Istri Manja Kesayangan CEO

Istri Manja Kesayangan CEO
Bukan prank


__ADS_3

"Tiara anak ku,"


Ibu Tiara langsung memeluk Tiara dengan begitu erat, rasanya dia sudah memupuk rindu yang cukup besar untuk sang anak yang merantau untuk bekerja.


"Bapak..."


Tiara beralih memeluk cinta pertama nya, siapa lagi kalau bukan pak Rahmat karena cinta pertama anak perempuan nya adalah sang ayah.


"Wes ojo nangis, iku sopo ndok? (Sudah jangan menangis, itu siapa nak?)"


Pak Rahmat pun bertanya kepada sang anak dengan jari yang menunjuk ke arah laki-laki tampan yang sedari tadi diam menyaksikan pertemuan anak dan orang tuanya itu.


"Oh itu, pak ngomong basa Indonesia ae soale iku atasan Tiara mrene ape ngelamar Tiara," cicit Tiara dengan pelan membuat bapa dan ibu Tiara terperangah.


Ibu Tiara langsung menarik sang anak menjauh dari mereka.


"Ndok iku sebenere sopo? Seng jujur ojo mbujuki ibu, mosok iku mrene mau ngelamar awakmu ndok? Temenan ta iku, engko ndang prank," Tanya sang ibu penasaran.


(Nak itu sebenarnya siapa? Yang jujur jangan membohongi ibu, masa itu ke sini mau melamar kamu nak? Benar kan itu, nanti cuma prank)


"Ha ha ha ha ha ha ha, ibu ono-ono wae. Mosok Tiara prank ibu adoh-adoh teko kota mrene," kata Tiara tertawa lucu menertawakan pemikiran sang ibu yang ntak masuk akal.


(Ha ha ha ha ha ha ha, ibu ada-ada saja. Masa Tiara prank ibu jauh-jauh dari kota kesini)


"Ha.... Dadi iku temenan ndok, ora ngapusi. I-iku mau bos mu," tanya ibu Tiara masih belum percaya.

__ADS_1


(Ha.... Jadi itu beneran nak, tidak bohongan. I-tu tadi bos mu)


"Engge Bu, ibu lek nang ngarepe pak Alex ojo ngomong jawa mengsakno wonge gak ngerti," pinta Tiara.


( Iya Bu, ibu kalau di depan pak Alex jangan berbicara jawa kasihan orang nya tidak tahu)


"Iya nduk, tetapi ibu jujur sek gak percoyo, lha wingi ngomonge mole kangen ibu tok," kata ibu masih kaget.


(Iya nak, tetapi ibu jujur masih tidak percaya, lha kemarin bilang nya pulang kangen ibu saja)


"Teros piye iki, ibu masak makanan kesukaan mu tok," kata ibu yang binggung nanti atasan anaknya itu di kasih makan apa.


(Terus bagaimana ini, ibu masak makanan kesukaan mu saja)


"Wes gak pa pa buk," kata Tiara meyakinkan wanita yang sudah melahirkan nya itu.


"Ayo mari masuk pak," kata Tiara mempersilahkan atasannya itu masuk.


Alex melotot ke arah Tiara saat Tiara menyebutnya pak untuk kesekian kalinya.


"Sayang ayo masuk," ajaktiara mengandeng tangan Alex dengan senyum yang manis membuat senyum Alex mengembang sempurna.


Bapak dan ibu Tiara kedua saling melirik dan bapak mendelikkan bahu nya saja. Keduanya pun masuk ke dalam untuk mempersiapkan penyambutan untuk tamu istimewa nya saat ini.


"Oh ya hampir lupa," Tiara menepuk keningnya pelan.

__ADS_1


"Kenapa hmm..?" Tanya Alex menatap ke arah Tiara.


"Itu pak supir bagaimana," kata Tiara baru ingat dengan supir yang mengantarkan nya tadi.


Tiara clingak-clinguk mencari keberadaannya saat ini.


"Dia sudah kembali," kata Alex memberitahu.


"Ha kemana?" Tanya Tiara yang begitu penasaran.


"Ya karena tugasnya sudah selesai jadi dia kembali lagi," jelas Alex dengan acuh.


"Maksudnya kembali ke mana?" Tanya nya dengan masih penasaran.


"Kembali ke rumahnya lah masa mau nginep di sini, kan si Beni yang mencarinya untuk mengantarkan ke sini setelah sampai otomatis tugasnya sudah selesai jadi dia bisa pulang," jelas Alex.


"Oh....." Tiara hanya ber o ria saja karena dia baru tahu, dia kira tadi supir yang sengaja Alex bawa dari ibu kota.


Alex pun duduk di dekat Tiara.


Sedangkan para ibu-ibu sudah bubuar mengingat pria yang di bawa Tiara tadi juga sudah masuk ke dalam rumah.


Tiara pun meminta sang ibu untuk membuatkan Alex kopi hitam.


Setelah itu bapak dan ibu memilih duduk di depan kedua nya saat ini.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2