
Masih belum percaya itulah perasaan kedua orang tua Tiara saat ini.
"Ayo nak silahkan di minum," kata sang ibu kepada pria tampan di depan yang di kenalkan putri mereka dengan sebutan bos sekaligus calon suami.
Memikirkan itu saja membuat kedua orang tua Tiara masih syok kaget karena pemuda tampan itu bukan orang sembarangan mengingat pria itu adalah bos nya.
Alex pun meminum kopi buatan calon mertua nya saat ini, Alex tersenyum tipis kala Alex merasakan rasa yang pas sesuai dengan lidah nya.
'Ah ternyata kopi ini terasa pas di lidah ku,' batin nya.
"Ehemmm......" Alex pun berdehem untuk memecah suasana hening di antara mereka.
"Saya datang ke sini untuk melamar putri bapak dan ibu," kata Alex menahan rasa gugup.
__ADS_1
'Kenapa aku gugup begini, padahal kalau dulu aku menangani proyek besar dan bertemu dengan klien besar pun aku tidak merasa gugup,' batin Alex.
"Kenapa nak...." Pak Rahmat menjeda ucapannya saat ini karena belum mengetahui nama pria di depannya itu.
"Alex pak..." Kata Alex dengan sopan.
Pasti Beni yang melihat semua ini pun pasti akan kaget, bos yang terkenal dingin, irit bicara bahkan ketus itu bisa berbicara dengan lembut di depan kedua orang tua Tiara saat ini.
"Begini ya nak Alex, bukan nya saya menolak nak Alex tetapi kami jujur masih belum percaya dengan semua ini. Kami tak menyangka anak saya bisa di lamar oleh bos nya sendiri, kami takut anda hanya mempermainkan putri saya, sebagai seorang orang tua banyak yang menginginkan kebahagiaan putrinya sampai kapan pun. Kalau orang tua nak Alex tak memberikan restu, saya mohon maaf akan menolak lamaran ini karena saya tak ingin anak saya tersiksa Menikah tampa restu dari kedua orang tua mu," jelas pak Rahmat dengan pandangan lurus menatap Alex maupun Tiara bergantian.
'Tahu begini aku datang bawa Beni dan beberapa bodyguard agar aku tak merasa sendirian dan gugup begini, ck padahal mama kemarin juga mengingatkan aku untuk bersabar sampai waktu yang di tentukan oleh mama datang ke sini,' batin Alex merutuki kebodohannya.
"Maaf mungkin bapak mengira kedua orang tua saya tak memberikan restu," potong Alex dengan cepat.
__ADS_1
Benar saja sesuai dengan pemikiran dari kedua orang tuanya saat ini. Baik bapak maupun ibu Tiara mengangguk setuju.
Sedangkan Tiara hanya binggung di hadapan mereka ini.
"Saya ke sini memang sendiri bukan karena kedua orang tua saya tidak memberikan restu namun saya ke sini cuma ingin mengantar anak anda yang tak lain Tiara dengan selamat. Kedua orang tua saya akan datang ke sini untuk melamar putri anda harusnya hari Kamis itupun dengan saya juga namun karena saya tak tega Tiara pulang sendiri saya jadi khawatir dan ikut dengan nya," jelas Alex panjang lebar menjelaskan.
"Alhamdulillah kalau begitu ceritanya,"
Kedua orang tua Tiara begitu lega, mereka berdua takut seperti kebanyakan cerita di tv. Keduanya takut cinta anak mereka tak mendapatkan restu orang tua mengingat status mereka berdua berbeda.
"Kami sih terserah dengan Tiara nak, kalau dia setuju dengan lamaran nak Alex tentu nya kami sebagai orang tua pun hanya bisa merestui saja," jawab pak Rahmat dengan jujur.
Bersambung......
__ADS_1