6 masa aku datang jam 5," sungut Tiara mengelengkan kepalanya.
"Ya sebagai sekertaris kamu harus datang pagi sebelum saya, dan ingat juga harus ada kopi panas di atas meja saya setiap pagi karena setelah saya tiba saya harus minum kopi," kata pak Alex dengan tegas tanpa bantahan.
Tiara langsung lemas di buatnya. Bagaimana tidak karena poin pertama menjelaskan kalau dia harus patuh dengan semua perintah dari pak Alex. Poin berikut nya lebih tak masuk akal lagi.
"Baru kali ini lihat kontrak isinya aneh banget," grutu Tiara namun masih di dengar oleh pak Alex.
"Kenapa tidak minta ob saja buat kopi," protes Tiara.
"Siapa bos nya di sini?" Tanya Alex dengan penuh percaya diri.
"Ya bapak lah," jawab Tiara dengan cepat.
"Jadi suka-suka saya, kan saya pemilik perusahaan," kata Alex dengan senyum mengejek.
"Nasib punya bos begini," grutu Tiara dengan suara kecil namun tak begitu jelas di dengar oleh Alex.
"Apa kamu bilang?" Tanya Alex menyipitkan matanya.
"Tidak pak," kata Tiara memutar bola matanya malas.
"Saya lanjutkan baca kontrak kerja ini pak," kata Tiara meminta ijin.
"Hmmm.... Silahkan! Anda jangan lupa lihat juga jumlah nominal gaji yang tertera di sana," kata Alex mencoba membujuk Tiara secara halus dengan memperlihatkan besarnya gaji yang akan dia dapatkan nantinya.
'Wah benar nih gajinya, atau dia salah tulis angka ya,' guman Tiara dengan mata berbinar di dalam hati nya, dia merasa tak percaya dengan apa yang di lihat oleh mata nya saat ini.
Seakan mengerti yang ada di pikiran Tiara saat ini, Alex pun membuka mulutnya lagi.
"Saya tidak salah tulis, itu benar gaji kamu tiap bulan belum lagi bonus kalau kerja kamu bagus,"
'Ha apa dia bisa baca pikiran ku?' batin Tiara menebak.
Tiara mengangguk saja, namun Tiara masih belum sreg dengan isi perjanjian kerja itu apalagi di nomor terakhir tertulis kalau bos selalu benar. Tiara menghela nafas berat, sungguh isi kontrak ini begitu tak wajar bagi Tiara.
__ADS_1
Melihat wanita di depan nya seolah menyerah, Alex pun melancarkan aksinya agar wanita itu dengan suka rela menandatangani kontrak perjanjian itu.
"Dengan gaji seperti itu, 5 bulan saja kamu bisa membangun rumah yang bagus untuk orang tua kamu di kampung. Aku hanya memberi saran karena tidak semua gaji sekertaris di perusahaan lain itu lebih besar dari yang ku tawarkan, ingat kamu harus buktikan dengan mantan kamu kalau kamu bisa bahagia dan lebih dari dia," kata Alex dengan tenang namun tersirat rasa percaya diri, ya percaya diri kalau Tiara akan menandatangani kontrak perjanjian kerja itu.
'Benar juga kata bos tirani ini, aku harus buktikan kalau aku bisa lebih sukses dari Reno si buaya itu,' batin Tiara.
Melihat wanita di depannya terlihat bersemangat, Alex semakin melebarkan senyumannya.
"Tidak perlu banyak berfikir, tempat tinggal, gaji besar tentu kamu tidak akan mau kan kehilangan kesempatan berharga ini,"
Mulut Alex sedari tadi tak henti-hentinya membujuk Tiara dengan kata yang begitu elegan, orang yang mendengarnya tentu tahu.
"Bismillah, semangat Tiara," kata Tiara.
Dengan penuh semangat Tiara mengambil pulpen yang ada di dekatnya, jarinya dengan lincah menandatangani isi perjanjian kontrak kerja yang diberikan oleh atasannya itu.
Setelah selesai mendatangani surat tadi Tiara pun langsung menyerahkannya kepada pak Alex.
"Sudah Pak," jawabnya dengan penuh keyakinan.
"Oke terima kasih sekarang anda resmi menjadi sekertaris saya dan Selamat bergabung di kantor pusat, mengenai tempat tinggal semuanya akan diurus oleh asisten saya pak Beni," jelas Alex menjabat tangan Tiara.
"Siapa yang menyuruh kamu pergi?" Tanya Alex menata Tiara dengan tajam.
"Bukannya semuanya sudah selesai pak?" Kata Tiara.
"Siapa bilang, tugas pertama kamu adalah menemani saya untuk makan siang," perintah Alex.
"Loh bukannya ini masih pagi Pak?"kata Tiara.
"Mau pagi mau siang terserah saya secara saya kan bosnya," kata Alex tanpa bantahan.
Mendengar ucapan Alex membuat Tiara mendelik ke arah Alex.
'Bos mah bebas,' batin Tiara.
'Ck kenapa tuh wanita begitu mengemaskan, sabar Alex tahan tahan jangan gegabah atau rencana mu akan gagal,' batin Alex menguatkan dirinya sendiri.
Alex dengan cepat berdiri dia bergegas keluar dari ruangan. Sedangkan Tiara masih mematung di tempatnya.
__ADS_1
Alex menoleh saat tak mendapati Tiara di belakangnya.
"Kamu mau di sana seharian atau menemani saya makan siang," ketus Alex.
Tiara gelagapan, dengan cepat dia mengikuti Alex di belakang dan menyeimbangkan langkah kakinya agar tidak tertinggal jauh.
"Ck kalau jalan tuh yang cepat jangan lelet seperti siput," sindir Alex saat Tiara ketinggalan jauh.
"Jangan salahin saya Pak salahin tuh kaki bapak yang terlalu panjang," sungut Tiara dengan wajah kesal.
Tiara sampai masuk ke dalam mobil.
"Hei kamu pikir saya sopir cepat duduk di samping jangan di belakang," kata Alex dengan nada tegas.
Kau tak mau Tiara penduduk di samping Alex.
"He he he he he he he...... " Tawa Alex dalam hati.
Memang sengaja alex keluar tidak memakai sopir pribadi ataupun membawa Beni yang tak lain asistennya sendiri, Alex tak ingin kebersamaan mereka diganggu oleh orang-orang yang tak penting bagi Alex.
Sampai mereka restoran yang tak jauh dari kantor.
"Duduk," perintah Alex saat melihat Tiara yang tak kunjung duduk di kursi di sampingnya.
"Kamu mau makan apa? "Tanya Alex.
"Maaf pak tapi saya tidak lapar, "kata Tiara itu membuat Alex kesal.
"Cepat pilih menu yang ada di sana atau saya akan potong gaji kamu nanti," perintah Alex tanpa ada bantahan satupun.
Glekkk.....
Tak mau Tiara harus menuruti perintah Alex yang hari ini sudah resmi menjadi bos nya.
Tiara memesan spaghetti dan jus jeruk sedangkan alat pesan makanan yang cukup berat. Keduanya pun makan dengan lahap tanpa ada pembicaraan satupun.
Udah selesai makan Tiara pun mengikuti Alex kembali ke kantor. Hari ini tidak di izinkan Alex pergi, ya hari ini Tiara harus menemaninya dan mengatur jadwalnya selama setengah hari dan keesokan harinya Tiara harus sudah ada di kantor pusat karena mulai besok dia akan bekerja untuk Alex sebagai sekertaris nya.
Jam sudah menunjukkan pukul 02.00 siang hari, Alex sudah memerintahkan sang sopir untuk mengantar Tiara pulang menuju tempat kostnya dan membereskan semua barang-barangnya, setelah itu sang supir juga akan mengantarkan Tiara ke tempat tinggalnya yang baru yang berada di luar kota karena kantor pusat Alex berada di luar kota.
__ADS_1
Bersambung.....